Indonesia Positif

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN-T UNIPMA Ajak PKK Bulu Kidul, Ponorogo Produksi Puding Kelor

Rabu, 31 Januari 2024 - 09:56 | 15.51k
Praktik pembuatan puding dari daun kelor oleh mahasiswa KKN-T UNIPMA kelompok 36. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
Praktik pembuatan puding dari daun kelor oleh mahasiswa KKN-T UNIPMA kelompok 36. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MADIUN – Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat, dan anak tersebut memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak seusia mereka. Selama masa kehamilan, ibu harus mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan janin. Setelah kelahiran, bayi harus menerima asupan gizi yang memadai melalui ASI atau makanan pendamping ASI yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Daun kelor (Moringa Oleifera) merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat, serta memiliki umur yang panjang, dapat tumbuh sepanjang tahun dan tahan dengan kondisi panas ekstrem. Daun kelor juga memiliki banyak manfaat terutama dalam memenuhi gizi pada tubuh manusia. Gizi merupakan kata kunci mengapa kelor menjadi penting untuk pencegahan stunting.  Daun kelor juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena kaya antioksidan yang dapat menurunkan kadar gula darah, mencagah penyakit kanker, serta menjaga kesehatan mata.

KKN-T-UNIPMA.jpg

Mahasiswa KKN-T UNIPMA kelompok 36 saat menyampaikan sosialisasi pembuatan puding dari daun kelor. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Dengan banyaknya manfaat dari daun kelor tersebut, KKN-T UNIPMA Kelompok 36 mengajak ibu-ibu PKK di Desa Bulu Kidul, Balong, Ponorogo untuk melakukan inovasi pangan berupa inovasi puding dari daun kelor.

Acara sosialisasi serta demo pembuatan puding dari daun kelor bertempat di balai Desa Bulu Kidul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo pada Sabtu, 6 Januari 2024. Ini merupakan inisisatif yang sangat positif untuk dapat meningkatakan pengetahuan serta keterampilan para kader posyandu serta ibu-ibu PKK di Desa Bulu Kidul.

Foto-bersama.jpg

Foto bersama mahasiswa KKN-T UNIPMA kelompok 36 bersama PKK Desa Bulukidul. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Dalam hal ini melibatkan ibu-ibu PKK serta kader-kader Posyandu. Sosialisasi ini menggunakan metode demo masak yang mempraktekkan cara pembuatan puding daun kelor dari awal hingga akhir serta menggunakan media buku panduan untuk dapat memudahkan para ibu-ibu PKK dan kader posyandu dalam menerima informasi dan sebagai panduan untuk mempraktekaan pembuatan puding daun kelor dirumah masing-masing. Serta pada kesempatan ini seluruh mahasiswa KKN-T kelompok 36 Unipma Madiun ikut serta membagikan hasil produk yang telah dibuat untuk dirasakan oleh ibu-ibu PKK dan kader Posyandu.

Daun kelor dapat dijumpai dengan mudah di Desa Bulu Kidul. Hal ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pencegahan stunting dengan cara mengolah daun kelor dalam bentuk produk olahan atau produk jadi seperti puding kelor. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES