Indonesia Positif

PT Mitra Pedagang Indonesia (MPIX) Melenggang ke Bursa, Siap Digitalisasi UMKM

Kamis, 18 Januari 2024 - 19:58 | 48.90k
Ilustrasi MPStore. (FOTO: dok. MPIX)
Ilustrasi MPStore. (FOTO: dok. MPIX)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), perusahaan teknologi pengembang aplikasi MPStore SuperApp UMKM, resmi mengumumkan rencana Initial Public Offering (IPO) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menandai langkah strategis MPIX dalam memperluas jangkauan dan memperkuat komitmennya untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku usaha tradisional di kota-kota berkembang Indonesia.

MPIX menawarkan sebanyak 312,5 juta saham biasa dengan nilai nominal Rp20 per saham. Harga penawaran awal ditetapkan dalam kisaran Rp256 hingga Rp268 per saham, berpotensi meraup dana segar hingga Rp83,75 miliar. Dana hasil IPO ini akan dialokasikan sebesar 89% untuk modal kerja, di antaranya untuk pembelian inventory produk digital, gaji karyawan, pengembangan teknology dan operasional bisnis. Sisa 11% akan digunakan untuk belanja modal berupa renovasi dan sewa tempat (membangun hub / depo) yg akan digunakan sebagai distribution point dan deploy sales area di 40 titik se-Jawa Bali untuk mempererat emotional bonding antara MPStore (MPIX) dengan para UMKM.

Membidik Pasar Potensial Kota Berkembang

Memilih fokus pada kota-kota berkembang bukanlah tanpa alasan. Indonesia memiliki 76 kota tier 2 yang digelari "Rising Urbanities" dan 101 kota tier 3 yang disebut "Slow Adopters". Kedua segmentasi ini diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang pesat, jumlah kelas menengah yang meningkat, serta infrastruktur digital dan logistik yang berkembang. Namun, penetrasi digital untuk bisnis dalam segmen ini masih terhitung rendah, membuka peluang besar bagi MPIX untuk berperan mendigitalisasi UMKM di wilayah tersebut.

MPStore, aplikasi besutan MPIX, hadir sebagai platform terintegrasi yang menyediakan berbagai layanan untuk UMKM dan pelaku usaha tradisional. Mulai dari agregator produk digital dan kanal pembayaran, layanan QRIS bagi UMKM, Kasir online, layanan perbankan mini (ATM mini), hingga e-commerce & e-grocery, agen logistik, akses modal (KUR), dan layanan quick commerce (mini web toko). Melalui aplikasi ini, para pelaku usaha dapat menjangkau konsumen secara lebih luas, mengelola bisnis secara efisien, dan membuka pintu menuju dunia digital.

Prospek Industri Menjanjikan & Keunggulan Kompetitif

Industri ekonomi digital Indonesia, khususnya e-commerce, diperkirakan akan mencapai nilai USD 130 miliar pada tahun 2025, dipicu oleh pertumbuhan kelas menengah, kepercayaan konsumen terhadap layanan digital, dan penetrasi internet yang kian masif. Selain itu, pasar ritel Indonesia bernilai USD 46 miliar pada tahun 2022, didukung oleh ekonomi yang kuat dan jumlah kelas menengah yang terus meningkat. Namun, dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 12 juta yang memanfaatkan teknologi, menyisakan potensi besar untuk penetrasi digital lebih lanjut.

MPIX menyadari lanskap persaingan yang ketat dalam industri ini. Kompetitor mereka berasal dari berbagai pihak, mulai dari pelaku bisnis serupa, pedagang tradisional, hingga ritel modern. Namun, MPIX mengandalkan keunikan model bisnis B2B2C yang fokus pada segmen UMKM di kota tier 2 dan 3, kombinasi layanan yang beragam, serta fokus pada branding dan loyalitas pelanggan. Di sisi lain, berbeda dari banyak perusahaan teknologi lainnya, MPIX telah membukukan profit sejak awal, meminimalisir ketergantungan pada investasi besar-besaran.

Tantangan dan Harapan Ke Depan

Meski menjanjikan, MPIX tentunya akan menghadapi tantangan ke depan. Persaingan harga dan disrupsi teknologi mengharuskan perusahaan untuk terus berinovasi. Selain itu, keterbatasan infrastruktur digital dan literasi digital di sebagian kota tier 3 mungkin menjadi hambatan. Namun, dengan strategi yang tepat, komitmen yang kuat, dan dukungan stakeholders, MPIX dipercaya mampu mengatasi tantangan tersebut dan meraih kesuksesan dalam jangka panjang.

IPO MPIX menjadi tonggak penting bagi pengembangan UMKM dan pelaku usaha tradisional di kota-kota tier 2 dan 3 Indonesia. Kesuksesan MPIX berpotensi menyulut gerakan digitalisasi massal di segmen ini, mendorong inklusi keuangan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih merata. Oleh karena itu, IPO MPIX patut dicermati dan didukung oleh seluruh pihak yang peduli dengan kemajuan UMKM dan Indonesia yang lebih digital.

“18 Tahun yang lalu, saya hanyalah seorang sales canvasser produk telekomunikasi, saya meniti karir dari bawah sampai puncak dan selama 12 tahun di Industri Retail, saya paham permasalahan UMKM di akar rumput, pada 2018 hingga saat ini saya buktikan dengan membangun aplikasi MPStore yg di adaptasi dari pain poin UMKM di Indonesia, itulah mengapa Growth perusahaan kami konsisten 3 digit percent. customer centric dan operational excelence itu kuncinya,” tutur Aad CEO dan Founder dari MPStore (MPIX).

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Haris Supriyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES