Advertisement
Indonesia Positif

Unmuh Jember Sebut Praktik Penyimpangan Demokrasi Nihil Moral dan Etika

Civitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut soroti peristiwa dan permasalahan terhadap praktik penyimpangan demokrasi yang dianggap nihil moral dan etika.

TIMES Indonesia,
Unmuh Jember Sebut Praktik Penyimpangan Demokrasi Nihil Moral dan Etika
Seruan moral civitas akademika Unmuh Jember terhadap praktik penyimpangan demokrasi. (Foto: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Civitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unmuh Jember) turut soroti peristiwa dan permasalahan terhadap praktik penyimpangan demokrasi yang dianggap nihil moral dan etika.

Guru besar, dosen dan mahasiswa Unmuh Jember menyampaikan keprihatinan tersebut melalui aksi seruan moral yang dihelat, Rabu (7/2/2024) siang.

Advertisement

Menurut Dr. Wahju Dyah Laksmi Wardhani, saat ini banyak sekali terjadi pelanggaran dalam dinamika demokrasi yang berlangsung di Indonesia.

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam di berbagai lini dan tingkatan yang menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi, kerakyatan, dan keadilan sosial," ujarnya kepada awak media.

Seruan tersebut, lanjut Dyah, merupakan bentuk dari kontrol sosial yang dilakukan oleh civitas akademika kampus biru.

"Terdapat beberapa pelanggaran etika yang tidak bagus kedepannya, jadi ini merupakan salah satu bentuk kontrol sosial yang dilakukan oleh para akademisi," jelasnya.

"Kita bisa mencermati bersama, mana kira-kira yang dikatakan sebagai bentuk pelanggaran. Itu sudah banyak beredar di medsos," sambung Dyah.

Advertisement

Oleh karena itu, ia menghimbau agar masyarakat bisa memahami mana yang benar dan mana yang tidak tepat.

Sejalan dengan nilai-nilai Amar Makruf Nahi Mungkar, seruan moral yang dipimpin Dr. Wahju Dyah Laksmi Wardhani ini meminta agar para pemimpin kembali berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai luhur keadilan, kemanusiaan dan kemasyarakatan dalam rangka mewujudkan cita-cita luhur sebagaimana tertuang di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

"Kami juga berharap, aksi seruan moral yang telah digaungkan oleh beberapa kampus di Indonesia ini bisa menjadi dasar untuk mencermati bersama, menjadi lebih cerdas dalam berdemokrasi, dan kedepannya tidak menjadi cacat celah bagi generasi penerus," pungkas perwakilan civitas akademika Unmuh Jember. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia