Indonesia Positif

Berobat dengan Program JKN, Semangat Sembuh dari Kanker

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:29 | 5.99k
Nur Hayati (40), Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Nur Hayati (40), Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LUMAJANG – Kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan kanker serviks adalah kondisi dimana terdapat penumbuhan sel-sel ganas pada leher rahim/serviks tidak terkendali. Penyebabnya, sebanyak 90% pasien yang menderita kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Menjadi penyebab kematian tertinggi baik secara nasional maupun global. Inilah yang dialami oleh Nur Hayati (40), seorang peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dari pemerintah. Ia menderita kanker serviks dan pernah memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. 

"Karena sakit terus menerus, saya dirujuk ke RSUD Dr Haryoto Lumajang. Saya lalu dirawat inap dan dari hasil pemeriksaan dokter mengatakan saya terkena kanker serviks sehingga harus dilakukan tindakan. Banyak sekali tindakan yang harus saya jalani. Sampai akhirnya saya diberi rujukan ke RSUD Dr Saiful Anwal Malang untuk menjalani tindakan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap di sana,” ungkap Nur pada Selasa (11/6/2024).

Sebagai informasi, WHO Regional Asia Tenggara menyebutkan Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi untuk incidence rate atau angka kasus baru dan peringkat keempat untuk mortality rate. Sementara, The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat 408.661 kasus baru dan sebanyak 242.988 kematian di Indonesia pada 2022. IARC memprediksikan terjadi peningkatan 77% kasus kanker pada 2050.

Nur bersyukur, selama proses pelayanan kesehatan di rumah sakit, tak sedikitpun ia dikenai kewajiban membayar tagihan pelayanan kesehatanya. Semua itu sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai prosedur. Ia pun mengungkapkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika belum terdaftar pada kepesertan JKN harus membayar dengan apa untuk biaya perawatan di rumah sakit untuk kanker serviks yang ia derita.

“Selama pengobatan tidak ada biaya sedikitpun yang kami keluarkan. Pelayanan di rumah sakit juga sangat baik, dokternya dan tenaga medis sigap melayani pasien. Tidak ada perbedaaan juga, mana yang pasien umum dan mana yang pasien JKN. Semuanya dilayani dengan mudah dan cepat. Program ini sudah membantu hidup saya dan keluarga saya. Mudah-mudahan peserta yang lain bisa sehat selalu, jangan sampai sakit seperti saya agar dengan gotong royong menjadikan kesehatan lebih baik,” ucap Nur.

Dengan tegar, Nur percaya bisa melewati keadaan itu dengan baik. Mengidap penyakit kanker leher rahim yang bagi sebagian besar orang menakutkan tidak membuatnya resah dan gentar. Nur mengerti saat dokter menyampaikan kondisi yang dideritanya, mulai saat itu juga ia harus berjuang melawannya. Nur percaya dengan berpikir positif dan tekun menjalani proses pengobatan, akan mempercepat proses penyembuhan penyakitnya.

“Program JKN sangat luar bisa besar manfaatnya. Jika tidak ada Program  JKN sangat besar beban biaya pengobatan yang harus saya keluarkan. Saya menghaturkan terima kasih kepada Program JKN telah hadir di tengah masyarakat Indonesia. Saya harap kesinambungan atau keberlanjutan program ini terjaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” ucapnya.

Nur pun berpesan agar masyarakat selalu mengutamakan pola hidup sehat. Dirinya menyampaikan, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Peduli menjaga kesehatan, setidaknya bisa membantu pemerintah dan BPJS Kesehatan dalam menghemat anggaran kesehatan. Nur berharap, masyarakat menyadari betul manfaat dari adanya Program JKN. Ia juga berharap seluruh masyarakat dapat bergabung menjadi peserta aktif JKN, karena suatu waktu akan sangat berguna untuk perlindungan ketika sakit datang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES