Indonesia Positif

Rekrutmen ASN 7 Ribu Lebih Honorer Tahun Ini Bergantung Kemampuan Fiskal Daerah

Senin, 29 Januari 2024 - 18:55 | 22.10k
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Nasib pegawai non ASN di Kabupaten Malang belum dipastikan Pemkab Malang terkait kesempatan rekrutmen calon pegawai ASN tahun ini. 

"Rencana pengusulan masih ada di Bupati Malang, untuk mendapatkan persetujuan sebelum diusulkan kepada pemerintah. Jadi, belum bisa dipastikan berapa jumlah yang diusulkan," terang Pj Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, dikonfirmasi, Senin (29/1/2024). 

Advertisement

Menurutnya, pengusulan kebutuhan pengadaan pegawai ASN 2024 kepada pemerintah sendiri, dilakukan melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN). 

Meski belum bisa memastikan, kata Nurman, rencana pengadaan pegawai ASN Pemkab Malang tahun ini, memprioritaskan para pegawai non-ASN yang ada, daripada rekrutmen calon PNS formasi jalur umum. 

Terlebih, hal ini juga selaras dengan apa yang pernah disampaikan Presiden RI, Joko Widodo belum lama ini, bahwa pemerintah menyiapkan kuota calon pegawai ASN sebanyak 2,3 juta secara nasional. 

Pihaknya mengakui, batas akhir pengusulan kebutuhan pengadaan ASN maupun CPNS 2024 sebenarnya ditetapkan pemerintah per 31 Januari 2024 ini. Tetapi, menurutnya dimungkinkan masih ada tambahan waktu. 

Informasinya, tercatat ada sejumlah 7.835 orang pegawai non ASN berdasarkan pendataan per 1 Januari 2024 lalu. Para pegawai non ASN ini selama ini bekerja di lingkup Pemkab Malang. 

"Kuota ASN sejumlah 2,3 juta memang dasarnya dari data usulan kami di daerah. Akan tetapi, untuk Kabupaten Malang mengusulkan berapa bergantung persetujuan Pak Bupati. Harus disesuaikan kemampuan fiskal daerah, ini terkait pembiayaan gaji mereka nantinya," demikian Nurman Ramdansyah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES