Indonesia Positif

Wujudkan Keseimbangan Lingkungan untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Senin, 04 Desember 2023 - 22:32 | 15.71k
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada pembukaan Paviliun Indonesia di COP-28 UNFCCC, di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (30/11). (foto: dok MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada pembukaan Paviliun Indonesia di COP-28 UNFCCC, di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (30/11). (foto: dok MPR RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perkuat kesadaran bersama dalam mencapai keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan manusia dan pelestarian serta perlindungan lingkungan hidup, dengan tujuan menekan dampak perubahan iklim.

"Wujudkan bersama-sama keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan manusia dan pelestarian lingkungan, karena itu masih menjadi tanggung jawab bersama," ujar Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada pembukaan Paviliun Indonesia di Konferensi ke-28 Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (COP-28 UNFCCC), di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (30/11).

Dalam upaya tersebut, Lestari mendorong agar keseimbangan itu direalisasikan sesuai dengan kearifan lokal dan pengetahuan adat, yang diharapkan mampu mengatasi krisis iklim sebagaimana tercantum dalam Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat.

Menurut Rerie, panggilan akrab Lestari, menghargai keanekaragaman, perbedaan, dan disparitas akan memperkuat implementasi kesepakatan yang diambil oleh pemimpin negara terkait lingkungan di berbagai forum internasional.

Rerie berpendapat bahwa setiap langkah untuk menjaga hutan lindung, membentuk komunitas lokal dalam pengelolaan hutan dan kekayaan alam, serta menerapkan kearifan lokal, sejatinya telah diinisiasi oleh setiap negara dengan tujuan mengurangi peningkatan suhu bumi.

Pencapaian keseimbangan ini, kata Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah, dapat dimulai dengan bersama-sama merefleksikan bahwa aktivitas manusia seperti urbanisasi, industrialisasi, dan deforestasi telah berdampak pada kehilangan keanekaragaman hayati, degradasi ekosistem, dan perubahan iklim.

Rerie menyatakan bahwa untuk mencegah peningkatan suhu bumi, pendekatan yang berpusat pada manusia dan lingkungan perlu diadopsi. Korelasi antara manusia dan lingkungan, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, seharusnya menjadi dasar pemikiran bersama bahwa lingkungan memiliki sumber daya dan nilai yang mendukung kehidupan manusia. Namun, pada saat yang bersamaan, manusia juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi ekosistem dari kerusakan bahkan kepunahan.

Dengan menempatkan kreativitas, daya nalar, keadaban, dan solidaritas sebagai landasan, Rerie menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian integral dari proses pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan.

Rerie sangat berharap bahwa COP 28 kali ini dapat mencapai kesepakatan yang tepat untuk menghadapi dampak perubahan iklim, demi melindungi bumi untuk generasi mendatang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES