Indonesia Positif

Pj Bupati Morotai Resmikan Kantor Kecamatan Pulau Rao

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:20 | 12.81k
Pj Bupati Morotai Muhammad Umar Ali saat beri sambutan di Kantor Kecamatan Pulau Rao. Minggu, 10 Februari 2024. (Foto: Munces For TIMES Indonesia)
Pj Bupati Morotai Muhammad Umar Ali saat beri sambutan di Kantor Kecamatan Pulau Rao. Minggu, 10 Februari 2024. (Foto: Munces For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOROTAIPj Bupati Morotai Muhammad Umar Ali bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Pulau Rao. Dalam kunjungan kerja itu Pj Bupati Muhammad Umar Ali meresmikan Kantor Kecamatan Pulau Rao.

Saat peresmian, Muhammad Umar Ali mengajak masyarakat berterima kasih kepada mantan Bupati Morotai,Benny Laos, anggota DPRD Morotai dan Mendagri yang telah berjuang memekarkan Pulau Rao menjadi kecamatan baru di Kabupaten Morotai.

Peresmian Kantor Kecamatan itu, Pj Bupati Muhammad Umar Ali tidak sendiri melainkan didampingi Forkopimda setempat, berlangsung di Desa Leo-Leo, Ibukota Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), Sabtu (10/2/2024).

Hadir dalam peresmian Dandim 1514/Morotai Letkol Arh Masykur Akmal, Kapolres Morotai AKBP Agung Cahyono, Asisten I Hi. Muchlis Baay, Asisten III Kalbi Rasyid, Kaban Kesbangpol Lauhin Gorahe, Kadis PMD Ida R Arsyad, Kadis Kesehatan Julius Giscard Kroons, Camat se-Kabupaten Morotai dan Kepala Desa se-Kecamatan Pulau Rao. 

Pj Bupati Morotai Muhammad Umar Ali dan rombongan saat tiba di lokasi peresmian di Desa Leo-Leo disambut dengan tarian adat Cakalele dan pengalungan kain shal oleh Camat Pulau Rao Benny Y Madelu.

Pj-Bupati-Morotai-Muhammad-Umar-Ali--a.jpg

"Hari ini kita akan resmi menyerahkan pemanfaatan καntor Kecamatan Pulau Rao kepada pak Camat dan masyarakat Pulau Rao seluruhnya. Bapak ibu semua menjadi saksi, bagaimana perjuangan Pulau kecil ini dibentuk dalam satu admistrasi kewilayahan," kata Muhammad Umar Ali mengawali sambutannya.

Ia mengatakan banyak upaya yang sudah dilakukan, baik dari sisi kebijakan, political will, hingga upaya administrasi untuk mewujudkan cita-cita seluruh warga di desa-desa di Kecamatan Pulau Rao.

Ia mengatakan, pembentukan kecamatan esensinya adalah peningkatan layanan publik. Melalui kehadiran organisasi Perangkat Daerah dalam unsur Kewilayahan, diharapkan dapat memperpendek rentang kendali pengorganisasian dan pengkoordinasian jalannya tata kelola pemerintahan, pembangunan kemasyarakatan di suatu wilayah.

Menurut Muhammad Umar Ali, masyarakat sudah merasakan perbedaan Pulau Rao sebelum dan setelah menjadi kecamatan. Hal tersebut berkaitan dengan akses layanan pemerintahan, kesehatan dan sebagainya.

Ia berujar, rencana menjadikan Pulau Rao menjadi kecamatan, bukanlah wacana baru. Namun dengan kesungguhan para pemimpin yang punya niat membangun-negeri yang dapat mampu mewujudkan rencana ini.

Bahkan, kata dia, mudah saja orang menjanjikan sesuatu dalam bentuk konsep, namun jika ditinggalkan dalam dokumen perencanaan, maka hasilnya tetap sebuah rencana. Secanggih apapun sebuah perencanaan, sekalipun ditulis dengan tinta emas, jika tidak dieksekusi, maka hasilnya hanyalah ilusi.

"Diskusi tinggal diskusi, rakyat menunggu berhari-hari, entah apa yang dicari, rakyat terus dibuat menanti. Kita tidak menginginkan masyarakt Pulau Rao dijadikan anak tiri. justru kita mengharapkan Pulau Rao, walau pun menjadi kecamatan yang paling bungsu, tetapi harus berkembang pesat menjadi kecamatan yang paling maju," ujarnya.

Pj-Bupati-Morotai-Muhammad-Umar-Ali--b.jpg

Pemerintah akan terus mengupayakan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia. Pulau Rao terus kebagian kue pembangunan. Baik pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, pariwisata, perhubungan dan lain sebagainya.

Demikian juga beasiswa untuk anak-anak kuliah masih terus dialokasikan Pemda Morotai. Hal itu dapat dimanfaatkan oleh generasi Pulau Rao untuk pengembangan. Pemda Morotai juga telah bekerja sama dengan kampus-kampus terbaik di Indonesia untuk berbagi pengalaman pengabdian di Pulau Rao. 

Selain itu, akan ada kegiatan kuliah kerja nyata, pembelajaran pemberdayaan masyarakat atau KKN-PPM dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada Juni hingga Agustus 2024.

Dia menyebut, kantor kecamatan yang diresmikan ini merupakan upaya pemda melalui APBD, yang dianggarkan sejak 2021-2023. "Kami berterima kasih, bahwa masyarakat Pulau Rao telah memahami kondisi keuangan daerah yang mesti menyicil pembangunan Kantor Camat dari tahар pertama 500 juta, tahap kedua 3 miliar dan tahap ketiga sebesar 1 miliar," terangnya.

Untuk diketahui, kata Sekda definitf ini, Morotai dalam kapasitas fiskal yang tertatih-tatih akan terus mengupayakan dan memprioritaskan pembangunan di Pulau Rao, untuk mewujudkan kecamatan bungsu menjadi kecamatan yang terus maju.

"Untuk itu, saya mengajak kepada kita sekalian, terutama masyarakat Pulau Rao, yang sama-sama memiliki niat yang tulus memajukan kecamatan ini, agar saling mendukung dan memberi kemudahan untuk melancarkan setiap proses pembangunan, sehingga mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia," pintanya.

"Saya mengajak agar kedepankan tanggung jawab moral sebagai anak negeri, untuk menjadikan Morotai lebih baik, menjadikan Pulau Rao semakin nyaman untuk didiami, melaksanakan cita-cita bersama se-iya sekata dalam pembangunan, harmoni dalam kemajemukan, serta damai sejahtera hidup berdampingan," sambung Muhammad Umar Ali. 

Pada peresmian itu, Pj Bupati Morotai menekan tombol ine dan menggunting pita sebagai tanda peresmian, lalu meninjau kantor Kecamatan Pulau Rao.

Selanjutnya rombongan Pj Bupati Morotai menuju Desa Wayabula, Ibukota Kecamatan Morotai Selatan Barat, melaksanakan pertemuan dengan Aparat Desa serta ASN Kecamatan guna sosialisasi tentang Netralitas ASN dan Pemilu damai 2024. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES