Indonesia Positif

Peringati Hari Air Dunia, Pemkab Sleman Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan

Sabtu, 22 Juni 2024 - 19:41 | 8.87k
Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan di Desa Wisata Pulesari. (Foto: Prokopim Sleman)
Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan di Desa Wisata Pulesari. (Foto: Prokopim Sleman)

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan di Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Turi, pada Sabtu (22/6/2024).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Mirza Anfansury, menjelaskan kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan menjadi upaya konservasi lingkungan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan agar ketersediaan air baku dan air bersih tetap terjamin hingga masa depan. Hal ini juga sejalan dengan tema peringatan Hari Air Dunia 2024.

"Hari Air Dunia tahun ini mengambil tema Air untuk Kesejahteraan atau Boyong Tirto Kautaman. Dan perlu kita ingat pelestarian sumber air merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus dilakukan oleh seluruh pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, pelaku industri, akademisi dan tentunya seluruh masyarakat," jelas Mirza.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini menyampaikan Peringatan Hari Air Dunia menjadi momentum pengingat tentang pentingnya air dan kesadaran untuk menjaga sumber air bersih, agar dapat dinikmati dan dimanfaatkan dengan baik oleh generasi penerus. 

Bupati Sleman juga mengingatkan bahwa perlindungan dan pelestarian sumber air perlu terus diupayakan. Di antaranya dengan melakukan penanaman pohon. 

"Pemkab Sleman terus mengupayakan pengelolaan sumber daya air di antaranya dengan penanaman pohon yang bersifat konservatif, pengelolaan sungai, pengelolaan mata air, pembuatan sumur resapan, serta pembangunan embung dan bendung," jelas Bupati.

Kustini menambahkan, saat ini Kabupaten Sleman memiliki 70 sungai dan 373 mata air. Sedangkan bangunan konservasi air buatan yang sudah terbangun sebanyak  875 bendung dan 28 embung.  

Pembangunan embung dan bendung tersebut dibangun atas kerjasama yang baik antara Pemkab Sleman, pemerintah provinsi maupun Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO).

"Embung memiliki peran penting sebagai konservasi air. Di sisi lain embung juga menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat.  Untuk itu mari kita jaga bersama, baik dari kebersihannya maupun ekosistem yang telah terbangun," ajak Bupati Sleman.

Pada peringatan Hari Air Dunia, Kustini Sri Purnomo berharap masyarakat Sleman dapat semakin bijak dalam pemanfaatan air.

Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap lestari, lanjut Kustini, juga harus dilakukan kepada generasi muda. Diharapkan ketersediaan air tetap terjamin untuk generasi-generasi yang akan datang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES