Kesehatan

Pasien Covid-19 Sesak Napas, Ternyata Usus Bisa Gantikan Peran Paru Hasilkan Oksigen

Jumat, 23 Juli 2021 - 22:25 | 81.53k
Direktur utama PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Apt. Ge Recta Geson, S.Si, mempraktikkan cara menghirup PRO EM-1 menggunakan nano spray. (FOTO: Ammar Ramzi/TIMES Indonesia)
Direktur utama PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Apt. Ge Recta Geson, S.Si, mempraktikkan cara menghirup PRO EM-1 menggunakan nano spray. (FOTO: Ammar Ramzi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Hingga hari ini, Jumat (23/7/2021) Covid-19 dengan segala efek buruknya telah menyebabkan sedikitnya 79.032 jiwa di Indonesia meninggal dunia. Fenomena kelangkaan oksigen dalam sebulan terakhir adalah imbas dari banyaknya pasien Covid-19 yang mengalami saturasi oksigen drop atau sesak napas.

Hal itu terjadi lantaran adanya pneumonia atau peradangan pada paru-paru. Radang pada paru mengibatkan pertukaran gas dalam gelembung paru (alveolus) terganggu.

Dengan kondisi tersebut, oksigen dari udara sekitar tidak dapat terhirup dengan baik. Bahkan pada pneumonia berat, dipompa dari ventilator sekali pun tidak dapat diserap.

Usus Bisa Gantikan Peran Paru

Agro Mitra Alimentare 2

Hal tersebut disampaikan Direktur utama PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Apt. Ge Recta Geson, S.Si,. Sebagai perusahaan asli karya anak bangsa, PT AMA berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi kesembuhan pasien Covid-19 di seluruh Indonesia.

Bekerjasama dengan EM Research Organization Jepang, PT. AMA memproduksi minuman probiotik PRO EM-1. PRO EM-1 dengan segudang manfaatnya terbukti berhasil memitigasi seluruh efek buruk yang diakibatkan Covid-19.

Kembali kepada kasus peradangan paru-paru yang menyebabkan banyak pasien Covid-19 sesak napas, ternyata dalam kondisi ini usus dapat menggantikan peran paru.

Oksigen diproduksi dan diserap oleh usus melalui Phototrophic Bacteria yang merupakan salah satu konten multistrain probiotik dalam PRO EM1. Bakteri baik ini mampu memproduksi oksigen selama 24 jam sekaligus membersihkan gas dan zat beracun dalam usus.  

Berikutnya yang tak kalah penting ada kandungan Biosurfactant di dalam PRO EM-1 yang bertugas merusak dinding dan duri virus korona. Perusakan itu otomatis membuat Covid-19 lumpuh.

"Dinding dan duri coronavirus varian apapun selalu terdiri dari lemak dan protein. Lemak akan larut apabila terjadi penyabunan oleh biosurfaktan sehingga dinding virus menjadi bocor dan duri virus mrotol. Jadi biosurfaktan mampu menginaktivasi semua varian korona," jelas Recta Geson.

Caranya adalah dengan memyemprotkan PRO EM1 menggunakan nano spray kemudian dihirup. Maka virus Covid-19 yang berada dalam saluran pernafasan sampai paru akan mati.

"Apabila Covid-19 telah masuk dalam organ, maka PRO EM1 dapat diminum untuk segera mematikannya," jelasnya.

PRO EM1 juga mengandung antiinflamasi yang kuat seperti gingerin, embelin, 16 alpha-dehydroxysterone, diallyl sulfide yang mampu mencegah terjadi badai sitokin penyebab peradangan hebat.

"Badai sitokin pada paru ini lah mengakibatkan terjadinya ARDS atau gagal nafas," ucap Recta - sapaan akrabnya.

Terbukti Uji Klinis

Agro Mitra Alimentare 3

Dalam uji klinik yang dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbukti PRO EM1 mampu memodulasi respon imun atau sitokin menjadi seimbang. Seperti kita ketahui bahwa infeksi Covid-19 memakan korban pada orang yang memiliki masalah respon imun.

Pada orang dengan masalah respon imun rendah (sitokin antiinflamasi dominan) maka korona berkembang biak menjadi banyak tidak terkendali sehingga mengakibatkan infeksi hebat penyebab kerusakan paru-paru dan organ lain.

"Demikian pula pada orang dengan respon imun berlebihan (dominasi sitokin proinflamasi) akan terjadi badai sitokin setelah terpapar Covid-19. Keradangan yang hebat akan merusak paru-paru dan organ lain," terangnya.

Sementara bagi mereka yang memiliki respon imun seimbang akan bisa hidup damai berdampingan dengan Covid-19. "Sitokin proinflamasi yang dimodulasi PRO EM-1 akan mengaktivasi NKCell untuk mencari dan memfagositosis korona, sehingga pasien Covid-19 tidak mengalami efek buruk sehingga mengakibatkan hal-hal yang tidak kita inginkan," tutupnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES