Indonesia Positif

Siap Kawal Pemilu 2024, Ribuan Petugas KPPS Kota Yogyakarta Dilantik

Kamis, 25 Januari 2024 - 15:34 | 10.90k
Ribuan petugas KPPS Kota Yogyakarta telah dilantik. (FOTO: Olivia Rianjani/TIMES Yogyakarta)
Ribuan petugas KPPS Kota Yogyakarta telah dilantik. (FOTO: Olivia Rianjani/TIMES Yogyakarta)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pelantikan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan di Graha Wana Bhakti Yasa, Kota Yogyakarta, pada Kamis (25/01/2024). Pelantikan yang dilakukan secara serentak di berbagai Kemantren ini diikuti sebanyak 9.086 orang.

Pelantikan petugas KPPS ini juga dihadiri Komisioner KPU RI, Idham Kholik. Pihaknya mengatakan, proses seleksi petugas KPPS ini telah dilakukan secara ketat guna belajar dari Pemilu 2019.

Satu di antara fokus seleksi ini yakni aspek kesehatan petugas KPPS. Maka dari itu, KPU mensyaratkan petugas yang mendaftar berada di kisaran 17 hingga 55 tahun.

“KPU ingin memastikan ke depan tidak ada lagi kecelakaan kerja. Maka dari itu, kami melakukan proses seleksi yang hari ini lebih baik, di mana rentang usia anggota KPPS antara 17 hingga 55 tahun,” ucap Idham usai Pelantikan KPPS di Graha Wana Bhakti Yasa, Kota Yogyakarta, Kamis (25/01/2024).

“Tentunya ini sudah berdasarkan hasil kajian. Kami meminta pendapat ahli kesehatan. Insyaallah mereka dalam bekerja nanti dalam kondisi sehat,” sambungnya 

Selain itu, KPU juga tidak menutup penyandang disabilitas yang berminat mendaftar anggota KPPS. Bahkan, penyandang disabilitas diberikan space prioritas.

“Kami sudah memberikan pengarahan agar memprioritaskan warga atau masyarakat disabilitas. Kalau kita membicarakan disabiltas itu banyak jenisnya, low vision juga termasuk disabilitas,” jelasnya.

Kesempatan penyandang disabilitas untuk menjadi petugas KPPS inilah telah dilakukan oleh KPU Kota Yogyakarta.

Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya mengatakan, pihaknya tetap tidak mengesampingkan penyandang disabilitas agar berkesempatan menjadi petugas KPPS.

“Penyandang disabilitas ada, tapi kebanyakan disabilitas dasar. Kalau untuk tunanetra, tuli, saya belum mendapatkan datanya,” terang Noor. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES