Kesehatan

LPBI NU Jatim, BPBD, dan DFAT Australia Luncurkan Program Akselerasi Desa Tangguh

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 16:09 | 154.32k
Peluncuran Progam Akselerasi Desa Tangguh, Sabtu (26/8/2023). (FOTO: Dok. LPBI NU Jatim)
Peluncuran Progam Akselerasi Desa Tangguh, Sabtu (26/8/2023). (FOTO: Dok. LPBI NU Jatim)

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur (Jatim) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia meluncurkan program akselerasi Desa Tangguh Bencana (Destana) di ITS NU Pasuruan.

Program ini berupa pendampingan desa selama kurang lebih 1,5 tahun ke depan. DFAT Pemerintah Australia akan mendanai program secara penuh melalui program Siap Siaga yang telah dibentuk oleh DFAT sebelumnya. 

Siap Siaga sendiri merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang berkerja sama dengan banyak pihak baik di tingkat nasional maupun provinsi dalam hal ketangguhan bencana.

Koordinator Program Siap Siaga Ancilla Bere mengatakan, total terdapat 25 desa di tiga  kabupaten menjadi sasaran program. Yaitu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Sampang.

"Ini adalah bagian dari Siap Siaga mendukung upaya membangun ketangguhan Masyarakat di wilayah bencana yang beresiko tinggi termasuk salah satunya Jawa Timur," ungkap Koordinator Ancilla Bere, Sabtu (26/8/2023).

LPBI-NU-Jatim-2.jpgKetua LPBI NU Jatim Syaiful Amin (kanan) bersama Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Sabtu (26/8/2023). (Foto: Dok. LPBI NU Jatim)

Ketua LPBI NU Jatim Syaiful Amin memandang bahwa Program Akselerasi Destana dan Integrasi dalam Mekanisme Perencanaan Desa ini mengamanatkan kepada LPBI NU Jatim sebagai pengelola program. 

Selain sebagai sebuah amanah, maka dengan SDM berpengalaman yang sudah dimiliki LPBI NU Jatim program ini juga menjadi kesempatan untuk kaderisasi LPBI NU ke depan. 

“SDM LPBI sudah banyak yang tersebar di kabupaten kota, namun kami akan mencari kader-kader baru yang akan menjadi fasilitator Destana," tambah Amin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur H Gatot Soebroto SE, M.PSDM menyambut baik adanya program kerja sama dengan LPBI NU Jawa Timur dan juga Siap Siaga. 

Dirinya mengungkapkan, kawasan wilayah Jawa Timur sebagai Kawasan ring of fire, baru terbentuk sekitar 1.540 Destana dan masih menyisakan “Pekerjaan Rumah” sejumlah 2.742 desa yang harus dibentuk Destana. 

“Dengan adanya program akselerasi ini semoga kapasitas masyarakat semakin meningkat dan juga bisa ditularkan kepada provinsi atau kabupaten lainnya," ungkapnya usai menghadiri pembukaan program akselerasi Destana.

Usai peluncuran program LPBI NU Jatim, langsung fokus kepada pelatihan fasilitator untuk Penilaian Ketangguhan Desa.  

Pembukaan progam Ini dihadiri Oleh Ketua LPBI NU Jatim Syaiful Amin, Wakil Ketua PWNU Jatim KH Misbahul Munir, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, Ancilla Bere Koordinator Program Siap Siaga Jatim Serta Gatot Soebroto (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES