Kesehatan

Bahaya dan Dampak Jenis Jenis Narkoba Bagi Pecandu

Kamis, 10 November 2022 - 15:18 | 37.13k
Bahaya dan Dampak Jenis Jenis Narkoba Bagi Pecandu

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mereka yang mengonsumsi narkoba biasanya tidak menyadari bahaya dan dampak narkoba yang ditimbulkan oleh narkoba. Bagi mereka, penggunaan narkoba merupakan hal yang lumrah dan menyenangkan. Padahal, selain memberikan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan, penggunaan narkoba juga dapat menimbulkan efek sosial dan psikologis yang buruk, seperti kecanduan, ketergantungan, ketagihan, dan lain sebagainya.   

Dikutip dari kumpulan artikel Ashefa Griya Pusaka.

Pengertian Tentang Narkoba atau Napza

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkoba merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut segala jenis obat yang dilarang oleh pemerintah karena bersifat membahayakan bagi pengguna. Narkotika adalah sebutan untuk zat yang dapat menyebabkan ketagihan, sedation ataupun halusinasi. Obat-obatan terlarang adalah sebutan untuk zat yang dilarang keras oleh pemerintah karena bersifat membahayakan jika digunakan secara berlebihan atau tanpa resep dokter. Narkoba termasuk dalam golongan zat adiktif yang berbahaya bagi kesehatan.

Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan saraf, gangguan pernafasan, penurunan tekanan darah, dan bahkan kematian. Narkoba dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Narkotika
2. Zat psikoaktif lainnya
3. Obat-obatan terlarang

Jenis-jenis Narkotika dan Kandungan Zat Adiktifnya

Narkoba adalah sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada seluruh jenis zat yang dapat menyebabkan ketergantungan, baik fisik maupun psikologis. Narkoba ini biasanya dijadikan sebagai obat-obatan ilegal dan dilarang oleh pemerintah. Meskipun narkoba memiliki efek negatif bagi penggunanya, terdapat beberapa jenis-jenis narkoba yang lebih berbahaya daripada yang lain.

Sabu

Sabu adalah salah satu jenis narkoba yang banyak digunakan di Indonesia. Sabu termasuk dalam golongan obat-obatan stimulan dan merupakan hasil sintesis dari amphetamine. Pengguna sabu akan merasa semakin energik dan cenderung menjadi agresif. Kondisi ini dapat berbahaya bagi pengguna maupun orang di sekitarnya.

Efek Samping Penggunaan Sabu

Efek samping pengguna sabu sangat bervariasi, tergantung pada dosis, frekuensi, dan durasi penggunaannya. Efek samping umumnya meliputi: 

Euforia, berkurangnya rasa lapar dan tidur, berubah suasana hati dan mudah tersinggung
Dalam dosis yang berlebihan, pengguna sabu akan mengalami halusinasi, pingsan, gangguan pernafasan serta syok. Pengguna sabu juga dapat mengalami gangguan mental seperti paranoia atau depresi. Penyalahgunaan sabu secara berlebihan juga dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Penyakit ini disebut sebagai penyalahgunaan narkotika atau alkohol (PNA). Dalam kondisi tertentu, pengguna sabu juga bisa mengalami kesulitan untuk mendapatkan waktu untuk tidur atau makan. Pengguna sabu yang mendapatkan masalah dengan waktu tidur atau makan disebut sebagai insomnia.

Penggunaan sabu juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti:

- Sakit kepala dan migrain
- Mual dan muntah
- Batuk dan pilek
- Gangguan pernafasan
- Diare atau sembelit
- Sakit perut
- Darah tinggi dan jantung
- Obesitas
- Kanker mulut, tenggorokan, dan paru-paru
- Gangguan mental dan perilaku

Ganja

Ganja adalah nama lain dari marijuana, yaitu sejenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk membuat obat-obatan. Ganja umumnya tumbuh di daerah tropis, dan telah lama digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, seperti epilepsy.

Tetapi ganja juga dapat menyebabkan efek samping buruk bagi pengguna, seperti halusinasi dan psikosis. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa penggunaan ganja dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Jadi, meskipun ganja mungkin memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, namun tetap merupakan obat yang berbahaya dan dilarang oleh pemerintah.

Kokain

Kokain adalah narkoba yang terbuat dari ekstrak daun koka. Kokain sangat mudah disuntikkan ke dalam tubuh dan dapat menyebabkan halusinasi serta gangguan pernafasan. Penggunaan kokain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke. Efek samping penggunaan kokain sangat bervariasi, tergantung pada berbagai faktor seperti dosis, frekuensi, dan durasi penggunaannya. Efek samping umumnya meliputi:

- Euforia
- Berkurangnya rasa lapar dan tidur
- Berubah suasana hati dan mudah tersinggung

Dalam dosis yang berlebihan, pengguna kokain akan mengalami halusinasi, pingsan, gangguan pernafasan serta syok. Pengguna kokain juga dapat mengalami gangguan mental seperti paranoia atau depresi. Penyalahgunaan kokain secara berlebihan juga dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.

Kokain adalah sebuah narkoba yang dihasilkan dari ekstrak kering daun coca. Coca adalah sejenis pohon yang tumbuh di daerah tropis Amerika Selatan. Penggunaan kokain sangat berbahaya bagi kesehatan, dan dapat menyebabkan beberapa penyakit serius, seperti stroke dan infeksi HIV/AIDS.

Penggunaan kokain juga dapat menyebabkan masalah mental seperti paranoia, psikosis, dan depresi. Kokain juga bisa menyebabkan gangguan jantung, pernafasan, dan ginjal. Ini adalah salah satu Alasan utama mengapa kokain sangat berbahaya bagi siapa pun yang menggunakannya. Kokain menyebabkan ketergantungan fisik dan mental pada penggunanya. Penggunaan narkoba jenis ini secara terus menerus akan menyebabkan toksisitas bagi tubuh, yang dapat berakibat fatal. Zat psikoaktif seperti ganja dan ekstasi, di sisi lain, menimbulkan efek psikologis pada penggunaannya. Efek ini biasanya tidak permanen, namun beberapa orang dapat mengalami gangguan mental akibat penyalahgunaan narkoba jenis ini.

Kokain biasanya dikonsumsi dengan cara disuntik atau dihisap melalui hidung, namun beberapa orang juga menggunakannya sebagai bahan untuk merokok. Penyalahgunaan kokain akan menyebabkan gangguan pernapasan, jantung, dan ginjal. Kokain juga dapat menimbulkan efek psikologis seperti halusinasi dan paranoia.

Heroin

Heroin adalah jenis narkoba yang dibuat dari tanaman opium. Opium adalah bahan aktif dalam heroin, dan heroin adalah hasil sintesis dari opium. Efek-efek yang ditimbulkan oleh penggunaan heroin termasuk depresi pernapasan, ketergantungan, dan overdosis. Kandungan heroin biasanya berupa bubuk putih atau cairan kental, dan penggunaannya dilakukan dengan cara disuntikkan, dihirup, dihisap atau dibakar. Narkoba ini sangat populer di kalangan pengguna narkoba karena efeknya yang sangat menenangkan dan memberikan kesenangan. Heroin juga dapat dengan mudah diperoleh di pasaran dan harganya relatif murah. Penggunaan heroin akan menyebabkan beberapa efek samping, seperti:

* Rasa sedih dan putus asa
* Kesulitan untuk bernapas
* Rasa mual dan muntah-muntah
* Gangguan saraf
* Incoordination (kekakuan otot)
* Kehilangan rasa pernah hidup
* Mati rasa
* Ketagihan 

Efek heroin tergantung pada seberapa banyak obat yang diminum dan bagaimana cara meminumnya. Umumnya, pengguna heroin merasakan "gelisah" kesenangan diikuti dengan rasa sejahtera dan relaksasi. Namun, heroin juga dapat menyebabkan mual dan muntah, sembelit, mengantuk, dan kebingungan. Efek jangka panjang dari penggunaan heroin termasuk insomnia, pembuluh darah yang kolaps, abses, dan penyakit hati.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah kecanduan heroin adalah dengan menghindari penggunaan narkoba sama sekali. Jika Anda memilih untuk menggunakan heroin, pastikan untuk mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari kecanduan. Gunakan hanya sedikit obat dan jangan pernah menggunakannya lebih dari sekali seminggu. Jangan menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah Anda – ini meningkatkan risiko kecanduan. Jika Anda menyuntikkan heroin, pastikan untuk menggunakan jarum yang bersih dan jangan dibagikan kepada orang lain. Terakhir, waspadai tanda-tanda kecanduan dan dapatkan bantuan jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda kecanduan heroin.

Ekstasi (Inex)

Ecstasy atau ekstasi adalah sejenis obat yang sangat populer di kalangan remaja dan dewasa muda. Obat ini biasanya digunakan untuk merasa lebih baik ketika sedang bersenang-senang atau ketika ingin mendapatkan rasa sakit. Walaupun efek samping dari ekstasi seringkali terlihat sebagai hal yang positif, sebenarnya ada banyak bahaya yang terkandung di dalamnya. Ekstasi juga merupakan bentuk obat yang umumnya digunakan untuk meningkatkan rasa sensasi yang tinggi dan / atau meningkatkan gairah seksual. Ekstasi juga dikenal sebagai MDMA dan sering dikonsumsi dalam bentuk kapsul, pil, atau tablet. Bentuk cair ekstasi biasanya disebut "kelly blue", "liquid X" atau "liquid ecstasy".

Ekstasi terbuat dari bahan kimia yang disebut MDMA (metilendioamin). MDMA berasal dari amphetamine, sebuah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati ADHD. Bahan kimia ini dapat menyebabkan euforia dan memberikan rasa senang yang luar biasa. Ekstasi juga dapat menyebabkan kelainan mood dan perilaku yang berpotensi merusak hubungan sosial dan pekerjaan. Gejala-gejala ini termasuk paranoia, ilusi, halusinasi, dan perilaku yang tidak wajar.
Ekstasi dapat menyebabkan beberapa efek samping serius, termasuk:

• Dehidrasi
• Mual
• Muntah
• Diare
• Pusing (vertigo)
• Detak jantung yang cepat dan tidak teratur (takikardia) atau ritme jantung yang tidak normal (arrhythmia) sehingga perlu perawatan medis darurat. Tekanan darah tinggi (hipertensi) juga bisa terjadi. Kondisi-kondisi ini sangat berbahaya bagi mereka yang menderita kardiovaskular atau gangguan ginjal. Serangan jantung atau stroke juga bisa terjadi.
• Gangguan mental seperti halusinasi dan perilaku yang tidak wajar sangat berbahaya bagi orang-orang dengan gangguan mental seperti skizofrenia atau bipolar. Kondisi ini juga dapat menimbulkan masalah sosial dan kerja.
• Ketergantungan: Orang-orang yang menggunakan ekstasi secara teratur akan mengalami ketergantungan fisik dan psikologis. Gejala penarikan (withdrawal) termasuk mual, muntah, diare, insomnia, iritabilitas, depresi, dan rasa lelah berat.

Fentanyl

Narkoba jenis fentanyl ditemukan pertama kali di tahun 1960-an. Fentanyl adalah narkoba yang termasuk dalam golongan opioids dan digunakan sebagai analgetik. Efek yang ditimbulkan oleh fentanyl sangat berbahaya, hal ini dikarenakan kandungan yang terdapat didalamnya.

Fentanyl adalah sejenis narkoba sintetik yang mirip dengan morfin. Fentanyl dapat ditemukan dalam bentuk tablet, pil, serbuk, dan larutan. Narkoba ini biasanya digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang parah. Namun, fentanyl juga bisa digunakan untuk tujuan non-medis seperti meningkatkan rasa percaya diri atau membuat penderita merasa lebih baik.

Kandungan fentanyl berbahaya bagi kesehatan karena bisa menyebabkan gangguan pernafasan dan kejang-kejang. Efek negatif lainnya yang ditimbulkan oleh penggunaan fentanyl adalah mual, muntah, diare, tekanan darah rendah, dan detak jantung yang tidak teratur. Penggunaannya juga bisa menyebabkan overdosis yang bisa berakibat fatal. Narkoba jenis fentanyl adalah sejenis narkoba yang mengandung turunan dari opioid. Opioid adalah sejenis obat yang digunakan untuk mengobati rasa sakit, dan turunannya termasuk diantaranya fentanyl.

Fentanyl sendiri merupakan narkoba yang sangat berbahaya karena ia dapat memicu ketergantungan yang cepat dan dapat menimbulkan efek samping seperti halusinasi, depresi, dan bahkan kematian. Kandungan fentanyl sendiri berisi zat aktif yang disebut dengan fentanil, dan zat inilah yang membuat narkoba jenis ini begitu berbahaya bagi pengguna.

Efek samping yang paling umum dari penggunaan narkoba fentanyl adalah mual, muntah, diare, dan gangguan tidur. Efek samping lainnya termasuk:

- Anxiety (kecemasan)
- Depresi
- Resiko overdosis

Yaba

Yaba, juga dikenal sebagai methcathinone, adalah obat perangsang kuat yang dapat memiliki efek parah pada tubuh. Ini biasanya ditemukan dalam bentuk tablet atau bubuk, dan sering diminum, dihirup, atau disuntikkan. Yaba dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, serta psikosis, paranoia, dan agresi. Ini juga dapat menyebabkan kecanduan dan kematian.

Yaba adalah stimulan kuat yang dapat memiliki efek serius pada otak. Ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan perilaku, serta perubahan fisik seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Yaba juga dapat menyebabkan kecanduan dan masalah kesehatan lainnya.

Yaba, juga dikenal sebagai metamfetamin, adalah obat yang menjadi semakin populer di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Obat ini murah dan mudah didapat, serta efeknya kuat dan tahan lama. Yaba telah disalah gunakan atas berbagai masalah dalam masyarakat Thailand, dari meningkatnya tingkat kejahatan hingga peningkatan jumlah kecelakaan di jalan.

Terlepas dari reputasinya, yaba tetap populer di kalangan banyak orang Thailand. Ini biasanya digunakan sebagai obat pesta, dan banyak anak muda menganggapnya sebagai ritus peralihan. Ada juga pasar bawah tanah yang berkembang untuk narkoba, dengan pengedar menjualnya kepada pengguna yang ingin menghindari polisi.

Penggunaan yaba telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang serius, termasuk psikosis, kerusakan otak, dan kematian. Narkoba juga dapat menyebabkan kecanduan dan ketergantungan.
Psikotropika – Definisi, Jenis-jenis dan Kandungan Zat

Dalam artikel ini kita akan membahas obat psikotropika berdasarkan golongan. Psikotropika adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan mental dan perilaku. Golongan obat psikotropika dibagi menjadi empat, yaitu golongan I, II, III, dan IV.

Jenis-jenis obat psikotropika

Obat psikotropika dibagi berdasarkan golongan, yaitu:

- Golongan I: Zat yang mempunyai efek psikoaktif seperti halusinogen (psilocybin, LSD, dll) dan obat-obatan yang digunakan dalam anestesi umum (ether, chloroform, dll).

- Golongan II: Zat yang mempunyai efek psikoaktif seperti stimulan (kokain, amphetamin, dll) dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit mental (antipsikotika, antidepressant, dll).

- Golongan III: Zat yang mempunyai efek psikoaktif seperti depresant imajinasi (marijuana/cannabis) dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan jiwa (barbiturat, diazepam, dll).

- Golongan IV: Zat yang mempunyai efek psikoaktif seperti penenang (Phenobarbital, dll) dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan saraf pusat (barbiturat, diazepam, dll).

Alprazolam

Alprazolam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, seperti ketegangan, rasa cemas, dan panik. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gejala-gejala fisik akibat gangguan kecemasan, seperti tremor (getaran), sulit tidur, berkeringat, sering kesulitan bernafas, dan detak jantung yang cepat. Alprazolam bekerja dengan cara menenangkan otak dan saraf-saraf pada tubuh. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Alprazolam biasanya dikonsumsi sebanyak 2-4 kali sehari. Anda harus mengikuti petunjuk dokter dengan benar saat mengkonsumsi obat ini. Jangan mengkonsumsi lebih dari yang dianjurkan oleh dokter.

Efek samping yang umum dari alprazolam meliputi pusing, rasa lelah, diare, mual, dan sakit perut. Efek samping yang jarang dari alprazolam meliputi gangguan fungsi hati, anemia, reaksi alergi, agitasi, kesulitan bernapas, dan gangguan koordinasi. Komplikasi yang serius dari alprazolam hanya terjadi pada pasien yang memiliki masalah fungsi ginjal atau hati.

Penggunaan alprazolam secara rutin bisa menimbulkan ketergantungan, dan ketika Anda hendak berhenti mengkonsumsinya maka Anda akan mengalami withdrawal symptoms (gejala putus zat) seperti halusinasi, tremor, delirium, dan lain-lain. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk mengkonsumsinya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Kandungan alprazolam berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, setiap tablet alprazolam mengandung 0,25 mg, 0,5 mg, atau 1 mg alprazolam.

Happy Five

Fakta Happy Five Berbahaya Bagi Tubuh – Jenis narkoba ternyata tidak ada habisnya. Selalu muncul dengan jenis dan tingkat bahaya yang berbeda-beda. Bukan hanya ganja, sabu, heroin atau kokain saja yang bisa berbahaya bagi tubuh. Namun narkoba jenis ini pun memiliki tingkat kebahayaan sangat tinggi pula. H5 atau happy five biasa dikenal juga sebagai pil janda. Istilah tersebut dimilikinya karena warna nya merah muda. Narkoba jenis ini sering dipakai oleh para artis dan juga penyalahguna yang sering melakukan dugem.

Happy five ini memiliki nama asli Erimin 5. Bisa juga disebut sebagai nimetazepam. Nimetazepam merupakan salah satu obat yang memiliki jenis yang hampir mirip dengan Benzodiazepine. Happy five diproduksi di Jepang dan juga China. Erimin five atau happy five merupakan salah satu jenis narkoba yang termasuk ke dalam psikotropika golongan 4. Meskipun tidak sekuat jenis narkoba lainnya namun narkoba jenis ini memiliki tingkat kecanduan bagi penyalahguna nya. Lalu ada 4 fakta happy five yang akan dibahas secara tuntas. Apa saja bahaya bagi tubuh? Mari kita bahas dalam artikel ini.

Happy five atau erimin five merupakan salah satu jenis obat depresan. Depresan merupakan salah satu jenis obat yang dapat dikonsumsi sebagai obat yang mengatasi orang yang depresi sehingga dapat membantu seseorang menjadi tenang dan tidur sehingga dapat mengatasi kegelisahannya. Biasanya happy five dikonsumsi secara oral dengan bentuk tablet. Namun seperti pada jenis narkoba lainnya bahwa jika dikonsumsi secara berlebihan maka akan menyebabkan kecanduan dan tentunya sangat berbahaya bagi tubuh.

Bagi sebagian orang yang mengalami depresi, sering mengalami kecemasan, kegelisahan dan berbagai gejala depresi lainnya harus diberi obat penenang agar mampu mengatasi gejala-gejala yang dialaminya yang bisa saja membahayakan dirinya dan juga orang lain. Bukan hanya gejala ringan yang dapat dialami ternyata pada faktanya masih banyak dampak berbahaya yang dapat dirasakan diantaranya adalah dapat menimbulkan penurunan aktivitas otak, menimbulkan kelainan pada perilaku dan mental serta merusak sistem saraf.

Jika saraf sudah terganggu maka akan berdampak bagi seluruh kinerja tubuh. Penyalahguna narkoba jenis ini akan mengalami halusinasi, perasaan atau suasana hati yang berubah-ubah serta menyebabkan ketergantungan. Selain itu karena happy five atau erimin five dapat merusak dan menimbulkan kelainan pada sistem saraf. Hal tersebut menyebabkan penyalahguna akan merasakan kesulitan untuk berbicara, bergerak serta mengkoordinasikan fungsi tubuh atau gerakan tubuh yang satu dengan tubuh yang lainnya.

Yang tidak kalah membahayakan nya pun penyalahguna yang mengonsumsi happy five atau erimin five secara berlebihan dapat menyebabkan penyalahguna kehilangan kesadaran bahkan kematian. Oleh sebab itu pencegahan untuk tidak mengkonsumsi jenis narkoba satu ini sangat perlu dilakukan melihat fakta happy five yang sangat berbahaya bagi tubuh. Itulah 4 fakta happy five atau erimin five yang sangat berbahaya bagi tubuh. Happy five tidak hanya menimbulkan gejala mual, muntah saja tetapi happy five bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, kerusakan sistem saraf bahkan kematian.

Tidak sedikit penyalahguna yang menyukai narkoba satu ini karena bisa menimbulkan efek tenang dan dapat mengatasi kegelisahan serta kecemasan yang dialaminya. Namun penyalahguna tidak menyadari bahwa jika dikonsumsi secara berlebihan justru menyebabkan efek yang berbahaya bagi tubuh. Happy five atau erimin five merupakan salah satu jenis narkoba yang disintesis pada tahun 1962 oleh tim yang berasal dari Hoffman La Roche. Biasanya jenis obat ini diresepkan untuk pasien yang mengalami insomnia parah. Namun hal tersebut dilakukan untuk perawatan jangka pendek. Pada saat ini karena banyak yang menyalahgunakannya menyebabkan obat ini termasuk ke dalam psikotropika dan menyebabkan ketergantungan dan berbahaya bagi tubuh.

Dumolid

Dumolid adalah salah satu jenis obat keras yang digunakan untuk mengobati gangguan jiwa. Obat ini termasuk dalam kelompok obat psikoaktif dan dapat menimbulkan efek samping seperti halusinasi, agitasi, dan tremor. Kandungan dari dumolid berupa zat kimia bernama diazepam. Dumolid adalah obat yang mengandung bahan kimia buprenorfin. Buprenorfin merupakan opioid yang digunakan untuk mengobati nyeri. Opioid adalah senyawa kimia yang dapat menghambat sistem saraf pusat dan mengurangi rasa nyeri.

Dumolid bekerja dengan cara menghambat neurotransmiter (senyawa kimia penghubung) di otak, sehingga menurunkan rasa nyeri. Dumolid dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis nyeri, seperti nyeri setelah operasi, nyeri akut, dan chronic pain.

Efek samping umum dari dumolid adalah mual, muntah, diare, gangguan tidur, pusing, dan rasa lelah. Efek samping yang lebih serius termasuk gangguan koordinasi, kesulitan berjalan, kesadaran menurun, hingga koma. Kondisi ini biasanya terjadi pada awal pengobatan dan akan hilang setelah tubuh Anda terbiasa dengan obat. Kandungan dalam Dumolid:

- Fenitoin
- Lidokain

Riklona

Riklona adalah sebuah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi cairan di dalam tubuh, sehingga tekanan darah turun. Riklona biasanya digunakan bersama dengan obat-obatan lain untuk mengobati tekanan darah tinggi, dan tidak boleh digunakan sendiri. Riklona adalah sejenis obat narkotika yang memiliki efek yang sangat sedatif dan dapat menimbulkan ketergantungan. Riklona biasanya digunakan sebagai obat penenang atau untuk mengobati gejala-gejala seperti insomnia, nyeri, anxiety, dan gangguan mental lainnya. Kandungan yang terdapat dalam riklona biasanya berupa zat kimia seperti kloroform, etanol, dan metilen klorida. Riklona juga sejenis obat yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri, seperti nyeri haid, nyeri setelah operasi, ataupun nyeri yang disebabkan oleh infeksi.

Riklona juga dapat digunakan untuk mengobati diare, batu ginjal, dan asma. Kandungan utama dalam riklona adalah ibuprofen, sebuah zat antiinflamasi non-steroid (NSAID). Selain itu terdapat juga kandungan lain seperti asam askorbat, magnesium stearat, dan talk. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup.

Riklona dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, mual, diare, dan konstipasi. Efek samping yang lebih serius termasuk reaksi anafilaksis (hypersensitivity reaction).

Tramadol

Tramadol adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat. Tramadol bekerja dengan menekan rasa sakit yang diterima oleh saraf dan otak. Tramadol umumnya diberikan setelah operasi, namun juga bisa digunakan untuk mengatasi nyeri kronis seperti nyeri punggung atau nyeri sendi.

Tramadol merupakan obat opioids, yaitu kelompok obat yang juga termasuk obat-obatan seperti kodein, morfin, dan heroin. Efek samping tramadol antara lain mual, muntah, diare, pusing, gangguan pencernaan, dan gangguan tidur. Kondisi ini akan semakin buruk apabila tramadol digunakan dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi.

Tramadol adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat. Tramadol dapat dibeli dengan resep dokter. Efek samping yang paling umum dari tramadol adalah mual, diare, dan kantuk. Namun, efek samping yang serius juga dapat terjadi seperti:

• Rasa lelah yang berlebihan
• Gangguan saraf
• Pusing
• Tekanan darah rendah
• Detak jantung yang tidak teratur
• Kejang-kejang

Valium

Valium adalah salah satu jenis obat penenang yang berfungsi untuk mengurangi rasa gelisah dan ketegangan. Obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot yang kaku, sehingga mengurangi rasa nyeri. Valium juga dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala akibat tekanan darah tinggi, migrain, dan cluster headache. Meskipun valium memiliki banyak manfaat, obat ini juga dapat menimbulkan efek samping tertentu bagi sebagian orang.

Efek samping yang paling umum timbul setelah mengkonsumsi valium adalah gangguan pencernaan seperti mual dan muntah. Diare juga sering terjadi pada beberapa orang setelah minum valium. Efek samping lainnya termasuk gangguan koordinasi otot, tremor (getaran), rasa lelah, gangguan penglihatan, gatal-gatal, hiperaktifitas, dan masalah dengan fungsi ginjal. Kondisi ini akan semakin parah apabila dosis valium yang dikonsumsi terlalu tinggi. Jika hal ini terjadi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Valium juga dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan seperti masalah pencernaan, gangguan koordinasi otot, tremor (getaran), rasa lelah, gangguan penglihatan, gatal-gatal, hiperaktifitas, dan masalah dengan fungsi ginjal. Kondisi ini akan semakin parah apabila dosis valium yang dikonsumsi terlalu tinggi. Jika hal ini terjadi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Hexymer

Obat Hexymer digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson atau gerakan tak terkendali akibat efek samping obat psikiatri tertentu. Salah satunya seperti obat golongan antipsikotik seperti klorpromazin/haloperidol).

Hexymer tablet mengandung zat aktif trihexyphenidyl hydrochloride. Zat aktif ini dapat mengobati kekakuan otot, mengontrol produksi keringat dan air liur, serta membantu meningkatkan kemampuan berjalan pada penderita penyakit Parkinson.

Efek samping yang paling umum dari Hexymer adalah mual, muntah, dan diare. Efek samping ini biasanya hilang setelah beberapa hari. Jika tidak, hubungi dokter Anda. Efek samping potensial lain dari Hexymer termasuk:

- Sakit kepala
- Pusing
- Kelelahan
- Nyeri otot atau sendi
- Ruam kulit atau gatal
- Perubahan nafsu makan
- Penambahan atau penurunan berat badan
- Sembelit atau gas
- Rambut rontok

Dampak Dan Bahaya Yang Ditimbulkan Dari Penggunaan Obat Yang Mengandung Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya.

Dampak dan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan obat yang mengandung narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan zat-zat tersebut dapat menyebabkan penyalahgunaan, penipuan, kerusakan saraf, bahkan kematian.

Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya adalah obat-obatan yang dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan mental dan fisik. Penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dapat menyebabkan gangguan mental seperti halusinasi, ketagihan, kecanduan, dan ketergantungan. penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak, ginjal, hati, paru-paru, dan organ lainnya. Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti stroke, infeksi saluran pernafasan tinggi, depresi, anxiety disordersdan psychosis.

Penggunaan obat yang mengandung narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya dapat memberikan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Efek samping ini dapat berupa gangguan jantung, stroke, gangguan hati, gangguan ginjal, kerusakan saraf, hingga kematian. Penyalahgunaan obat-obatan ini juga dapat menyebabkan ketergantungan dan toleransi (kebutuhan akan dosis yang semakin tinggi untuk mendapatkan efek yang sama). Ketergantungan dan toleransi ini dapat menyebabkan overdosis yang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa orang mungkin dapat berhenti menggunakan narkoba sendiri, tetapi bagi kebanyakan orang, bantuan profesional diperlukan. Perawatan biasanya dimulai dengan detoksifikasi, yang membantu orang tersebut secara fisik gejala putus zat dari obat. Ini diikuti dengan konseling dan terapi, yang dapat membantu orang tersebut untuk memahami dan mengatasi penyebab yang mendasari kecanduan mereka. Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala putus zat dan keinginan untuk menggunakan.
 
Cara Mengatasi Sakau Akibat Kecanduan Narkoba

Gejala sakau adalah salah satu alasan utama mengapa orang berjuang dengan kecanduan narkoba. Ketika Anda kecanduan suatu zat, tubuh Anda menjadi terbiasa dan mulai mengalami efek negatif saat zat itu tidak ada. Gejala sakau dapat berupa fisik, mental, dan emosional serta dapat berkisar dari ringan hingga berat. Beberapa gejala umum termasuk kecemasan, depresi, lekas marah, insomnia, dan gemetar. Sementara gejala penarikan bisa sulit untuk ditangani, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala sakau.

Gejala sakau adalah cara tubuh memberitahu Anda bahwa ia membutuhkan zat tertentu untuk berfungsi dengan baik. Ketika Anda tiba-tiba berhenti menggunakan obat-obatan atau alkohol, tubuh Anda dipaksa untuk menyesuaikan diri dan ini dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak nyaman dan terkadang berbahaya.

Ada banyak potensi penyebab gejala putus obat ketika seseorang berhenti menggunakan narkoba. Ini dapat mencakup faktor fisik dan psikologis.

Penyebab fisik mungkin termasuk kebutuhan tubuh akan obat, serta perubahan kimia otak yang terjadi dengan penggunaan obat jangka panjang. Faktor psikologis mungkin termasuk kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya yang dapat diperburuk oleh penggunaan narkoba.

Gejala sakau dapat bervariasi tergantung pada orang dan obat yang digunakan. Beberapa gejala umum termasuk mual, muntah, diare, berkeringat, gemetar, dan demam. Gejala yang lebih serius dapat mencakup kejang dan halusinasi.

Gejala sakau bisa sulit untuk ditangani, tetapi ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu orang melalui proses ini. Kelompok pendukung, terapi, dan pengobatan semuanya dapat membantu dalam mengelola gejala penarikan dan membantu seseorang untuk pulih dari kecanduan.

Gejala sakau yang paling umum meliputi:

- Kecemasan
- Depresi
- Iritabilitas
- Perubahan suasana hati
- Insomnia
- Sakit kepala Sakit
- Berkeringat
- Mual dan muntah

Jika mengalami gejala sakau karena kecanduan narkoba, penting untuk mencari bantuan profesional. Gejala sakau bisa sulit untuk diatasi sendiri, dan bantuan profesional dapat membuat prosesnya lebih mudah. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala sakau:

1. Minum banyak cairan. Ini akan membantu tubuh Anda mengeluarkan racun dari obat-obatan.
2. Makan makanan sehat. Makan makanan bergizi akan membantu tubuh Anda sembuh dan memberi Anda energi yang Anda butuhkan untuk melewati penarikan.
3. Istirahat yang cukup. Tidur akan membantu tubuh Anda pulih dari stres fisik dan mental karena penarikan.
4. Hindari pemicu (trigger). Cobalah untuk menjauh dari orang, tempat, dan hal-hal yang mengingatkan Anda tentang penggunaan narkoba Anda. Ini dapat membantu mencegah kekambuhan.
5. Carilah bantuan profesional. Program detoks medis dapat memberi Anda perawatan dan dukungan yang Anda butuhkan untuk detoksifikasi dengan aman dari obat-obatan dan mengatasi gejala penarikan
Gejala putus obat bisa jadi sulit diatasi ketika mencoba berhenti menggunakan narkoba, tetapi ada cara untuk mengelolanya. Pertama dan terpenting, adalah dengan mendapatkan bantuan profesional dari dokter atau psikiater. Mereka dapat meresepkan obat untuk membantu meringankan gejala sakau dan membuat prosesnya lebih ringan. Selain itu, cobalah untuk tetap sibuk dan selama gejala sakau berlangsung, tetap dengan menjaga diri Anda, dan tidak terganggu dengan kegiatan atau hobi yang Anda sukai. Terakhir, kelilingi diri Anda dengan orang-orang terkasih yang suportif yang akan memberikan dorongan dan pengertian selama masa sulit ini.
 
Dampak Penggunaan Narkoba Bagi Diri Sendiri, Keluarga Dan Masyarakat

Apa yang akan Anda rasakan jika salah satu anggota keluarga Anda mengalami gangguan kesehatan akibat penyalahgunaan narkoba? Sudah pasti keluarga dan lingkungan sekitarnya akan ikut terpengaruh, bukan? Dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang dampak penyalahgunaan narkoba bagi individu, keluarga, dan masyarakat.

Dampak penggunaan narkoba bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat ialah sebagai berikut:

1. Dampak penggunaan narkoba bagi diri sendiri

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual, impotensi, dan frigiditas. Narkoba juga dapat menyebabkan masalah mental dan psikologis seperti halusinasi, depresi, anxiety, kecemasan, perasaan takut yang tidak rasional, dan perilaku agresif. Pengguna juga seringkali merasa terasing dari lingkungan sosialnya karena aktivitas mereka yang berkurang secara drastis ketika mereka terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Akibatnya, hubungan mereka dengan teman-teman dan keluarga seringkali menjadi buruk dan tegang.

2. Dampak penggunaan narkoba bagi keluarga

Kerugian finansial yang luar biasa, perilaku yang tidak dapat diterima, perceraian, dan ancaman akan kekerasan domestik adalah beberapa dampak penyalahgunaan narkoba bagi keluarga. Keluarga seringkali merasa terasing dari orang yang mereka sayangi karena masalah-masalah yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba. Hubungan mereka menjadi buruk dan tegang, seperti hubungan mereka dengan teman-teman.

3. Dampak penggunaan narkoba bagi masyarakat

Penyalahgunaan narkoba dapat meningkatkan angka kejahatan di masyarakat, seperti perjudian, prostitusi, dan pertumpahan darah. Narkoba juga dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat seperti AIDS/HIV, hepatitis, dan penyakit mental. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi dengan mudah karena penyalahguna narkoba seringkali melakukan hubungan seks tanpa kondom. Ancaman akan kekerasan, perceraian, dan kerugian finansial adalah beberapa dampak penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat.

Narkoba merupakan sebuah masalah yang serius di dunia saat ini. Penggunaan narkoba dapat menimbulkan banyak masalah baik bagi pengguna itu sendiri, keluarganya, maupun masyarakat secara umum. Untuk mengatasi masalah narkoba, perlu dilakukan upaya prevention dan treatment secara bersama-sama.

Upaya prevention meliputi peningkatan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba, serta pemberian sanksi yang tegas bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Sedangkan untuk upaya treatment, diperlukan kerjasama sinergis antara berbagai pihak, seperti puskesmas, rumah sakit, lembaga rehabilitasi narkoba, dan lain sebagainya.

Narkoba merupakan salah satu masalah yang terus meningkat di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada alternatif untuk menghindari penyalahgunaan narkoba.

Berikut ini adalah beberapa alternatif yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba:

1. Melakukan aktivitas yang positif

Menumpuknya aktivitas positif akan membuat Anda tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Aktivitas positif dapat berupa olahraga, volunteering, atau mempelajari hal baru. Hal ini akan membantu Anda untuk fokus pada tujuan hidup Anda dan mengurangi stres.

2. Membangun hubungan dengan orang-orang yang positif

Orang-orang sekitar merupakan salah satu faktor penentu perilaku seseorang. Oleh karena itu, membangun hubungan dengan orang-orang yang positif akan membantu Anda untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Orang-orang yang positif dapat berupa teman, keluarga, atau guru yang dapat memberikan dukungan dan motivasi kepada Anda.

3. Memilih hobi yang positif

Hobi yang positif akan membuat Anda merasa senang dan menghabiskan waktu dengan hal yang bermanfaat. Hobi juga dapat menjadi sarana untuk berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat mencegah Anda untuk tertarik pada hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Pilihlah hobi yang sesuai dengan minat dan bakat Anda sehingga tidak merasa bosan dan berhenti melakukannya.

4. Mengikuti kegiatan positif di lingkungan sekitar

Di lingkungan sekitar, biasanya ada berbagai kegiatan positif yang dapat Anda ikuti seperti kegiatan sosial, pendidikan, atau olahraga. Kegiatan-kegiatan ini akan membantu Anda untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba.

5. Mempelajari tentang narkoba

Salah satu cara untuk menghindari penyalahgunaan narkoba adalah dengan mempelajarinya. Dengan mempelajari tentang narkoba, Anda akan tahu bagaimana dampak negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba sehingga dapat menjadi deterrent terhadap penyalahgunaan narkoba. Anda juga dapat mendapatkan informasi mengenai alternatif yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba.

6. Mengikuti program rehabilitasi

Program rehabilitasi dapat membantu Anda untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba yang sedang Anda alami. Program rehabilitasi biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat kesehatan jiwa dengan menggunakan terapi medis dan psikologis. Program rehabilitasi juga dapat meningkatkan kemampuan diri Anda dan memberikan dukungan kepada keluarga dan teman-teman Anda sehingga dapat membantu Anda untuk berada di jalur yang benar. Artikel ini telah di review oleh Galih Ega

Farrasetia

Demikian penjelasan dari bahaya dan jenis jenis narkoba, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan menghindari penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai narkoba menghancurkan diri Anda.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES