Indonesia Positif

Bappeda Lombok Utara Laksanakan Musrenbang RPJD KLU 2025-2045

Selasa, 23 April 2024 - 22:40 | 12.61k
Kepala Bappeda KLU Gatot Sugihartono memaparkan sejumlah isu strategis yang dimasukan dalam penyusunan RPJD KLU 2025-2045 di hadapan para peserta dan tamu undangan. (Foto: Herry Mahardika /TIMES Indonesia)
Kepala Bappeda KLU Gatot Sugihartono memaparkan sejumlah isu strategis yang dimasukan dalam penyusunan RPJD KLU 2025-2045 di hadapan para peserta dan tamu undangan. (Foto: Herry Mahardika /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJD) KLU tahun 2025-2045 di Gili Gaya Gallery Pemenang, Selasa (23/4/2025).

Acara Musrenbang ini dihadiri Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, Ketua DPRD KLU Artadi, Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, para asisten, para staf ahli, para Kepala OPD, para camat, para kades, dan perwakilan Bappeda Provinsi NTB. 

Kepala Bappeda KLU Gatot Sugihartono menyampaikan, RPJD KLU memuat visi dan misi pembangunan jangka panjang daerah selama 20 tahun kedepan, yang menjadi koridor dan landasan dalam penyusunan tahapan pembangunan lima tahunan (RPJMD) maupun tahunan (RKPD). Visi RPJD menjadi acuan bagi calon ataupun kepala daerah dalam merumuskan visinya pada periode lima tahunan berkenaan dengan periode RPJMD.

“RPJD selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam menuju perwujudan Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam laporan sambutan. 

Ada beberapa permasalahan kondisi daerah yang menjadi target 20 tahun ke depan sebagai berikut: pertama, tingkat kemiskinan, dari 10 kabupaten/kota di NTB tingkat kemiskinan paling tinggi sebesar 25,80 persen yang sebelumnya mekar dari Lombok Barat menyisakan 39,27 persen angka kemiskinan, selama kurun waktu 13 tahun dari tahun 2011-2023 terus mengalami penurunan yang bervariasi.

Bappeda-KLU.jpg

Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu disaksikan Ketua DPRD KLU, Artadi, Sekda KLU, Anding Duwi Cahyadi memukul benduk gendang beleq sebagai simbol acara dibuka.(Foto: Prokopimda for TIMES Indonesia)

Kurun waktu 2011-2012 berhasil turun 3,28 persen, 2013-2014 turun 0,36 persen, 2014-2015 turun 0,14 persen, 2015-2016 turun 0,92 persen, 2016-2017 turun 1,15 persen, 2017-2018 turun 3,23 persen, 2018-2019 naik 0,2 persen, 2019-2020 turun 2,04 persen, 2020-2021 naik 0,05 persen, 2021-2022 turun 1,11 persen. 

Kedua, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibentuk oleh tiga hal yaitu umur panjang dan hidup sehat, pendidikan, dan standar hidup layak, IPM KLU pada tahun 2022 mencapai 67,09 dan 2023 mencapai 68,02, sesuai data kurun waktu 2011-2023 terus mengalami peningkatan. 2011 mencapai 57,13, 2012 mencapai 58,19, 2013 mencapai 59,2, 2014 mencapai 60,17, 2015 mencapai 61,15, 2016 mencapai 62,24, 2017 mencapai 63,04, 2018 mencapai 63,83, 2019 mencapai 64,49, 2020 mencapai 65,8, 2021 mencapai 66,14, 2022 mencapai 67,09, dan 2023 mencapai 68,02. Ketiga, pertumbuhan ekonomi di KLU selama kurun waktu 2010-2022 mengalami peningkatan dan penurunan, tahun 2010 pertumbuhannya 3,75 terus meningkat 2011 mencapai 5,34, turun lagi 2012 4,08, naik sedikit 2013 4,11, naik lagi 2014 4,59, naik lagi 2015 4,87, naik 5,22 pada 2016, terus meningkat 6,14 di tahun 2017, mengalami penurunan drastis di tahun 2018 karena gempa 0,86, kemudian kembali meningkat 5,88 di tahun 2019, naik 7,46 di tahun 2020, mengalami penurunan drastis lagi di situasi covid-19 1,38 di tahun 2021 dan 2022 menaik 3,49. 

Keempat, tingkat pengangguran terbuka di KLU mengalami bertambah dan menurun, tahun 2011 sebesar 2,63, meningkat 3,39 di 2012, meningkat 3,92 di 2013, 5,42 di 2014, terjadi penurunan drastis di tahun 2015 sebesar 2,15, 2017 1,74, tahun 2016 dan 2018 tidak ada survei, 2019 sebesar 1,99, 2020 3,01, 2021 1,75, 2022 0,38, dan 2023 sebesar 1,4.

Kelima, Indeks Pembangunan Gender, pada indikator ini menggambarkan perbandingan rasio capaian antara IPM perempuan dan laki-laki. Bila melihat angka pada indikator cukup bagus, mulai dari tahun 2017 sebesar 85,34, 2018 85,14, 2019 85,42, 2020 85,44, 2021 85,54, 2022 mencapai 86,33. Kemudian, pada indikator ini pravelensi stunting terus mengalami penurunan dari tahun 2018 34, 2019 33,1, 2020 33,7, 2021 28,31, 2022 22,94, dan 2023 17,73.

Keenam, angka kematian ibu dan bayi, bila mengacu ke data kasus di tahun 2018 31 kasus setiap tahunnya berhasil ditekan, 2019 24 kasus, 2020 19 kasus, 2021 12 kasus, 2022 23 kasus, 2023 13 kasus. Penurunan kasus ditekan 2 hingga 4 kasus per tahunnya. 

KLU juga akan berhadapan dengan laju pertumbuhan dalam kurun waktu 20 tahun kedepan, bila di tahun 2020 jumlah penduduk 246 ribu jiwa maka tahun 2045 menjadi 326 ribu jiwa. Sehingga berpengaruh juga kepada kebutuhan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Yang vital yaitu air, rumah tinggal, energi listrik, fasilitas sosial, kebutuhan perdagangan dan perkantoran. Hal itu juga berpengaruh terhadap penumpukan sampah 38 ribu ton per tahun maka menjadi 47 ribu ton pada tahun 2045.

Bappeda-KLU-a.jpg

Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu disaksikan Ketua DPRD KLU, Artadi, Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, menandatangi berita acara musrenbang. (Foto: Prokopimda for TIMES Indonesia)

Atas dasar itulah, ada delapan isu strategis 20 tahun kedepan, yaitu krisis ketahanan air dan kekeringan, alih fungsi lahan yang masif, sarana dan prasarana kepariwisataan yang belum optimal, kesenjangan pendapatan, rendahnya kualitas SDM, konektivitas jaringan jalan, dan tata kelola pemerintahan. 

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu menyampaikan, proses penyusunan dokumen RPJPD telah melewati proses yang sangat panjang, pelaksanaan Musrenbang merupakan rangkaian tahapan yang harus dilaksanakan dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan sebelum perumusan rancangan akhir RPJPD di tahun 2024.

“Pada hari ini kita diajak untuk bersama- sama merenung atau berkhayal dalam rangka untuk mewujudkan pembangunan di KLU ini selama 20 tahun kedepan,” ujar Djohan.  

Musrenbang RPJPD 2025-2045 dan proses lainnya dalam penyusunan RPJPD bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga target penetapan perda RPJPD bersama dengan DPRD KLU dapat diselesaikan di pertengahan tahun 2024.

Ketua DPRD KLU Artadi menyatakan, apa yang menjadi isu strategis dalam kurun waktu 20 tahun ke depan nanti akan diturunkan dalam RPJMD dan RKPD sehingga memudahkan kepala daerah berikutnya menyusun rencana pembangunannya. Sejumlah isu strategis itu menjadi gambaran secara umum yang kemudian dituangkan secara teknis pada penyusunan APBD setiap tahunnya. “Semoga 20 tahun kedepan KLU semakin sejahtera untuk masyarakat dan kita semua,” katanya.(d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES