Indonesia Positif

Dosen FMIPA UNJ Dorong Transformasi Layanan Posyandu melalui Kegiatan PKM Kuliah Kerja Nyata Peduli Stunting

Senin, 12 Februari 2024 - 14:59 | 9.65k
Dosen FMIPA UNJ Dorong Transformasi Layanan Posyandu melalui Kegiatan PKM Kuliah Kerja Nyata Peduli Stunting. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Dosen FMIPA UNJ Dorong Transformasi Layanan Posyandu melalui Kegiatan PKM Kuliah Kerja Nyata Peduli Stunting. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya. Gejala stunting umumnya bisa terlihat saat anak berusia 2 tahun antara lain : tinggi badan anak lebih pendek dari tinggi badan anak seusianya, berat badan tidak meningkat secara konsisten, tahap perkembangan terlambat dibandingkan anak seusianya, tidak aktif bermain, sering lemas, mudah terserang penyakit, terutama infeksi. 

Upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan pemerintah. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) adalah 21,6 persen. Berdasarkan data SSGI, pada tahun 2021 prevalensi stunting di Banten sebesar 24,5 persen. Kemudian pada tahun 2022 prevalensi stunting turun menjadi 20 persen, turun sebesar 4,5 persen dari tahun 2021.

Pengabdian-masyarakat-UNJ.jpg

Upaya penurunan stunting memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, antara sejarawan lain dan pelajar. Salah satu permasalahan Posyandu saat ini adalah tersedianya alat antopometri yang handal, akurat serta digitalisasi dalam administrasi untuk memperkuat program penurunan stunting. Berkaitan dengan hal tersebut, tim peneliti dan mahasiswa dari Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) yang diketuai oleh Dr. Umiatin melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (PKM-KKN) dalam rangka implementasi hasil penelitian berupa alat smart antropometri. Kegiatan PKM – KKN ini dilakukan pada bulan Oktober-November tahun 2023 di 10 Posyandu Melati Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. 

Menurut Dr. Umiatin yang merupakan dosen Program Studi Fisika FMIPA UNJ mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan alat smart antropometri “Nimbang Balita” untuk pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala balita. Selain itu, dilakukan pengukuran suhu badan balita yang datang ke posyandu. Dengan menggunakan alat ini, perhitungan z score untuk menentukan status gizi serta kurva tumbuh kembang balita dapat dilakukan secara otomatis. “Selain penerapan alat smart antropometri, dalam kegiatan PKM – KKN ini juga dilakukan kegiatan survei terhadap 400 orang tua balita terkait pola asuh dan tumbuh kembang balita. Hasil survei ini digunakan sebagai data dalam pengembangan lanjutan alat antropometri cerdas “Nimbang Balita”,” ungkap Dr. Umiatin.

Pengabdian-masyarakat.jpg

Umiatin menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan PKM – KKN ini dapat meningkatkan indeks kinerja utama (IKU) Universitas Negeri Jakarta, yaitu IKU 2 sebanyak 10 mahasiswa melakukan kegiatan kuliah kerja nyata, IKU 3 sebanyak 3 dosen melakukan kegiatan di luar kampus, dan IKU 5 yaitu hasil penelitian dosen yang digunakan oleh masyarakat. Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi pelaksanaan PKM-KKN ini oleh para kader posyandu serta perangkat desa. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, kegiatan PKM KKN penerapan alat smart antropometri “Nimbang Balita” ini dapat mendorong program pemerintah dalam melakukan transformasi pelayanan kesehatan di posyandu. “Oleh karena itu, diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan berkesinambungan agar memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” tambah Dr. Umiatin.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Haris Supriyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES