Kesehatan

Mikrobiota: Organ Virtual Terpenting yang Terabaikan

Rabu, 09 November 2022 - 15:21 | 119.38k

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejatinya kita memiliki organ virtual (tidak kasat mata) yang sangat penting, tapi belum disadari banyak orang. Yaitu Gut Microbiota (Mikrobiota Usus). Apa itu? Berikut tulisan Ge Recta Geson, founder AMRO Institute, lembaga riset mikrobiota.

***

Dalam tubuh manusia, Gut Microbiota penting layaknya sebuah software untuk menjalankan laptop atau PC. Meskipun dengan memori yang besar atau processor yang cepat, kita tidak dapat mengoperasikan komputer tanpa software

Mikrobiota dalam semua organ utamanya usus menjalankan fungsi programming organ. Metabolisme tubuh dimodulasi agar selalu dalam keadaan seimbang (homeostasis) supaya kita sehat. 

Eubiosis 

Mikroorganisme yang terdiri dari beragam bakteri, jamur dan virus membentuk komunitas ekologis yang dinamakan Mikrobiota Usus. Beragam mikroba ini harus seimbang, artinya didominasi minimal 80% oleh jenis yang menguntungkan/probiotik. Mikrobiota yang beragam dan seimbang dinamakan Eubiosis. 

Mikrobiota yang beragam dan seimbang membuat usus jadi sehat. Usus sehat menyehatkan semua organ.  Ada interkoneksi antara usus dengan semua organ yang dinamakan Gut-All Organ Axis. Jadi usus merupakan pusat kendali tubuh. 

Peran penting Mikrobiota adalah mencerna makanan, detoxifikasi, memperkaya nutrisi hasil cerna makanan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Peran terpenting mikrobiota adalah modulasi sistem imun, sistem syaraf dan sistem endokrin. 

Kenapa anak zaman now gopok (mudah sakit)?

Ibu menurunkan probiotik ke bayinya melalui jalan lahir dan memberi ASI. Bayi mendapat asupan probiotik dan prebiotik (makanan probiotik) terbaik melalui minum ASI. Lazimnya setelah 1000 hari (3 tahun) kolonisasi mikrobiota ini menjadi beragam dan seimbang (ibarat software yang sudah mapan). 

Kolonisasi mikrobiota terlambat (Immature Gut Microbiota) pada bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar dan diperburuk tidak mendapat ASI. Immature gut microbiota belum beragam (ibarat software yang belum mapan), merupakan salah satu bentuk dysbiosis. 

Anak-anak khususnya diperkotaan kurang aktifitas outdoor/outbond, malas gerak, lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget dalam kamar. Hal ini mengakibatkan probiotik tidak berkembang, sebaliknya patogen tumbuh subur mendominasi mikrobiota. Lalu terjadilah dysbiosis. 

Dysbiosis semakin diperburuk oleh pemakaian antibiotik yang tidak rasional. Antibiotik memang dipakai untuk tujuan membunuh patogen penyebab penyakit infeksi. Namun antibiotik membunuh lebih banyak probiotik. 

Penyakit Kronis Menyerang Kelompok Umur Semakin Muda 

Data Riskesdas Prevalensi Penyakit Tidak Menular tahun 2007 dan 2018, menunjukan Diabetes Melitus,  Hipertensi, Penyakit Jantung, Stroke dan kanker menyerang kelompok usia semakin muda, bahkan kelompok usia 15-24 tahun. Terjadi kenaikan prevalensi Penyakit Jantung dan Hipertensi pada semua kelompok umur. 

Pola hidup yang tidak sehat seperti kurang tidur, malas gerak, sering makan fast food dan stres mengakibatkan terjadinya dysbiosis. Dysbiosis diperparah oleh pemakaian antibiotik yang tidak rasional dan termakan residu pestisida dalam produk pertanian dan perkebunan. 

Kodrat Manusia Dysbiosis Waktu Lansia

Setelah 1000 hari pertama populasi probiotik menurun dan sebaliknya populasi patogen bertambah setelah dewasa menuju lansia. Terjadilah dysbiosis apabila tidak ada intervensi suplementasi probiotik.

Kondisi mikrobiota pada lansia ini ibarat software yang mulai rusak.
Dysbiosis pada lansia membuat lansia rentan dengan infeksi maupun penyakit-penyakit kronis. 

Dysbiosis Akar Semua Penyakit

Ragam riset terkini mengungkap bahwa patogenesis (asal mula) hampir semua penyakit karena dysbiosis. 

Terjadi peningkatan permeabilitas dan usus menjadi bocor (leaky gut) pada dysbiosis. Toxin dari patogen masuk peredaran darah, menyebabkan peradangan derajad rendah, sistemik dan dalam jangka waktu yang panjang menjadi peradangan kronis (Chronic Inflammation) penyebab penyakit infeksi dan penyakit kronis dan imun, seperti:

•    DM type 1, Autism, Alergi, Kolik, IBS pada anak
•    DM type 2, Hipertensi, Gastritis, Dyslipidemia, Rhematoid Arthritis, IBS, IBD dan Kanker pada orang dewasa dan lansia. 

Mencerna makanan supaya bisa diserap usus diperankan oleh enzym tubuh. Peran ini juga bisa dikerjakan oleh mikrobiota bahkan nutrisi hasil cerna makanan diperkaya menjadi nutrisi lain seperti enzym, hormon, vitamin, antioksidan, neurotransmitter dll, sehingga status gizi seseorang/anak meningkat. Mikrobiota memiliki lebih dari 6 juta gen (bandingkan dengan 23 ribu gen tubuh kita) bisa mensintesa metabolit apapun yang diperlukan tubuh kita. 

Maka sebaliknya dysbiosis pada balita atau anak menyebabkan terjadinya gizi buruk yang kronis atau stunting. Anak stunting tidak tumbuh baik fisik maupun kognitif. Bahkan sering menderita diare, ISPA dan ISK.

Restorasi Dysbiosis Menjadi Eubiosis Memulihkan Penyakit Sampai Akarnya.
Banyak riset terkini mengungkap bahwa suplementasi probiotik untuk merestorasi dysbiosis menjadi eubiosis bisa memulihkan berbagai macam penyakit. Probiotik Multistrain lebih cepat merestorasi dysbiosis. Dalam paper-paper penelitian ini dijelaskan bagaimana mekanisme aksinya secara metabolomik, metagenomik, metatranskriptomik dan metaproteinomik. 

Penelitian AMRO Institute membuktikan bahwa metabolit probiotik multistrain memiliki aktivitas antiinflamasi atau meredakan peradangan sampai homeostasis/seimbang. 

Mikrobiota eubiosis yang dibangun dengan suplementasi probiotik multistrain mendidik sel imun untuk memproduksi sitokin proinflamasi (respon imun pemicu radang) seimbang dengan sitokin antiinflamasi (respon imun pereda radang). 

Memiliki respon imun yang seimbang membangun pertahanan tubuh terkuat, baik terhadap invasi patogen termasuk virus  maupun peradangan kronis. Tersedia sitokin proinflamasi (ibarat senjata api) untuk menghancurkan benda asing atau melumpuhkan musuh  dan tersedia sitokin antiinflamasi (ibarat pemadam kebakaran) untuk memadamkan api jangan sampai membakar rumah sendiri (peradangan kronis dan badai sitokin), setelah musuh dilumpuhkan.

Balita dengan respon imun yang seimbang akan toleran terhadap paparan:
•    Debu, serbuk sari bunga, protein seafood dan dingin. 
•    Lactosa dalam susu sapi. 
•    Kristal kalsium oksalat yang merupakan metabolit etilen glikol. 

PRO EM1 adalah Suplemen Kesehatan yang mengandung probiotik multistrain hidup dan metabolit aktif dengan masa simpan yang panjang. Telah mendapat izin edar BPOM sebagai Suplemen dalam negeri, berbahan baku alam asli Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES