Indonesia Positif

Guru Terjerat Pinjol, Presiden NGG : Potret Mengkhawatirkannya Pendidikan Indonesia

Kamis, 02 Mei 2024 - 02:07 | 15.27k

TIMESINDONESIA, MALANG – Guru merupakan faktor penting yang menentukan  berhasil dan tidak dalam proses pendidikan di bangsa, dalam melahirkan generasi bangsa yang bekualitas.

Namun cukup disayangkan justru guru  profesi yang menjadi korban jeratan pinjaman online (pinjol).

OJK merilis delapan kelompok masyarakat yang paling banyak terjerat pinjaman online. Guru menduduki peringkat pertama dengan prosentase sebesar 42 persen. Disusul kemudian korban PHK sebanyak 21 persen,  kalangan ibu rumah tangga 17 persen. Kemudian 9 persen adalah karyawan, 4 persen pedagang, dan 3 persen pelajar. Lalu, sisanya yakni tukang pangkas rambut dan ojek online masing-masing 2 persen dan 1 persen.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjadi salah satu potret tentang permasalahan yang cukup serius merundung para guru di tanah air. Bisa jadi hal ini menjadi bukti jika masalah kesejahteraan masih menjadi masalah utama yang dihadapi oleh para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, atau bisa jadi fenomena ini menjadi potret atas adanya pergeseran life style dikalangan para pendidik bangsa ini.

“Data yang dirilis OJK di mana menyebutkan guru menjadi kelompok masyarakat yang paling banyak terjerat pinjaman online menjadi salah satu potret betapa dunia pendidikan di Indonesia cukup memgkhawatirkan. Seperti jauh panggang dari api kualitas pendidikan di Indonesia yang diangan-angan terus naik dan bermutupun seperti hilang harapan,” ujar Presiden Nusantara Gilang Gemilang Puguh Wiji Pamungkas, Rabu (1/5/2024).

Presiden NGG juga menjelaskan kesejahteraan guru di Indonesia masih menjadi cerita sedih yang belum berakhir.

Sebagian besar guru di Indonesia masih berstatus sebagai tenaga honorer dengan besaran gaji yang cukup memprihatinkan.

“Kondisi ini tentu berkorelasi pada kualitas pembelajaran, karena fokus tenaga pendidik akan terpecah di mana satu sisi harus mengajar dan di sisi lain harus berupaya memenuhi kebutuhan dasar,”  jelas pria asli Arema yang terpilih jadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024-2029 ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun ajaran 2022/2023 ada sebanyak 3,37 juta guru di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, jumlah guru paling banyak berada di jenjang Sekolah Dasar (SD) yang mencapai 1,61 juta orang.

Pemerintah memang telah berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru. Salah satunya dengan program satu juta guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun sepertinya upaya ini relatif berjalan lamban.

Kesejahteraan guru menjadi kunci utama perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh selain itu peneguhan karakter guru juga menjadi catatan penting diera godaan zaman yang semakin banyak. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES