Kesehatan

WHO Ingatkan Covid-19 Subvarian Baru XBB 1.5 Paling Menular

Kamis, 05 Januari 2023 - 08:28 | 64.36k
Ada kekhawatiran atas penyebaran cepat subvarian XBB.1.5 (FOTO: The Mirror/Getty Image)
Ada kekhawatiran atas penyebaran cepat subvarian XBB.1.5 (FOTO: The Mirror/Getty Image)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memperingatkan varian Covid-19 baru, XBB.1.5 disebut sebagai yang  paling menular.

Subvarian Covid baru XBB.1.5, yang telah mengalami peningkatan dari 4% menjadi 41% infeksi Amerika Serikat selama bulan Desember lalu, adalah yang 'paling menular'.

"Subvarian Covid baru ini dengan cepat telah menyebar di seluruh Amerika Serikat dan yang "paling menular"," kata seorang ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia.

Sebelumnya, China juga sudah mengkhawatirkan tentang subvarian XBB.1.5 ini.

Netizen khawatir bahwa subvarian baru ini lebih menular dan agresif ke otak, jantung, dan sistem pencernaan dibandingkan pendahulunya, dan  itu akan menyebabkan babak baru pandemi dengan gejala yang parah.

"Subvarian Covid baru ini dengan cepat telah menyebar di seluruh Amerika Serikat dan yang "paling menular"," kata seorang ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia.

Dengan ancaman dari XBB.1.5 yang sangat menular itu pula dilaporkan muncul kekhawatiran tentang seberapa baik Inggris siap menghadapi gelombang Covid baru ini

Di Amerika Serikat, jumlah kasus XBB.1.5 naik dari 4% menjadi 41% infeksi Covid selama Desember, tetapi pada saat yang sama tampaknya tidak lebih mematikan daripada Omicron .

Meskipun menyebabkan sekitar 70% infeksi baru di hotspot AS jika menyebar paling cepat.

"Kekhawatiran kami adalah seberapa menularnya itu," kata Pimpinan Tehnis WHO untuk Covid, Maria Van Kerkhove. "Karena semakin banyak virus ini beredar, semakin besar pula peluang untuk berubah," tambahnya.

Dia menambahkan bahwa subvarian adalah bentuk Omicron yang paling bisa ditransmisikan hingga saat ini.

Van Kerkhove mengungkapkan, bahwa pihaknya prihatin dengan keunggulan pertumbuhannya khususnya di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat, khususnya bagian Timur Laut Amerika Serikat, di mana XBB.1.5 dengan cepat menggantikan varian lain yang beredar.

Ashish Jha, koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih juga mengatakan, bahwa kebangkitan XBB.1.5 "menakjubkan".

"Selama liburan, anda mungkin pernah mendengar tentang Omicron XBB.1.5. Ini meningkat dari 4% urutan menjadi 40% hanya dalam beberapa minggu. Itu peningkatan yang menakjubkan," tweetnya.

Jha mengatakan kemungkinan subvarian ini lebih menular. 

Dia terus men-tweet, "1. Lebih kebal mengelak? Mungkin iya. Lebih dari varian Omicron lainnya. 2. Lebih menular? Mungkin. Ini mengikat lebih erat ke reseptor ACE manusia. Mungkin mempengaruhi penularan. 3. Apakah lebih berbahaya: Kami tidak tahu".

Ahli virologi Universitas Warwick, Prof Lawrence Young mengatakan kepada The Independent bahwa dia yakin Inggris belum siap menghadapi gelombang Covid lain yang menyebar dengan cepat ini.

Wakil Direktur Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Shanghai Huashan, Wang Xinyu menanggapi pertanyaan yang sering diajukan mengenai XBB subvarian Omicron yang baru ditemukan itu.

Menurut Wang, XBB awalnya ditemukan di India pada Agustus 2022 dan dinamai oleh para ilmuwan pada September. 

Itu dianggap sebagai rekombinasi dari Omicron BA.2.10.1 dan BA.2.75. XBB memiliki dua subvarian, XBB.1 dan XBB.1.5, yang telah menyebar dengan cepat di Eropa dan Amerika Serikat.

Meskipun subvarian Covid-19 XBB.1.5 telah menjadi sublineage dominan di beberapa negara, gejala yang ditimbulkannya tidak lebih parah dari subvarian Omicron lainnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES