Indonesia Positif

Pertama di Indonesia, Banyuwangi Terbitkan Masterplan Pengelolaan Sampah untuk 20 Tahun ke Depan

Selasa, 06 Februari 2024 - 10:51 | 10.12k
 Peluncuran Masterplan Sistem Pengelolaan Sampah Banyuwangi. (FOTO: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)
Peluncuran Masterplan Sistem Pengelolaan Sampah Banyuwangi. (FOTO: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengumumkan langkah inovatif dalam pengelolaan sampah dengan meluncurkan Masterplan Sistem Pengelolaan Sampah. Inisiatif ini dianggap sebagai yang pertama di Indonesia, menandai langkah signifikan dalam perencanaan pengelolaan sampah yang sistematis dan strategis dalam jangka panjang.

Masterplan, atau Dokumen Rencana Induk Persampahan (DRIP), merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Avfall Norge (Asosiasi Persampahan Norwegia), dan Indonesian Solid Waste Association (INSWA). Dokumen ini merangkum rencana pengelolaan sampah Banyuwangi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk 20 tahun ke depan.

Dalam peluncuran ini, Bupati Ipuk menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Norwegia dan semua pihak yang terlibat, khususnya Avfall Norge dan INSWA, yang telah berkontribusi dalam penyusunan Masterplan tersebut.

Dokumen ini disusun oleh Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan INSWA, dengan fasilitasi dari program Clean Ocean through Clean Communities (CLOCC).

Peluncuran ini dihadiri oleh CEO Avfall Norge, Runar Bålsrud, dan Chairman INSWA, Guntur Sitorus, serta dihadiri oleh perwakilan beberapa kedutaan negara sahabat di Indonesia, seperti Norwegia, Denmark, Belanda, Australia, dan Swiss.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa Pemkab Banyuwangi telah berkomitmen untuk melakukan pengelolaan sampah secara komprehensif, melibatkan pembangunan infrastruktur, edukasi, dan tata kelola.

"Pengelolaan persampahan di Banyuwangi telah memiliki payung hukum agar pelaksanaannya berkelanjutan. Maka dari itu, kami menyusun masterplan ini," ungkap Bupati Ipuk, Selasa (6/2/2024).

Dalam Masterplan tersebut, Banyuwangi menargetkan pada tahun 2046 dapat mencapai 0% kebocoran sampah di lingkungan dan mencapai 60% pengolahan dan pemilahan sampah.

Bupati Ipuk optimis bahwa dengan adanya Masterplan ini, pengelolaan sampah di Banyuwangi akan berlangsung secara maksimal, termasuk pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Selain itu, Banyuwangi juga telah menyiapkan rencana aksi dan paket kebijakan yang mencakup kebutuhan pendanaan untuk seluruh stakeholder selama 23 tahun ke depan, sebagai panduan dalam implementasi sistem pengelolaan sampah.

CEO Avfall Norge, Runar Bålsrud, menyatakan apresiasinya terhadap peran Pemerintah Banyuwangi dalam pengelolaan sampah.

"Semuanya berjalan dengan baik tanpa ego politik. Banyuwangi adalah contoh bahwa dengan kemauan, pengelolaan sampah bisa berjalan," kata Runar.

Chairman INSWA, Guntur Sitorus, menekankan bahwa Masterplan Banyuwangi menjadi acuan pengelolaan sampah hingga 20 tahun ke depan. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara seluruh lembaga Pemkab Banyuwangi dalam implementasi pengelolaan sampah.

"Demonstrasi ini membuktikan bahwa masalah sampah bukan hanya tanggung jawab satu dinas, melainkan kerjasama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan regulasi pengelolaan sampah yang efektif," tutup Guntur.

Saat ini, Banyuwangi telah memiliki 19 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta (PPP), dengan salah satunya berkolaborasi dengan Avfall Norge dan telah beroperasi sejak September 2023. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES