Indonesia Positif

Pembangkit Listrik Angin Bakal Dibangun di Kabupaten Malang oleh Investor PMA

Jumat, 24 November 2023 - 15:49 | 35.24k
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Malang, Subur Hutagalung, saat menjelaskan masuknya investor PMA untuk Pembangkit listrik tenaga Bayu (PLTB) di Malang Selatan. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Malang, Subur Hutagalung, saat menjelaskan masuknya investor PMA untuk Pembangkit listrik tenaga Bayu (PLTB) di Malang Selatan. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Investasi baru dari Penanaman Modal Asing (PMA) datang di Kabupaten Malang tahun ini. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) bakal dibangun, tepatnya di wilayah kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

Hal ini dikonfirmasi Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Malang, Subur Hutagalung, Jum'at (24/11/2023). 

Advertisement

"Investasi di Kabupaten Malang, baik PMDN maupun PMA terus bertambah. Tahun ini, ada investasi PMA yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), yang ada di wilayah kecamatan Sumbermanjing Wetan, tepatnya di Desa Harjokuncaran," terang Subur Hutagalung. 

Menurutnya, investasi untuk PLTB ini dilakukan pihak PT. Envision Green Energy Indonesia. Adanya PLTB ini, lanjutnya, maka akan menghasilkan pasokan energi listrik di Malang Selatan, dan menggantikan bahan energi batubara yang selama ini digunakan. 

Energi listrik yang nantinya dihasilkan PLTB ini, lanjut Subur, nantinya bisa meng-cover kebutuhan energi listrik Jawa-Bali. Bahan energi listrik yang dihasilkan, nantinya akan bisa dijual meluk Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

"Saat ini, masih proses perikatan antara investor dengan pemilih lahan di kawasan yang akan digunakan. Memang perusahaan asing yang bangun pembangkitnya, tetapi nanti akan dilanjutkan pengelolaannya oleh PLN," jelasnya. 

Subur menambahkan, tahap awal proyek PLTB ini adalah dibangun tower dan kincir pengukur angin, untuk mengetahui kapasitas angin yang ada, baik saat musim hujan maupun kemarau. Dana investasi awal yang disiapkan kurang lebih Rp200 miliar. 

Menurutnya, posisi untuk tower pengukur angin ini, juga sudah dipastikan melalui perekaman dari teknologi satelit. Berikutnya, dilanjutkan pembangunan untuk tower produksi listriknya. Kapasitas produksinya, diperkirakan akan bisa menghasilkan daya listrik sekitar 7,5 MW. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES