Indonesia Positif

25 Alumni Polbangtan Malang Diterima Sebagai PPPK Penyuluh Pertanian di Bojonegoro

Selasa, 11 Juni 2024 - 12:06 | 13.04k
25 alumni Polbangtan Malang diterima sebagai PPPK Penyuluh Pertanian di Bojonegoro. (FOTO: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia).
25 alumni Polbangtan Malang diterima sebagai PPPK Penyuluh Pertanian di Bojonegoro. (FOTO: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, MALANG – Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kesejahteraan penyuluh dan petani tidak pernah berhenti. Kementan bahkan terus memperjuangkan puluhan ribu Tenaga Harian Lepas (THL) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pengangkatan ini sesuai dengan Perpres 49/2018. pengangkatan PPPK khusus penyuluh pertanian diangkat bersama guru, dan tenaga kesehatan. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa tambahan tenaga SDM ini harus membuat pertanian lebih optimal. "Sektor pertanian terus berkembang, sektor pertanian terus tumbuh, pertumbuhan ini harus terus kita jaga. Oleh karena itu, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas," katanya.

PPPK-Penyuluh-Pertanian-2.jpg

Menurut Mentan Amran, penyuluh adalah sosok yang harus terus mendampingi dan mengawal petani di lapangan. "Oleh karena itu, penyuluh harus diberikan perhatian, baik nasib maupun kesejahteraanya. Hal ini yang bisa membuat mereka maksimal dalam mengawal kedaulatan pangan nasional," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, peran penyuluh sangat penting dalam mendampingi petani dalam menjaga stabilitas produksi pangan."Penyuluh harus hadir dalam mendampingi petani dan memberikan solusi yang dihadapi oleh petani di lapangan," ujarnya.

Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pengangkatan penyuluh PPPK ini memperkuat jajaran SDM penyuluh pertanian di lapangan. Hal ini juga menunjukkan dukungan nyata pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi pertanian. 

"SDM pertanian merupakan faktor utama dlm mendukung peningkatan produksi karena dari hasil penelitian, kontribusinya mencapai 50% terhadap peningkatan produktivitas. Sedangkan hasil inovasi teknologi dan sarana produksi kontribusinya sebesar 25%," katanya.

Sebanyak 1.935 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bojonegoro resmi menerima surat keputusan (SK) mereka. Penyerahan SK PPPK tersebut dilaksanakan di GOR Utama Bojonegoro pada Senin (10/6/2024).

Rincian penerima SK PPPK ini meliputi 1.189 Tenaga Guru, 588 Tenaga Kesehatan, dan 158 Tenaga Teknis, termasuk 25 orang alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Malang) yang diterima di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro sebagai Ahli Pertama-Penyuluh Pertanian.

Pejabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto, dalam sambutannya menyatakan bahwa tenaga PPPK yang baru ini diharapkan dapat menjadi mitra yang aktif dalam melaksanakan tugas. "Harapan saya semua yang menerima SK hari ini tidak hanya bekerja biasa saja, tapi harus bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada pemerintah, memberikan ide-ide baru untuk mendapatkan inovasi-inovasi baru. Itulah yang saya sebut dengan tidak kerja secara biasa saja sehingga tidak hanya menjadi pegawai dan harus tetap menjadi mitra yang berinovasi kepada Pemkab Bojonegoro,” ungkap Adriyanto.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara tenaga PPPK dan pemerintah Kabupaten untuk memastikan kontribusi yang optimal dalam pembangunan daerah. "Setelah ini, para tenaga yang menerima SK ini diharapkan lebih optimal lagi potensinya dan bisa terus berkomunikasi dengan pemerintah Kabupaten sehingga bisa memberikan banyak masukan untuk Pemkab Bojonegoro," tambahnya.

Sebagai Direktur di Kementerian Keuangan, Adriyanto berpesan agar seluruh penerima SK PPPK menjalankan tugas mereka dengan baik, memahami program prioritas pemerintah, serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. "Sebagai ASN, tentu harus mengerti program prioritas pemerintah dan menjadi contoh yang baik untuk masyarakat serta peduli kepada lingkungan dan masyarakat," pesannya.

Dengan penyerahan SK ini, diharapkan para tenaga PPPK yang baru dapat berkontribusi secara maksimal dan membawa inovasi serta ide-ide baru untuk kemajuan Kabupaten Bojonegoro.

Direktur Polbangtan Malang Setya Budi Udrayana mengatakan bahwa kami merasa sangat bangga dan terhormat bahwa dari 1.935 tenaga PPPK yang menerima SK, terdapat 25 orang alumni Polbangtan Malang yang diterima di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro sebagai Ahli Pertama-Penyuluh Pertanian. Ini merupakan bukti nyata bahwa pendidikan dan pelatihan yang kami berikan di Polbangtan Malang mampu menghasilkan lulusan yang siap dan kompeten untuk berkontribusi di sektor pertanian.

Diharapkan para lulusan Polbangtan Malang ini tidak hanya bekerja secara biasa saja, tetapi mampu memberikan kontribusi lebih kepada pemerintah dengan ide-ide baru dan inovasi yang dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada Masyarakat, Uud sapaan akrab Direktur Polbangtan Malang melanjutkan.

Kami juga berharap para alumni Polbangtan Malang yang telah diterima ini dapat menjadi contoh yang baik dan teladan bagi rekan-rekan lainnya, serta mampu terus berinovasi dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Kami di Polbangtan Malang akan terus berkomitmen untuk mendukung para lulusan kami, baik dalam hal peningkatan kompetensi maupun dalam hal pengembangan karir, agar mereka dapat memberikan yang terbaik dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Selamat kepada para penerima SK PPPK, khususnya alumni Polbangtan Malang. Semoga Anda semua dapat menjalankan tugas dengan baik dan selalu berinovasi untuk kemajuan Bojonegoro dan Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES