Indonesia Positif

Perumahan Subsidi Legal di Bantul dengan Harga Terjangkau Mulai Dibangun

Sabtu, 27 Januari 2024 - 16:41 | 296.72k
Puluhan konsumen melakukan akad massal pembelian rumah subsidi maupun non subsidi di kantor Bank BTN Yogyakarta. (Foto: Edis/TIMES Indonesia)
Puluhan konsumen melakukan akad massal pembelian rumah subsidi maupun non subsidi di kantor Bank BTN Yogyakarta. (Foto: Edis/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANTUL – Bisnis properti, khususnya di Bantul, sempat mengalami stagnan bahkan penurunan secara drastis terlebih saat pagebluk Covid-19. Namun demikian bisnis ini, terutama perumahan subsidi, lambat laun kembali stabil bahkan trennya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Tren peningkatan ini dilatarbelakangi tingginya permintaan dan kebutuhan akan papan yang layak berupa kawasan juga justru mengalami kenaikan harga secara signifikan. Adapun kenaikan harga ini tidak menunggu tahunan namun dalam jangka waktu sekian bulan harga meroket tinggi

Dari sisi konsumen, fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa sebesar 75,03% dari total pembiayaan.

Paham akan kebutuhan ini,  PT Maro Anugrah bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Yogyakarta mengembangkan kawasan hunian bersubsidi dan non subsidi yang asri, didukung udara bersih, bebas polisi dengan konsep murah, berkualitas dan perizinan jelas.

pembelian-rumah-subsidi-b.jpg

Hunian  ini terletak di kawasan Bantul, tepatnya di Padukuhan Trukan RT 03 Segoroyoso Pleret Bantul dan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. 

Humas PT Maro Anugerah, Heri Sugiyarto, mengatakan, Nawa Village Pleret merupakan kompleks hunian atau perumahan subsidi maupun non subsidi dengan berbagai tipe mulai medium hingga premium.

Nawa Village Pleret menyuguhkan konsep hunian murah, kualitas premium dan letak yang strategis nyaman dan kelengkapan administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Keunggulan dari hunian PT Maro Anugrah ini ada pada legalitas yang jelas dan lengkap," ungkap Heri Sugiyarto, kepada awak media, disela menggelar akad massal pemilik 42 unit kavling di perumahan Village Pleret, di Kantor BTN Yogyakarta, Sabtu (27/1/2024) .

Lebih lanjut rata rata mereka mulai membeli pada 2019 lalu dengan harga bervariasi kisaran Rp 140 juta hingga maksimal Rp 200 juta. Sementara, saat ini dijual dengan harga bervariasi di antaranya tipe terkecil 30/60 dijual seharga Rp 260 juta all in, tipe 36/72 seharga Rp375 juta all in dan tipe 45/77 dijual Rp 455 juta 

"Harga rumah di lokasi strategis seperti yang kami kerjakan ini tiap tahun jangka waktu bulan harga sudah naik. Kondisi ini menunjukan bahwa berinvestasi di kami ini dipastikan selalu untung," tandasnya.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Daerah Istimewa Yogyakarta, Suranto Ramli, mengatakan bahwa rumah hunian sederhana dan sehat dengan harga terjangkau makin diminati masyarakat di kabupaten atau kota di DIY ini.

pembelian-rumah-subsidi-c.jpg

"Sangat diminati dan dicari karena di DIY sendiri pengembang perumahan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," katanya 

Sementara itu, hunian yang disediakan baik yang bersubsidi maupun non subsidi dengan fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di bank milik pemerintah tentunya konsumen harus bersih dari utang. 

"Rumah subsidi, tentu saja konsumen yang mau membeli harus bersih BI checking, karena tidak serta merta kami memberikan kredit rumah subsidi pada orang yang punya utang di mana-mana, tidak mampu bayar dan sebagainya," katanya.

Mengingat tingginya permintaan, rumah sederhana sehat, lanjutnya masyarakat perlu memastikan bahwa perusahaan pengembang properti tersebut sudah berdiri sejak lama dan terpercaya, kemudian tergabung dengan asosiasi.

"Istilahnya bukan liar, kemudian yang ketiga perumahan subsidi ini kerja sama dengan bank pemerintah, otomatis dalam hal ini Bank BTN. Itu biasanya eksistensinya atau kredibilitas sudah terjamin, karena kalau dengan asosiasi sudah ada legalitas apalagi kalau sudah dengan bank pemerintah," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES