Indonesia Positif

Tingkatkan Produktivitas Petani Hampir 17 Persen, Pupuk Kaltim Panen Raya Sedap Malam Perdana di Rembang

Rabu, 20 Maret 2024 - 22:38 | 10.34k
Komisaris Pupuk Kaltim dan Bupati Pasuruan Dalam Panen Raya Perdana di Rembang (Foto: Pupuk Kaltim For TIMES Indonesia)
Komisaris Pupuk Kaltim dan Bupati Pasuruan Dalam Panen Raya Perdana di Rembang (Foto: Pupuk Kaltim For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, REMBANG – Sebagai perusahaan produsen pupuk dan petrokimia terbesar dari Asia Tenggara, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tidak hanya berfokus dalam memproduksi pupuk tapi juga terus berkomitmen untuk mendukung produktivitas masyarakat khususnya petani dalam memaksimalkan penggunaan lahan dan produksi pangan.

Bentuk nyata dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Agrosolution yang merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam membantu memajukan kesejahteraan petani di Indonesia melalui sistem pertanian terpadu, salah satunya dengan penggunaan produk berkualitas dan ramah lingkungan. 

Didukung sinergi dan kolaborasi dengan berbagai elemen di industri pertanian, per Maret 2024 ini, program Agrosolution Pupuk Kaltim telah berhasil membuat ekosistem di berbagai daerah di Indonesia hingga mencapai luas tanam 34.483 hektare dengan jumlah akuisisi petani sebanyak 17.923 orang.

Yang terbaru, dalam upaya memaksimalkan budidaya bunga sedap malam di Rembang, Pupuk Kaltim berkolaborasi bersama Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (Yess) untuk pembinaan petani milenial serta didukung oleh Distributor Pupuk CV Gilang Perkasa sebagai penyedia pupuk dari Pupuk Kaltim dan offtaker lokal wilayah Rembang, Kabupaten Pasuruan. Pupuk Kaltim berhasil bekerja sama dengan 275 petani dengan capaian total luas tanam sedap malam sebanyak 171 hektar.

Komisaris-Pupuk-Kaltim-dan-Bupati-Pasuruan-a.jpgBerfoto bersama komisaris dan manajemen Pupuk Kaltim dan Bupati Pasuruan (Foto: Pupuk Kaltim For TIMES Indonesia) 

Keberhasilan program Agrosolution ini ditandai dengan menggelar Panen Raya Sedap Malam Perdana di Desa Pekoren, Rembang, Pasuruan.

Turut hadir dalam gelaran tersebut Komisaris Pupuk Kaltim, Pejabat Bupati Pasuruan yang diwakili oleh Plh. Asisten Bidang Perekonomian & Pembangunan Ir. Diana Lukita Rahayu M.M, Dinas Ketahanan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Perwakilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services dan petani.

Direktur Keuangan & Umum Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman menyampaikan bahwa Program Agrosolution merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mengedukasi petani tentang bagaimana menjalankan dan mengelola pertanian lebih efektif. 

“Program Agrosolution merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung kesejahteraan para petani, sekaligus meningkatkan produktivitas komoditas pertanian secara terintegrasi melalui pemberdayaan petani. Ini juga salah satu cara Pupuk Kaltim mendorong sektor pertanian Indonesia melalui produksi produk pertanian yang berkualitas. Selain itu, program Agrosolution juga digagas untuk mendorong penggunaan pupuk non subsidi oleh petani, guna mengurangi ketergantungan akan pupuk subsidi dengan target lahan yang jauh lebih produktif,” ujar Qomar. 

Dukungan Program Agrosolution juga terbukti berhasil menaikkan produktivitas dan provitas dari komoditas pertanian. Produktivitas rata-rata padi mencapai 18 persen, produktivitas rata-rata jagung mencapai 25 persen, produktivitas rata-rata bawang merah 23 persen, dan produktivitas rata-rata tebu mencapai 30 persen.

Khusnia Karin, seorang petani sedap malam dari Rembang mengatakan bahwa program Agrosolution berhasil menaikkan hasil panen sedap malam di 2023 dari 30 Ribu batang per hektare setiap bulannya menjadi 35 Ribu batang per hektare yang menunjukkan kenaikan produktivitas sebesar hampir 17 persen. 

“Dengan bantuan program Agrosolution dari Pupuk Kaltim, secara perlahan kami sebagai petani dapat memaksimalkan produktivitas komoditas pertanian, khususnya dalam produksi sedap malam. Seiring dengan peningkatan produktivitas tersebut, keuntungan kami para petani tentunya juga meningkat. Ini merupakan suatu kebanggaan dan menjadi motivasi bagi kami dalam memaksimalkan potensi guna mendukung kesejahteraan pertanian di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, seiring dengan peningkatan produktivitas, keuntungan petani juga meningkat. Jika penjualan hasil 35 ribu batang per hektare per bulan dengan harga Seribu per batang (harga hari biasa) maka total pendapatannya mencapai Rp35.000.000. Sementara biaya produksi sedap malam mulai tanam sampai dengan panen sebesar Rp22.095.000 juta, sehingga keuntungan petani sebesar Rp12.904.500. 

“Dengan program pembinaan kepada petani seperti Agrosolution, Pupuk Kaltim senantiasa berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung kesejahteraan petani Indonesia. Peran pertanian sangat berdampak pada ketahanan pangan nasional. Maka dari itu, kami akan terus mengedukasi, membina, dan memberdayakan petani agar dapat memaksimalkan potensi pertanian,” tutup Khusnia. (d) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES