Indonesia Positif

Sosialisasikan Perda Narkotika, Kaharudin Jafar Minta Jangan Kalah dengan Masifnya Narkoba 

Sabtu, 20 April 2024 - 23:11 | 11.37k
Anggota DPRD Kaltim Kaharudin Jafar bersama Kepala BNN Bontang dan Ketua Satgas Narkoba Loktuan berfoto bersama peserta. (FOTO: Kusnadi/TIMES Indonesia)
Anggota DPRD Kaltim Kaharudin Jafar bersama Kepala BNN Bontang dan Ketua Satgas Narkoba Loktuan berfoto bersama peserta. (FOTO: Kusnadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONTANG – Sosialisasi Perda (Sosperda) Nomer 4 tahun 2022 tentang Fasilitasi dan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika dan Prekursor Narkotika dan Psikotropika kembali digelar Anggota DPRD Kaltim Kaharudin Jafar

Giat sosperda untuk kali ke 4 tersebut digelar di Hotel Grand Raodah Bontang, pada Sabtu (20/4/2024) 

Kepala BNN Bontang Lulyana Ramdhana dan Ketua Satgas Anti Narkotika Muhammad Kusnadi menjadi narasumber dalam kegiatan yang dihadiri oleh puluhan anggota LPM Loktuan dan Karang taruna Loktuan tersebut. 

Legislator partai Golkar Kaltim Kaharudin Jafar mengatakan narkoba kini telah menjadi sarana baru untuk merusak tatanan keutuhan rumah tangga. 

“Diperlukan pengetahuan yang memadai dan tekad yang kuat dalam rumah tangga agar menjadikan narkoba tidak merubah ketahanan keluarga,” ujarnya. 

KJ sapaan politisi senior ini mengungkapkan Sosperda dimaksudkan untuk menjaga harapan banyak keluarga yang ingin terbebas dari kepungan penyebaran Narkoba di lingkungan masing masing. 

“Sosperda ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk memahami Perda Narkotika beserta isinya,” ungkap Kaharudin Jafar. 

Sementara dalam paparannya dihadapan peserta Kepala BNN Bontang Lulyana Ramdhana menjelaskan pemetaan narkoba di Kota Bontang berdasarkan data yang ada. 

Salah satu yang diungkap, adanya peredaran sabu yang masif di Bontang bukan jenis narkoba lain salah satunya disebabkan Kota Bontang karena kota industri. Dimana para pekerja yang menjaga ketahanan fisik agar tetap terjaga berkat narkoba. 

“Dibontang mayoritas pake sabu. Kenapa karena Wilayah bontang sebagai tempat industri. Barang ini efeknya bisa bikin melek semalaman, bagi pecandu barang ini penting untuk membantu mereka bekerja, ”ucapnya.

Untuk memaksimalkan potensi wilayah, kehadiran satgas narkoba di kelurahan akan lebih masif dibentuk guna menjadikan aktifitas pencegahan narkoba dapat ditekan. 

Institusi BNN dan Polri baginya telah bekerja keras guna memerangi penyebaran Narkotika di masyarakat. Loktuan pun hingga kini masih yang tertinggi kasusnya.  

Lebih jauh dijelaskan bahwa dukungan pemerintah kota Bontang yang sangat besar telah menjadi amunisi yang sangat berguna. Tahun 2025 dapat dipastikan BNN Bontang sudah memiliki kantor yang lengkap dengan fasilitas yang layak. 

“Loktuan sebagai kota bersinar kami langsung bergerak cepat untuk membentuknya, begitupun yang di Belimbing sudah ada satgas narkoba,“ ujarnya. 

“Kehadiran Satgas nantinya akan membantu peran institusi BNN dan Polri dalam memaksimalkan fungsi penggiat narkoba dalam menjaga wilayah masing masing,” tutup Luly. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES