Indonesia Positif

Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan Gandeng TIMES Indonesia Bentuk Jurnalistik Kampus Berkualitas

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:07 | 13.29k
Kepala Biro TIMES Indonesia Kabupaten Pacitan, Rojihan saat memaparkan materi Jurnalistik di Ma'had Aly Al-Tarmasi, Jumat (24/5/2024). (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kepala Biro TIMES Indonesia Kabupaten Pacitan, Rojihan saat memaparkan materi Jurnalistik di Ma'had Aly Al-Tarmasi, Jumat (24/5/2024). (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITANMa'had Aly Al-Tarmasi Pacitan, Jawa Timur, bekerja sama dengan TIMES Indonesia untuk meningkatkan kualitas jurnalistik kampus. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh seluruh kader tim media Ma'had Aly Al-Tarmasi selama 9 jam dan dibagi menjadi dua sesi.

Pada sesi pertama, para mahasantri dilatih dasar-dasar jurnalistik, mulai dari menulis berita, mengedit berita, hingga pengambilan foto. Di sesi kedua, mereka diajarkan bagaimana membuat konten video yang baik dan sesuai dengan kaidah videografi.

Mahad-Aly-Al-Tarmasi-2.jpg

Kepala Bagian IT dan Media Ma'had Aly Al-Tarmasi, Yusuf Arifai, mengatakan bahwa mahasantri sangat membutuhkan pers kampus untuk mengabadikan seluruh kegiatan yang ada. 

Peningkatan keterampilan menulis dan memproduksi berita ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi iklim jurnalisme di masyarakat.

Lebih lanjut, Yusuf Arifai menjelaskan bahwa para mahasantri yang tergabung dalam Pers Kampus nantinya diharapkan dapat menyajikan berita seputar pendidikan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keislaman secara sistematis.

Mahad-Aly-Al-Tarmasi-3.jpg

"Masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang pendidikan Islam ala pesantren. Melalui media Pers Ma'had Aly Al-Tarmasi, kami berupaya menyajikan konten yang positif dan membangun," katanya, Jumat (24/5/2024).

Jurnalisme Positif dan Beretika

Sementara itu, Jurnalis TIMES Indonesia Biro Pacitan, Rojihan, memaparkan bagaimana memproduksi berita sesuai dengan kaidah jurnalisme positif. Rojihan juga menekankan pentingnya memahami etika dan prinsip jurnalistik bagi para jurnalis.

"Menjadi jurnalis bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga tentang memahami etika dan prinsip jurnalistik. Jurnalis harus objektif, akurat, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik," terangnya.

Di akhir sesi, Rojihan mengajak mahasantri menciptakan sejarah baru dengan berita positif yang berkualitas agar dikenang generasi mendatang.

"Mari kita catat sejarah kita sendiri dengan berita positif berdasarkan fakta bukan sekadar opini," anaknya.

Dalam kesempatan yang sama, peserta pelatihan jurnalistik, Kusrotin, mengaku tertarik untuk menjadi seorang jurnalis untuk mengabarkan semua hal baik dari kegiatan Ma'had Aly Al-Tarmasi.

"Lebih bersemangat untuk memulai menulis, pointnya kemampuan berbahasa Indonesia kami jadi meningkat," ungkap mahasantri asal Pemalang itu.

Kolaborasi antara Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan dan TIMES Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas jurnalistik kampus dan menghasilkan jurnalis-jurnalis muda yang kompeten dan beretika. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES