Kesehatan

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Sabtu, 27 Mei 2023 - 06:09 | 356.53k
Ilustrasi pertolongan pertama pada korban tenggelam. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi pertolongan pertama pada korban tenggelam. (Foto: Shutterstock)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Rawat Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Ririe Fachrina Malisie, Sp.A(K), membagikan langkah-langkah penting dalam memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam. Langkah-langkah tersebut sangat penting untuk menyelamatkan nyawa korban dalam situasi darurat seperti ini.

Menurut Dr. Ririe, prinsip utama dalam memberikan pertolongan pada korban tenggelam adalah melakukan tindakan pertama di dalam air dan setelah berhasil mengevakuasi korban dari air, penanganan selanjutnya dilakukan di unit kesehatan. Tujuan utama dari pertolongan pertama ini adalah untuk menyelamatkan nyawa korban.

Dalam acara diskusi di Jakarta pada hari Selasa, Dr. Ririe menjelaskan beberapa langkah yang harus diikuti saat memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam. Pertama-tama, ketika melihat seseorang tenggelam, segera lakukan evakuasi korban dari air dengan secepat mungkin. Penting bagi penolong untuk tetap tenang dan segera meminta bantuan.

Apabila korban berada dalam jangkauan tangan, cobalah meraih tangan atau tubuh korban menggunakan tangan atau benda-benda yang dapat mengapung seperti ban atau papan. Hal ini akan membantu korban agar dapat berpegangan dan terbawa keluar dari air. Namun, jika korban berada di luar jangkauan, penolong harus mendekati korban menggunakan perahu atau berenang dengan baik.

Dr. Ririe menekankan bahwa penolong harus memiliki kemampuan berenang dan keterampilan penyelamatan yang memadai. Keselamatan penolong juga perlu dipertimbangkan dalam situasi-situasi berbahaya seperti ini.

Selanjutnya, jika korban tenggelam dalam kondisi sadar dan tidak panik, evakuasi dapat dilakukan dengan melingkarkan salah satu tangan penolong pada tubuh korban melewati kedua ketiaknya atau dengan menarik kerah bajunya. Namun, jika korban panik saat tenggelam, penolong harus membuat korban tetap tenang agar evakuasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Setelah berhasil mengevakuasi korban dari air, langkah selanjutnya adalah memastikan posisi tubuh korban yang tepat. Pastikan tubuh korban dalam posisi yang rata dengan kepala, leher, dan punggung berada dalam satu garis lurus. Hal ini bertujuan untuk menghindari cedera pada tulang belakang korban.

Setelah membaringkan korban dengan benar, periksa dan buka jalan napas korban dengan membuka bajunya dan menghilangkan benda-benda yang menghalangi pernapasan korban. Jangan lupa mengeringkan tubuh korban untuk mencegah kedinginan. Dr. Ririe menekankan bahwa wajah korban harus menghadap ke atas sebelum melakukan pertolongan pertama seperti resusitasi jantung paru (RJP).

Dalam penanganan RJP bisa dilakukan dengan cara kompresi pada bagian tengah dada korban, sebanyak 15 kali untuk anak-anak atau 30 kali untuk dewasa. Langkah selanjutnya, berikan dua kali bantuan napas buatan mulut ke mulut, dan lakukan hal itu secara berulang sampai korban sadar.

Mengenai cara mengeluarkan air yang tertelan, bisa dilakukan dengan menutup hidung korban sehingga air yang tertelan bisa terdorong ke luar dari mulut.

Ririe menambahkan, memastikan kehangatan tubuh korban juga dapat dilakukan dengan mengganti pakaian basah korban dan menyelimuti tubuhnya. Setelah itu periksa fisik korban untuk mengetahui cedera pada bagian tubuh dan rawat cedera yang ada.

Setelah memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam, Ririe mengingatkan penolong agar segera membawa korban ke fasilitas kesehatan atau tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lanjutan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES