Advertisement
Indonesia Positif

FK Ubaya Gandeng FK UGM Adakan Seminar Bioetika

Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Seminar Bioetika dengan tema “Bioetika dalam Sinergi Pendidikan, Riset, dan Layanan Kesehatan”.

TIMES Indonesia,
FK Ubaya Gandeng FK UGM Adakan Seminar Bioetika
Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Seminar Bioetika. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Seminar Bioetika dengan tema “Bioetika dalam Sinergi Pendidikan, Riset, dan Layanan Kesehatan”. Seminar diadakan pada Selasa (19/12/2023) di Kampus Ubaya Tenggilis.

Beberapa topik yang dibawakan antara lain etika penelitian dalam inovasi intervensi, kesehatan landasan etis dalam adopsi dan pengembangan artificial intelligence (AI) di pendidikan, riset, dan pelayanan Kesehatan, kebutuhan program bioetika di institusi FK dan RS, serta urgensi pemenuhan kebutuhan SDM bioetika di institusi Kesehatan atau kedokteran. Dekan FK Ubaya, Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni, Sp.PD., Sp.JP(K)., menyebut kebutuhan etis seringkali dianggap biasa dan kurang diperhatikan. “Seminar ini menjadi sinergi untuk mendukung pengetahuan para civitas dan khalayak dalam lembaga kesehatan di Indonesia. Harapannya semakin profesional dalam berbagai lembaga, khususnya etika yang profesional,” ujarnya.

Advertisement

Selain itu, Dr. Dra. Retnom Siwi Padmawati, MA, selaku Ketua Program Studi Magister Bioetika FK UGM memaparkan bahwa Bioetika menjadi disiplin keilmuan yang baru. Didalamnya terdapat kombinasi antara hayati (biologi) dan sistem penilaian pada manusia. “Ini jadi cabang ilmu etika terapan tentang makhluk hidup dan lingkungannya,” jelas Dr. Siwi, sapaan akrabnya. Ini juga menjadi kesempatan bagi dunia pendidikan dan kesehatan untuk mengenalkan Bioetika, khususnya yang ada di FK UGM.

Namun pada hakikat perkembangan zaman saat ini, banyak sistem yang dibuat untuk menyerupai perilaku manusia, diantaranya adalah AI (Artificial Intelligence). Pada kesempatan ini, dr. Ervin Dyah Ayu M. D., M.Sc, selaku dosen FK Ubaya yang juga memberikan pemaparan materi tentang dasar pertimbangan etis dalam penggunaan AI  dalam pendidikan. dr. Ervin menjelaskan bahwa AI dapat digunakan sebagai tujuan akhir dalam trigger untuk menjadi pembanding. “Pakailah sesuai porsinya dan kita yg pegang kendali,” tegas dr. Ervin yang juga alumni dari Program Studi Bioetika FK UGM. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

H
PenulisHayuning Purnama Dewi (CR-251) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia