Indonesia Positif

Festival Seni SMP Kabupaten Kediri Memupuk Jiwa Seni Pelajar, Melestarikan Budaya Tradisi

Sabtu, 27 April 2024 - 21:51 | 12.95k
Penampilan salah satu peserta Festival Seni SMP Kabupaten Kediri. (Foto: Yobby/TIMES Indonesia)
Penampilan salah satu peserta Festival Seni SMP Kabupaten Kediri. (Foto: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Festival Seni SMP Kabupaten Kediri menjadi ajang untuk mengenalkan sejak dini generasi muda pada seni dan budaya tradisional di tengah tantangan arus modernisasi saat ini.

Tantangan tersebut, menjadi salah satu yang harus dilewati para peserta Festival Seni SMP Kabupaten Kediri. Hal itu seperti diungkapkan guru ekstrakurikuler seni SMPN 2 Pare Yoga Achmad Subagyo.

Dalam festival itu SMPN 2 Pare menampilkan tari kreasi baru dengan tema asal mula tradisi Larung Sesaji Gunung Kelud, tradisi ikonik yang dilakukan saat momen bulan suro Gunung Kelud.

Karena tidak banyak anak didiknya yang pernah melihat secara langsung Larung Sesaji Gunung Kelud, Yoga harus memanfaatkan media lain untuk memberikan pemahaman tentang latar belakang tradisi tersebut pada anak didiknya. Tarian itu sendiri ditampilkan dengan cantik oleh anak-anak SMPN 2 Pare.

"Salah satu caranya melalui dokumentasi seperti video-video. Kita perlihatkan prosesnya, apa yang harus disiapkan. Itu kita sampaikan ke anak-anak. Perlu waktu kurang lebih dua minggu untuk persiapan dan latihan," tuturnya, Sabtu (27/04/2024).

Hal serupa juga diungkapkan pembina SMPN 1 Plemahan Endri Winarni. Pada festival tersebut, SMPN 1 Plemahan menampilkan musik tradisi, memadukan alat-alat musik tradisional seperti saron, bonang, kendang, gong, dan kenong.

Dengan 5 personel, masing-masing anak memperlihatkan permainan alat musik tradisional dengan baik, menghasilkan musik kreasi yang atraktif dan menarik.

"Kita perlu waktu tiga bulan terakhir untuk berlatih. Tantangannya, anak-anak belum mengenal alat musik tradisional. Untungnya, setelah tiga bulan terbiasa, anak-anak bisa menguasai alat musiknya dengan baik," jelasnya.

Festival Seni SMP Kabupaten Kediri sendiri merupakan bagian dari seleksi menuju Festival dan Lomba Keterampilan Seni Siswa Nasional (FLS2N). Mereka yang menjadi juara akan mewakili Kabupaten Kediri dalam FLS2N tingkat provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri M Muhsin menuturkan melalui festival seni pelajar ini, nantinya juga diharapkan bisa muncul-muncul seniman kecil baru.

Dengan mulai beroperasinya bandara tradisional Dhoho Kediri, para wisatawan yang berkunjung ke Kediri akan semakin banyak dan memanjakan para wisatawan tersebut dengan event seni dan budaya.

Anak-anak dan para pelajar inilah yang nantinya diharapkan bisa tampil untuk para wisatawan, sekaligus melestarikan budaya tradisional Kediri.

"Ini juga untuk mengembangkan bakat dan minat. Agar anak-anak ini tidak takut bermimpi, di semua bidang termasuk dalam bidang seni dan budaya," jelasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES