Indonesia Positif

Kemampuan Public Speaking Bekal Penting Masuki Dunia Kerja

Sabtu, 04 Mei 2024 - 19:25 | 14.06k
Siswa SMK PGRI 1 Surabaya saat menerima materi public speaking dari pemateri, Sabtu (4/5/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Siswa SMK PGRI 1 Surabaya saat menerima materi public speaking dari pemateri, Sabtu (4/5/2024). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Para pelajar saat ini mempunyai kendala dalam hal komunikasi. Berani bicara di depan publik kerap menjadi momok bagi pelajar, terutama ketika presentasi maupun menghadapi dunia pekerjaan. Maka dari itulah, SMK PGRI 1 Surabaya menggelar pelatihan public speaking bagi siswa.

Terampil bicara tanpa disadari sangat diperlukan, namun pembekalan bagaimana cara bicara baik dan benar ini terabaikan. Terutama di kalangan pelajar.

"Kendala anak-anak pada saat tes wawancara. Mereka tidak ada persiapan sama sekali. Struktur bicaranya masih belajar banyak,” ujar Dra  Dwitanti Nuzululliana, Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Surabaya, Sabtu (4/5/2024).

Dia mengatakan, pelatihan public speaking sangat penting untuk persiapan memasuki dunia kerja. Terkadang mereka tidak pernah terpikirkan jika menghadapi tes wawancara. 

Keluhan itu seringkali disampaikan siswa didiknya ketika sesi wawancara pada saat melamar pekerjaan, sehingga pihaknya menyambut baik tawaran pelatihan public speaking ini.

“Saya sangat senang sekali ada program public speaking dari Smartfren Community untuk para siswa siswi kami,” ungkapnya.

Berawal dari malu mereka pun berani bicara. Saat disinggung kendalanya apa saja ketika berbicara di depan maupun presentasi tugas sekolah, Satriyo siswa kelas X jurusan elektro mengatakan selama ini dirinya takut salah jika bicara di depan.

"Takut salah dan grogi, itu yang saya rasakan selama ini,” tuturnya saat sesi tanya jawab dengan pemateri. 

Hal yang sama juga dirasakan siswa lainnya merasa dirinya tidak mempunyai keberanian jika bicara di depan. 

Diikuti 30 peserta kelas X dari lintas jurusan, respon dari peserta beragam. Awalnya mereka takut interaksi atau terlalu serius dengan materi  public speaking. Ternyata tidak ditemui sama sekali ketegangan saat menerima materi.

"Kami senang karena pematerinya asyik dan gaul. Jadi tidak membosankan,” kata Rahmat, siswa kelas X jurusan mesin.  

Didi Cahya, Trainer Communication Skill selaku pembicara yang cukup berpengalaman di bidang cuap-cuap ini mengatakan, bahwa secara keseluruhan sebetulnya siswa sudah berani bicara. Hanya saja para siswa perlu latihan.

"Dari pelatihan public speaking ini mereka sebetulnya sudah cakap berbicara tapi belum terarah. Dan perlu latihan-latihan supaya mereka percaya diri, berbicara lebih sistematis memiliki gesture yang meyakinkan,” tutur mantan penyiar Trijaya FM ini. Dan yang terpenting komunikasi mereka lebih efektif sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik.  

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tema “Generasi Muda Cakap Bicara” hasil kolaborasi SMK PGRI 1 Smartfren Community ini tidak lain memperingati Hari Pendidikan Nasional.

"Hardiknas tahun ini Smarftren Community Surabaya mengajak para pelajar  untuk berani bicara dengan mengikuti pelatihan public speaking yang kami buat,” tutur Hamida Soetadji, Leader Smartfren Community. Pelatihan  ini juga bagian dari pembekalan para pelajar  di dunia kerja nantinya.(*)Dunia Kerja: Kunci Public Speaking yang Menarik". (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES