Indonesia Positif

Upacara Hari Lahir Pancasila, Kalapas Banyuwangi Semai Nilai Toleransi Kemajemukan Warga Binaan

Sabtu, 01 Juni 2024 - 18:41 | 8.96k
Inspektur upacara sekaligus, Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono. (FOTO: Lapas Kelas IIA Banyuwangi  For TIMES Indonesia)
Inspektur upacara sekaligus, Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono. (FOTO: Lapas Kelas IIA Banyuwangi  For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Hari Lahir Pancasila adalah momen bersejarah bagi negara Indonesia. Masyarakat memperingati hari penting tersebut dengan menggelar upacara, tak terkecuali Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi yang menjadikan peringatan tersebut sebagai cara menyemai nilai toleransi dalam Pancasila.

Upacara Hari Lahir Pancasila pada, Sabtu (1/6/2024) yang digelar di Lapangan Tenis Blok Timur itu, dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono, dengan diikuti oleh seluruh pegawai dan perwakilan Warga Binaan.

Diketahui, upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 memiliki tema ‘Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045’, dengan demikian, Agus menyampaikan hal penting dalam menyemai nilai Pancasila pada warga binaan.

mencerminkan-kemajemukan.jpg

Nampak warga binaan menggunakan baju adat, mencerminkan kemajemukan. (FOTO: Lapas Kelas IIA Banyuwangi For TIMES Indonesia)

Dalam pidatonya, Agus mengatakan, warga Binaan dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dengan menerapkan sikap toleransi dan saling menghargai antar warga binaan yang satu dengan warga binaan yang lain.

Menurutnya, warga binaan di Lapas berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, namun hal itu harus dimaknai dengan hal yang positif dan menghindari hal-hal yang merugikan.

“Wujudkan sikap saling toleransi dan menghargai sesama, sehingga tercipta kerukunan antar Warga Binaan. Dengan hidup rukun, maka Lapas Banyuwangi akan selalu aman dan kondusif,” kata Agus.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyampaikan pidato dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. 

Agus menyebut bangsa Indonesia patut bersyukur karena sebagai bangsa yang majemuk, Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya menjadi bintang yang memandu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara.

“Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong. Keberagaman yang ada merupakan berkat yang dirajut dalam identitas nasional Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Untuk itu, masih Agus, Pancasila harus senantiasa dijiwai dan dipedomani agar menjadi ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia.

“Selain regulasi yang berlandaskan pada semangat dan jiwa Pancasila, kita juga perlu keteladanan yang tercermin dari etika, integritas, dan karakter para pemimpin dan rakyat Indonesia,” tandasnya.

“Dengan semangat Pancasila yang kuat, saya yakin seluruh tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia akan dapat diatasi,” imbuh Agus. 

Upacara yang digelar oleh Lapas Kelas IIA Banyuwangi itu nampak khidmat, rapi dan mencerminkan kemajemukan, karena peserta upacara menggunakan pakaian adat dari seluruh Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES