Indonesia Positif

UIN Malang Segera Sebar Mahasiswa KKM ke 93 Desa di Kabupaten Malang

Selasa, 05 Desember 2023 - 21:34 | 28.69k
Acara sosialisasi yang digelar UIN bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Malang,  Selasa (5/12/2023). (Foto: Humas UIN Malang)
Acara sosialisasi yang digelar UIN bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Malang, Selasa (5/12/2023). (Foto: Humas UIN Malang)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) bakal segera menjalankan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Periode 2024. Yakni yang akan dimulai pada 20 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024.

Untuk mempersiapkan program tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang mengundang seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Malang, Selasa (5/12/2023).

Advertisement

Para camat dan kepada desa dihadirkan untuk diberikan sosialisasi sekaligus melakukan evaluasi KKM Reguler yang pernah dilakukan di Kabupaten Malang.

Kepala Pusat Studi Pengabdian Masyarakat UIN Malang, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. mengungkapkan, ada 93 desa yang menjadi lokasi KKM pada tahun 2024 nanti. Sejumlah desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Malang.

Ketujuh kecamatan tersebut ialah Tumpang, Wagir, Jabung, Poncokusumo, Ngajum, Turen, dan Wonosari. Tak hanya datang untuk mendengarkan sosialisasi, tujuh camat tersebut sekaligus menjadi narasumber dalam sesi arahan bersama dengan desa-desa di bawah naungan masing-masing.

Syaiful melanjutkan, fokus KKM 2024 ialah program utama yang dicanangkan Kabupaten Malang, yakni pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrim, serta edukasi parenting dan moderasi beragama.

"Termasuk juga di dalamnya ialah pencegahan maraknya pernikahan dini yang menjadi concern di Malang Raya," ucapnya.

Dia menerangkan, pada periode imi, ada sebanyak 2906 mahasiswa UIN Malang akan resmi diterjunkan ke masyarakat untuk mengabdi sebagai program wajib di universitas. Pihak kampus meminta agar setiap kecamatan dan desa dapat membimbing para mahasiswa untuk memberdayakan masyarakat sekitar tempat KKM.

Pihak kampus juga ingin agar tidak ada permasalahan selama pelaksanaan program pengabdian itu. "Yang pasti kita semua ingin kegiatan ini aman selama 40 hari dan tidak menyalahi aturan pemerintah setempat," pungkas Syaiful.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang, Drs. Kasiyanto, M.M yang datang dalam acara sosialisasi tersebut mengatakan, ada tiga poin penting yang harus dilakukan untuk kesuksesan penyelenggaraan KKM, yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Tiga hal tersebut, menurutnya, wajib ada di setiap program yang dilakukan mahasiswa saat KKM.

Komunikasi yang dilakukan ialah antara pemerintah setempat yakni camat dan kepala desa, Dosen Pembimbing Lapangan, dan mahasiswa peserta KKM. "Selalu berkomunikasi untuk setiap aktivitas yang akan dilaksanakan," jelas Kasiyanto.

Selanjutnya, untuk memperlancar program kerja, peserta KKM diharapkan melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat. Dalam koordinasi tersebut, harus dipastikan bahwa program KKM dan program desa selaras.

Terakhir, jika sudah mencapai kesepakatan, maka kolaborasi antar mahasiswa dan masyarakat diharapkan juga terjalin. "Dengan begitu program kerja apapun yang dicanangkan akan mencapai target," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES