Kesehatan

Waspada DBD, Dinkes Sumba Timur Keluarkan Surat Edaran PSN

Jumat, 05 Januari 2024 - 19:24 | 29.25k
Ilustrasi nyamuk DBD.(FOTO:TIMES Indonesia)
Ilustrasi nyamuk DBD.(FOTO:TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SUMBA TIMUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan Surat Edaran Peberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan meminta masyarakat waspada terkait penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Seorang balita sudah terserang DBD di awal tahun 2024, tepatnya 1 Januari 2024 kemudian dilaporkan sudah meninggal dunia. Oleh sebab itu, pihak Dinas Kesehatan Sumba Timur mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur Rambu Djima saat dikonfirmasi Jumat (5/1/2023) menjelaskan, untuk mengantisipasi DBD ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Adapun PSN yang sudah diterbitkan itu atas perintah Bupati Sumba Timur. 

“PSN ini kita akan lakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumba Timur. Serta mengatur pembagian lokasi PSN di masing-masing instansi pemerintah setempat yang dilakukan setiap hari Jumat agar dapat memutus matarantai penyebaran nyamuk DBD,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah kasus DBD di Kabupaten Sumba Timur pada awal tahun 2024 saat ini berjumlah 5 kasus dengan satu kasus kematian. Kecenderung kasus DBD terjadi berada di wilayah perkotaan sebab perkembanganbiakan nyamuk tak hanya di air saja namun berada di media tampung lainnya seperti di kaleng bekas, ban bekas dan barang lain yang dapat menampung air.

“Kita juga selalu waspada bila di musim hujan nanti dapat memicu berkembangnya nyamuk DBD makanya kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Rambu menegaskan, PSN ini dikeluarkan agar semua elemen masyarakat untuk ikut serta memerhatikan kebersihan lingkungan serta di rumahnya masing-masing karena hanya dengan PSN yang lebih efektif untuk memberantas nyamuk DBD.

“Saya harap dengan partisipasi kita semua elemen masyarakat maupun instansi terkait dapat membasmi nyamuk DBD secara efektif agar tidak ada lagi yang jatuh korban akibat terkena DBD,” tandas Rambu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES