Indonesia Positif

Kolaborasi Dengan Matos, Perayaan HUT ke-8 KCBI Malang Raya Digelar Meriah

Jumat, 26 Januari 2024 - 20:16 | 11.58k
Perayaan HUT ke 8 KCBI Malang Raya yang digelar di Matos, Jumat (26/1/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Perayaan HUT ke 8 KCBI Malang Raya yang digelar di Matos, Jumat (26/1/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 8 Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Malang Raya yang digelar di Malang Town Square (Matos) pada Jumat (26/1/2024) berlangsung meriah. Ada berbagai kegiatan menarik yang dihelat hingga mampu menyita perhatian para pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Malang itu.

Pada saat acara, terlihat para pengurus dan undangan yang hadir mengenakan beragam kain wastra seperti jarik, songket, tenun atau yang lainya, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Anggapan memakai kain tradisional tidak fashionable juga bisa mereka tampik. Karena terbukti meskipun menggunakan wastra , mereka tetap bisa menjadi ibu-ibu sosialita.

Untuk merayakan HUT ke 8 ini, KCBI melakukan berbagai kegiatan seperti pemotongan tumpeng, bernyanyi lagu daerah seusai dengan baju daerah yang dikenakan pengurus,  fashion show, pembagian doorprize, hingga joget seru-seruan berhadiah. 

Pada moment istimewa itu, Direktur Matos, Fifi Trisjanti juga terlihat hadir dengan menggunakan kebaya berwarna putih. Dia juga memberikan hadiah kue ulang tahun untuk KCBI.

Ketua KCBI Cabang Malang, Siska Sayekti mengatakan, KCBI mempunyai fokus untuk melestarikan budaya berkain. Tidak hanya batik, tetapi juga kain Wastra Nusantrara lainya. "

Matos-s.jpg

"Kita fokuskan pada kain tradisional, Karena di Indonesia ini banyak sekali bukan hanya batik tetapi ada tenun, songket, dan lainya," kata dia.

Menurutnya, ada berbagai dampak positif dengan adanya KCBI yang terus menggelorakan penggunaan kain nusantara, selain lestarianya budaya, hal ini juga akan mengangkat perekonomian para UMKM perajin kain yang ada di NKRI.

"Sebelum adanya komunitas ini, produk yang dipakai itu dari luar negeri. Dan sekarang ibu-ibu berbondong-bondong mencari produk indonesia," tuturnya.

Siska mengatakan, tema yang diambil pada HUT kali ini yakni 'melestarikan budaya berkain nusantara sebagai busana keseharian'. Artinya, kain asli Indonesia ini tidak hanya bisa dipakai untuk acara formal saja, tetapi juga bisa dikenakan untuk sehari-hari.

"Kita juga merangkul para milenial, karena itu sebagai generasi penerus kita. Karena salah satu tujuan kita untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk cinta produk indonesia," kata dia.

Siska sendiri mengaku menggunaan kain dari Bugis Makassar. Dipadu dengan atasan berwarna pink dan beberapa perhiasan, menjadikan penampilannya terlihat mengesankan.

Pihaknya berharap, di HUT yang ke 8 ini, KCBI Malang Raya bisa lebih berkontribusi dalam menghidupkan budaya kain di Indonesia dan bermanfaat bagi masyarakat. "Kembali pada visi misi yakni untuk menyebarkan budaya indonesia.  Agar masyarakat lebih sadar akan budaya. Karena budaya bukan hanya dipakaikan, tapi juga kaitanya dengan etika," pungkasnya.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES