Indonesia Positif

Pengetahuan yang Perlu Dimiliki agar Tetap Aman saat menjadi Pendana di Fintech P2P

Rabu, 17 April 2024 - 13:02 | 11.50k
Ilustrasi. Foto: ekrut.com
Ilustrasi. Foto: ekrut.com

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beberapa tahun terakhir, minat melakukan pendanaan melalui platform Fintech P2P sebagai alternatif investasi dari berbagai kalangan semakin bertambah. Hal ini tak lepas dari konsep inovatif, aksesibilitas yang lebih mudah, dan potensi keuntungan menarik yang ditawarkan oleh pasar ini.

Salah satu opsi menarik bagi para Pendana yang tertarik dalam mengikuti tren “investasi” melalui Fintech P2P adalah Modal Rakyat. Platform ini mendapat perhatian luas berkat reputasi yang baikdan keamanan data penggunanya yang dijamin. Dengan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Modal Rakyat memberikan kepercayaan bagi para calon Pendana yang ingin menjelajahi salah satu bentuk alternatif investasi melalui Fintech P2P dengan lebih yakin dan terjamin.

Namun, sebaik apapun platform P2P yang ada, tetap penting untuk memiliki pengetahuan dasar terhadap penggunaan Fintech, tujuannya adalah agar pendanaan yang dilakukan tetap aman. Berikut ini beberapa pengetahuan yang perlu dimiliki para calon Pendana:

1. Tantangan Pasar

Perubahan dalam kondisi ekonomi baik secara global maupun regional dapat mempengaruhi performa pendanaan Anda. Kebijakan pemerintah dan perubahan regulasi juga memiliki dampak signifikan terhadap kondisi pendanaan Anda.

2. Risiko Kredit

Risiko kredit merupakan kemungkinan bahwa peminjam tidak mampu melunasi pinjamannya. Meskipun platform fintech P2P melakukan analisis risiko kredit sebelum menawarkan pendanaan kepada Anda , tapi tetap ada risiko bahwa peminjam mengalami kesulitan keuangan yang berujung pada kegagalan pembayaran pinjaman. Ini tentu saja dapat berdampak negatif pada pendanaan Anda, terutama jika portofolio Anda memiliki diversifikasi terbatas.

3. Tantangan Likuiditas

Pendanaan pada fintech P2P mungkin memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi tradisional. Anda mungkin mengalami kesulitan untuk menjual “investasi” Anda dengan cepat atau dengan harga yang diharapkan saat membutuhkan dana tunai secara tiba-tiba. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan tingkat likuiditas pendanaan Anda sebelum Anda benar-benar memutuskan untuk menjadi Pendana pada fintech P2P.

4. Risiko Teknologi

Teknologi memainkan peran sentral dalam industri fintech P2P. Oleh karena itu, risiko teknologi menjadi aspek yang sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan para calon Pendana. Risiko tersebut mencakup potensi ancaman dari serangan siber, kegagalan sistem, atau masalah teknis lainnya yang bisa mengganggu operasional platform fintech P2P dan mempengaruhi pendanaan Anda.

5. Risiko Regulasi

Industri fintech P2P tunduk pada berbagai peraturan dan kebijakan yang dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Perubahan regulasi bisa memiliki dampak signifikan terhadap operasional platform fintech P2P dan nilai pendanaan Anda. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi yang dapat mempengaruhi industri fintech P2P.

6. Risiko Model Bisnis

Beberapa platform fintech P2P mungkin menghadapi risiko terkait dengan model bisnis mereka. Sebagai contoh, i risiko kredit jika penilaian risiko terhadap peminjam tidak efektif. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES