Indonesia Positif

Ketua PMII Jatim Gelorakan Perdamaian Dunia

Sabtu, 27 April 2024 - 13:09 | 12.72k
Baijuri Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur saat menggelorakan perdamaian dunia pada puncak Harlah PMII ke-64 di Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri, Jumat (26/4/2024) malam. (FOTO: Baijuri for TIMES Indonesia)
Baijuri Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur saat menggelorakan perdamaian dunia pada puncak Harlah PMII ke-64 di Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri, Jumat (26/4/2024) malam. (FOTO: Baijuri for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Momentum Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ke-64, Baijuri Ketua Umum (Ketum) PKC PMII Jawa Timur (Jatim) gelorakan perdamian dunia.

Hal tersebut Baijuri serukan saat memberikan sambutan pada puncak peringatan organisasi ekstra mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut di Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri, Jumat (26/4/2024) malam.

Menurutnya, gelombang konflik Geopolitik Dunia hingga benturan eskalasi perang yang semakin meluas. Perang yang telah berlangsung selama dua tahun antara Rusia-Ukraina, ekspansi kejahatan perang israel kepada palestina, hingga ketegangan antara Iran-Israel kian tak terbendung. 

Ancaman Potensi Perang dunia ke 3 yang tak terelakkan ini mengundang perhatian khusus bagi Pengurus PKC PMII Jatim. Momentum Harlah PMII ke-64 tahun ini harus menjadi refleksi besar di tengah carut marut politik global yang merupakan ancaman besar bagi integrasi bangsa-bangsa, PMII hari ini telah menjadi organisasi kepemudaan dunia bukan lagi terbatas di Indonesia saja. 

“Maka sudah seharusnya PB PMII sebagai tampuk kepemimpinan tertinggi mengambil peran guna menjembatani inisiatif perdamaian global melalui organisasi pemuda lintas dunia" kata Baijuri, Sabtu (27/4/2024).

Sebagaimana diketahui PB (Pengurus Besar) PMII di era kepemimpinan Abdullah Syukri telah memiliki PCI (Pengurus Cabang Istimewa) diberbagai negara diantaranya ialah : Jerman, Maroko, Korea selatan, dan Turki. Hal ini merupakan aset istimewa apabila menjadi wasilah perdamaian dunia.

"PMII memiliki jaringan cabang di luar negeri, dan juga mas Abe (panggilan akrab Abdullah Syukri) pernah menjadi perwakilan pemuda muslim sekaligus pemuda indonesia dalam konferensi Abrahamic Circles Project yang diinisiasi bapak Dino Patti Djalal (mantan duta besar indonesia untuk Amerika Serikat) ini adalah aset besar jika menjadi trigger perdamaian lintas bangsa. Sebagai ikhtiar mencegah konflik di generasi yang akan datang,” paparnya.

Orang nomor satu di PMII Jatim tersebut juga mengajak para kader PMII mulai dari tingkat Rayon, Komisariat, cabang, Koordinator Cabang, hingga Pengurus Besar menjadi agen perdamaian dalam sirkelnya masing-masing. Hal ini meneladani dan melanjutkan spirit Gus Dur yang dikenal sebagai bapak bangsa karna merangkul setiap Suku, Agama, Ras, dan antar golongan manapun 

"Kita meneladani Gus Dur, menjadi perekat bagi setiap golongan, setiap ras, setiap agama, setiap suku. Kader PMII di segala level baik di kampus maupun di masyarakat haruslah menjadi inisiator perdamaian, inisiator kerukunan, dan inisiator pencegah konflik,” ucapnya.

“Sebab generasi muda telah tertanam komitmen perdamaian maka niscaya benih-benih konflik akan dapat ditanggulangi sedari dini. inilah yang menjadi harapan kita dalam Harlah PMII ke-64, serta tak lupa do'a kami haturkan untuk saudara-saudara kami di palestina semoga ada titik terang menuju keadilan yang lebih baik,” pungkasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES