Angka Stunting di Kabupaten Probolinggo Sudah 14,3 Persen, Akurat?

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Angka stunting versi bulan timbang di Kabupaten Probolingo, Jatim, berada di angka 14,3 persen. Sementara versi Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI 2022, prevalensi stunting di daerah berpenduduk 1,15 juta jiwa tersebut masih di angka 17 persen. Mana lebih akurat?
Bulan timbang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap seluruh balita yang dilakukan dua kali dalam setahun. Sedangkan SSGI, dilakukan oleh Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI setiap tahun.
Advertisement
Terkait ini, Pemkab Probolinggo memastikan angka stunting versi bulan timbang akurat. Bahkan melebihi versi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan, angka stunting 14,3 persen versi bulan timbang tersebut merupakan penilaian pasti yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
Ia memastikan, angka tersebut lebih akurat dan valid dari pada hasil SSGI sebesar 17 persen yang dilakukan pemerintah pusat. Menurut Anang, metode kajian versi bulan timbang berbeda dengan survei SSGI.
"Kalau SSGI itu kan diambil sampelnya. Misal 100 balita diambil 10. Baru disurvei 10 itu. Sedangkan bulan timbang berbeda, jika 100 balita, ya udah semua didatangi," ungkap Anang, Rabu (14/6/2023).
Ia menyebutkan, penilaian versi bulan timbang itu dilakukan oleh petugas dan kader posyandu di masing-masing desa. Penilaiannya dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 tahun di masing-masing desa di Kabupaten Probolinggo.
Akurasi itu dibuktikan dengan digunakannya alat ukur stunting berupa Lengthboard/stadiometer. Alat yang baru dimiliki pemerintah ini menjadi pendukung pengukuran balita saat poyandu. Dapat dipastikan, adanya alat tersebut meminimalisir terjadinya error syatem.
"Dengan alat itu kami pastikan hasil ukur versi bulan timbang lebih akurat di Kabupaten Probolinggo khususnya. Kami yakin hasilnya valid," jelas Anang.
Dengan perolehan anga stunting 14.3 persen di Kabupaten Probolinggo, pihaknya sudah tidak bingung lagi untuk menyelaraskan dengan target stunting nasional. Artinya, target di wilayah setempat sudah di depan mata.
Hany saja, pemerintah pusat lebih meyakini hasil survei SSGI dari pada versi bulan timbang. Hal itu pun, kata dia, tidak bisa dibiaskan. Mungkin ada daerah lain yang melakukan fraud pada data stunting. Sehingga pemerintah lebih menganggap hasil SSGI lebih sahih.
"Kami tetap yakin. Bahkan hasil stunting versi bulan timbang di Kabupaten Probolinggo dapat diuji akurasinya," pungkas Anang.
Sekedar informasi, angka persentase stunting di Kabupaten Probolinggo, dalam versi bulan timbang mencapai 14,3 persen. Sebagian besar didominasi oleh insiden buruknya pola asuh orang tua terhadap anak-anaknya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Muhammad Iqbal |
Publisher | : Sholihin Nur |