Indonesia Positif

Strategi Pemkab Banyuwangi Tingkatkan PAD Melalui Sektor Pariwisata

Senin, 05 Februari 2024 - 16:41 | 18.30k
Suasana pintu masuk Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Suasana pintu masuk Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diproyeksikan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 3 miliar pada tahun 2024. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, menargetkan jumlah kunjungan wisata di tahun 2024 sebesar 4 juta kunjungan wisatawan di Bumi Blambangan.

“Ini adalah tantangan baru bagi kami. Tapi kami yakin dengan sejumlah strategi dan perencanaan yang telah dipersiapkan, sektor pariwisata dapat menyumbang PAD sesuai yang diharapkan,” kata Kepala Disbudpar Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda, Senin, (5/2/2024).

Muhammad-Yanuar-Bramuda.jpgKepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda. (FOTO: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Perlu diketahui, di tahun 2023, Disbudpar Banyuwangi menargetkan 3,5 juga kunjungan wisatawan. Meningkatkannya target kunjungan wisatawan pada tahun 2024 ini, diharapkan dapat mendongkrak PAD setempat.

Menurut pria yang akrab disapa Bram, banyak cara dari sektor pariwisata untuk menyumbangkan PAD. Lalu bagaimana caranya?.

Salah satu strategi utama yang diungkapkan adalah adanya rencana konektivitas dari Banyuwangi menuju Bali Barat, sebuah rencana yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraft RI). 

Diharapkan dengan adanya konektivitas ini, wisatawan yang biasanya mengunjungi Bali akan bergeser ke Banyuwangi, terlepas dari kendala jalur transportasi sebelumnya yang tidak bisa dijangkau dalam satu hari.

"Nanti Banyuwangi akan terkoneksi dengan Lovina, Pemuteran. Hal ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang datang, karena tidak lagi melewati Ketapang-Gilimanuk yang tidak memungkinkan untuk one day tour," tambahnya.

Untuk merealisasikan rencana itu, kata Bram, dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara Bupati Banyuwangi, Jembrana dan Buleleng untuk membahas dan merumuskan konsep tersebut. 

Diprediksikan apabila rencana konektivitas berhasil diwujudkan, Disbudpar Banyuwangi memprediksikan dapat meningkatkan 20 persen kunjungan wisatawan. 

Selain itu, Disbudpar Banyuwangi juga berencana akan meningkatkan retribusi di beberapa destinasi wisata juga akan dilakukan. Salah satunya seperti di Grand Watu Dodol (GWD).

Kenaikan retribusi tersebut, nantinya diiringi dengan penambahan fasilitas di GWD seperti banana boat, donat boat dan sejumlah wahana lainnya. 

"Pengembangan sisi utara GWD dengan bantuan Dinas PU Pengairan Banyuwangi juga telah kami rencanakan. Hal ini termasuk peningkatan fasilitas wahana air dan pengembangan sungai di wilayah tersebut," ungkap M. Yanuar Bramuda.

Tak hanya itu, peluncuran PIGGI (Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen) yang baru saja dilakukan dan rencana pengoprasian Agro Wisata Tamansuruh (AWT) pada tahun ini, diharapkan juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD.

"Dengan target PAD kita yang sudah dua kali lipat dari tahun sebelumnya, tentu kita harus terus berinovasi dan mengembangkan strategi baru untuk mempertahankan pertumbuhan yang positif," imbuhnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkab Banyuwangi yakin bahwa sektor pariwisata akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat lokal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES