Indonesia Positif

Kapolres Magelang Kota dan Wali Kota Kumpulkan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Kamis, 30 Mei 2024 - 16:56 | 6.44k
Kapolres Magelang Kota, AKBP Herlina, S.I.K, M.H. saat memberikan pembinaan kepada para Kepala Sekolah. (FOTO: Dok. Humas Polres Magelang Kota for TIMES Indonesia)
Kapolres Magelang Kota, AKBP Herlina, S.I.K, M.H. saat memberikan pembinaan kepada para Kepala Sekolah. (FOTO: Dok. Humas Polres Magelang Kota for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MAGELANG – Kepala Sekolah jenjang SMP, sampai dengan SMA sederajat mendapatkan pembinaan dari Kapolres Magelang Kota dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Kegiatan yang digelar di SMPN 13 Kota Magelang, pada Kamis (30/5/2024) tersebut, dipimpin oleh Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz dan Kapolres Magelang Kota AKBP Herlina.

Dalam arahan, AKBP Herlina, menyoroti tentang kenakalan remaja. Ia mengatakan bahwa, kenakalan remaja adalah perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat. Perilaku tersebut biasanya dilakukan oleh individu pada usia remaja atau masa transisi dari masa anak-anak ke dewasa. 

"Usia remaja dikategorikan menjadi tiga yaitu, remaja awal usia 10-12, remaja madya, 13-15 dan remaja akhir, 16-19 tahun," terang Herlina.

Herlina juga menjelaskan tentang berbagai bentuk kenakalan remaja yang perlu diwaspadai.

"Berbagai kenakalan remaja seperti, penyalahgunaan narkoba, pornografi atau seks bebas.Tawuran antar pelajar, ketidak patuhan terhadap lalu lintas termasuk ugal-ugalan di jalan raya atau balap liar serta vandalisme," imbuhnya.

Tidak hanya itu, AKBP Herlina juga menguraikan penyebab utama kenakalan remaja yang berasal dari berbagai faktor.

"Beberapa faktor yang memicu kenakalan remaja ini bisa dari keluarga. Stres di keluarga atau situasi tertentu, seperti harapan orang tua yang terlalu tinggi, disiplin yang berlebihan, atau keluarga yang tidak harmonis dan anak yang dititipkan ke kakek, nenek atau saudara juga bisa menjadi penunjang kenakalan," imbuh Herlina.

Selain faktor tersebut, pergaulan juga sangat berpengaruh terhadap karakter tumbuh kembang remaja.

Pengaruh pergaulan bebas dan tekanan dari teman atau senior untuk berperilaku negatif. Kemajuan teknologi smartphone, tak kalah bahayanya. Para remaja yang minim akan informasi sangat rentan terpapar informasi hoaks di media sosial.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz, dalam sambutannya mengapresiasi langkah Polres Magelang Kota dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. 

Wali kota juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan kenakalan remaja.

"Dengan langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Magelang Kota dapat meningkat dan lingkungan sekolah menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa untuk belajar dan berkembang," harap Wali kota.

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi dan strategi. Pihak sekolah dan keamanan dalam menangani kekerasan dan kenakalan di lingkungan pendidikan.

"Diharapkan para Kepala Sekolah dapat lebih proaktif dalam mencegah terjadinya kekerasan serta mampu menangani kasus-kasus yang muncul dengan lebih efektif," pungkas Wali kota Magelang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES