Advertisement
Indonesia Positif

Bahas Usulan Sekolah Rakyat dengan Kemensos RI, Begini Kata Sekda Sumba Timur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur telah mengikuti pembahasan usulan penyelenggaraan Sekolah Rakyat bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

TIMES Indonesia,
Bahas Usulan Sekolah Rakyat dengan Kemensos RI, Begini Kata Sekda Sumba Timur
Sekda Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu saat menyerahkan Berita Acara Hasil Verifikasi kepada Biro Perencanaan Kemensos RI. (FOTO: Protokol Pemkab Sumba Timur)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SUMBA TIMUR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur telah mengikuti pembahasan usulan penyelenggaraan Sekolah Rakyat bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Pembahasan ini kami sudah mengikutinya pada 17 April 2025 lalu di Gedung Konvensi Kompleks TMP Kalibata di Jakarta sekaligus penyerahan berita acara hasil verifikasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat dari Pemkab Sumba Timur yang diterima langsung oleh Plt. Kepala Biro Perencanaan Kemensos RI Budi Satriyo,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu Kamis (24/4/2025).

Advertisement

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang melibatkan sejumlah Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan berbagai wilayah yang telah mengajukan proposal dalam menyediakan Sekolah Rakyat.

“Tentu fokus utama pembahasan itu adalah memastikan legalitas lahan, kesiapan sarana dan prasarana serta langkah-langkah teknis lainnya untuk memulai penyelenggaraan sekolah tersebut,” jelas Umbu Ndamu.

Sekolah Rakyat ungkap dia, merupakan inisiatif kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan yang tinggal di daerah terpencil.

Umbu Ndamu juga menyebut, Sekolah Rakyat akan menyediakan pendidikan gratis yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Pemerintah akan menargetkan peserta didik berasal kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Advertisement

“Seleksi akan dilakukan secara bertahap diawali dengan verifikasi status ekonomi dilanjutkan dengan tes akademik,” tuturnya.

Ia menambahkan, adapun Sekolah Rakyat akan dibuka untuk jenjang SD, SMP dan SMA dengan standar pendidikan nasional. Selain mata pelajaran formal, kurikulum juga akan menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme dan keterampilan.

Sekolah Rakyat juga tak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan namun juga menyiapkan para siswa sebagai agen perubahan untuk memutus rantai kemiskinan.

“Kita berharap lulusan Sekolah Rakyat ini dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa Bidik Misi. Mereka didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Siswa Sekolah Rakyat juga akan dibekali keterampilan digital masa kini,” papar Umbu Ndamu.  

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia