Indonesia Positif

Membedah Novel 'Tak Kenal Maka Taaruf' Karya Mim Yudiarto

Minggu, 12 Mei 2024 - 22:56 | 13.75k
Peserta bedah buku bersama penulis novel Tak Kenal maka Taaruf dan dosen Departemen Sastra Indonesia UM (Foto: M Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)
Peserta bedah buku bersama penulis novel Tak Kenal maka Taaruf dan dosen Departemen Sastra Indonesia UM (Foto: M Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Departemen Sastra Indonesia (DSI) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar bedah novel 'Tak Kenal Maka Taaruf' karya Mim Yudiarto di Laboratorium Drama DSI pada Rabu (8/5/2024) lalu.

Acara ini merupakan kolaborasi Penerbit IPB Press dengan DSI UM. Diskusi ini dihadiri langsung oleh Mim Yudiarto sebagai penulis novel, Dosen DSI Dr Nita Widiati, MPd, sebagai pembahas, dan dimoderatori Ariva Luciandika, MPd.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala DSI, Dr Azizatuz Zahro’, MPd. Ia memaparkan, bahwa sebagai genre sastra, novel adalah representasi bentuk keindahan melalui kata-kata yang perlu diberikan apresiasi.

Sementara Dwi Nastiti sebagai perwakilan Direktur IPB Press, menyampaikan bahwa acara ini adalah rangkaian dari road show novel 'Tak Kenal Maka Taaruf' yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa kampus lain.

Setelah serangkaian sambutan, giliran Mim Yudiarto menjelaskan proses kreatif penulisan novel dan apa saja yang menginspirasinya.

“Awalnya saya menulis novel untuk menjawab tantangan dari teman-teman saya. Saya dikenal sebagai penulis novel-novel thriller, dipaksa menulis komedi romantis yang tak biasa. Jadilah saya menulis novel yang cocok dikonsumsi anak muda, tapi dalam balutan judul yang terkesan religius,” ujarnya.

Departemen-Sastra-Indonesia-UM-2.jpgPenulis, moderator dan penanya yang mendapat doorprize (Foto: M Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)

Menariknya, penulis bergaya nyentrik dengan rambut gondrong ini memaparkan bahwa proses menulis novel ini hanya berlangsung selama 8 hari saja. “Saya memilih latar tempat yang sudah sangat saya kenal, jadi memudahkan saya menyusun alurnya,” ungkapnya.

Dr Nita Widiati, MPd dalam ulasannya memaparkan bahwa novel ini dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami, namun sarat akan pesan positif religius.

“Pak Mim berhasil mencitrakan taaruf sebagai proses menemukan jodoh yang seru. Konfliknya ringan, tapi dekat dengan kehidupan mahasiswa. Poin penting yang saya temukan adalah konsep kebebasan dan konsistensi yang dipadukan dengan apik,” paparnya.

Di momen ini, mahasiswa yang hadir sebagai peserta diberi kesempatan untuk berdialog dengan Mim Yudiarto. Antusiasme mereka sangat tinggi, sehingga banyak pertanyaan yang diutarakan.

Misalnya, tips memunculkan minat menulis, cara menemukan ide cerita yang unik, cara memilih akhir cerita agar berkesan bagi pembaca, dan lainnya. Mahasiswa yang bertanya pun mendapatkan doorprize menarik berupa buku antologi puisi atau novel karya Mim yang lain.

Di bagian akhir acara, Mim Yudiarto menyampaikan bahwa novel ini akan difilmkan oleh rumah produksi Yahywa Titi Mangsa dan direncanakan akan tayang akhir tahun 2024. Pada acara ini, hadir pula penulis naskah film yaitu Whida Rositama, MHum yang juga merupakan Dosen UIN Maliki Malang.

Mim Yudiarto berharap animo masyarakat pada film ini akan sama besar seperti novelnya, meskipun dalam perjalanan pembuatan filmnya terdapat penyesuaian alur cerita. Ia pun yakin film ini akan sangat dinanti oleh penikmat perfilman Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES