Advertisement
Indonesia Positif

Keynote Speaker di Halaqah Kebangsaan IKAPETE, Moeldoko: Negara Selalu Membutuhkan Ulama

Presidium nasional IKAPETE menggelar Rakernas dan Halaqah Kebangsaan ... ...

TIMES Indonesia,
Keynote Speaker di Halaqah Kebangsaan IKAPETE, Moeldoko: Negara Selalu Membutuhkan Ulama
Moeldoko menerima cinderamata lukisan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari usai menjadi keynote speaker di Halaqah Kebangsaan IKAPETE. (Foto: Bambang/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MOJOKERTO Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) H. Moeldoko mengungkap peran penting ulama dalam membangun bangsa. Salah satunya, pentingnya peran Hadratussyaikh Kh. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng. Hal itu disampaikan saat menjadi keynote speaker Halaqah Kebangsaan yang digelar Presidium Nasional IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) di Trawas, Mojokerto, Sabtu (27/1/2024) 

Hadir dalam Halaqah Kebangsaan, perwakilan PC, PW IKEPETE se-Indonesia dan Prisidium Nasional organisasi alumni Pesantren Tebuireng. Moeldoko banyak menceritakan teladan dari KH. Hasyim Asy'ari. 

Advertisement

"Teladan beliau adalah keluarga misalnya, melahirkan melahirkan generasi bermanfaat dan berpengaruh bagi masyarakat luas. Untuk teladan lingkungan, mendirikan pesantren dan NU serta alumni yang hebat. Teladan untuk negara, berperan meneluarkan resolusi jihad, merumuskan dasar negara, meluruskan Piagam Jakarta yang menjadikan Indonesia kokoh hingga saat ini," papar Moeldoko di depan ratusan alumni Tebuireng perwakilan berbagai daerah di Indonesia. 

Moeldoko-b.jpg

Atas dahsyatnya teladan Mbah Hasyim tersebut, lanjutnya, para alumni, masyarakat atau penerus saat ini berposisi dalam berbagai level. Mulai followers KH. Hasyim Asy'ari, menyamainya dan bahkan  melampaui pencapaiannya. 

"KH. Hasyim Asy'ari lebih menyukai jika ada penerusnya yang dapat melaumpaui pencapaian beliau," tambah Moeldoko. 

Di hadapan alumni Tebuireng, Moeldoko mengingatkan saat ini dunia selalu berubah dengan cepat, risikonya tinggi, kompleks, dan sering mengejutkan. "Indonesia bangsa besar, maka kita harus mampu merajut ukhuwah. Keluarga besar Tebuireng, NU, sudah membuktikan sangat mampu merajut ukhuwah," jelasnya. 

Advertisement

Moeldoko memaparkan pentingnya peran alumni pesantren. Di antaranya complex problem solving, critical thinking, creative and innovation. "Membangun negara itu tidak mudah, negara membutuhkan dukungan para ulama. Kontribusi ulama selalu dibutuhkan negara," papar mantan Panglima TNI ini. 

Moeldoko sempat membuka tanya jawab dengan peserta Halaqah Kebangsaan. Di antaranya menjawab pertanyaan terkait 

masalah pupuk, aspirasi agar kesejahteraan guru ngaji lebih ditingkatkan. 

Narasumber lain dalam Halaqah Kebangsaan yang digelar Presnas IKAPETE adalah KH. Abdul Hakim Mahfudz (Pengasuh Pesantren Tebuireng), KH. Afifuddin Muhajir (Wakil Rais Aam PBNU), KH. Anwar Iskandar (Ketua Umum MUI). 

Halaqah digelar dalam rangkaian Rakernas IKAPETE selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27 Januari 2024) di Hotel Arayanna Trawas, Mojokerto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia