Kesehatan

Terlalu Banyak Kopi Bisa Memicu Migrain, Benarkah?

Kamis, 11 April 2024 - 18:30 | 29.30k
Minum kopi memang bermanfaat, tapi tidak jika berlebihan (FOTO: Shutterstck)
Minum kopi memang bermanfaat, tapi tidak jika berlebihan (FOTO: Shutterstck)

TIMESINDONESIA, JAKARTAKopi dipercaya memiliki beragam manfaat untuk tubuh. Tapi mengonsumsinya secara berlebihan justru bisa memicu masalah kesehatan. 

Sebuah tim ilmuwan Universitas Harvard telah mempelajari efek konsumsi kopi pada pasien yang menderita migrain. Ini untuk menentukan apakah kafein berperan dalam memicu sakit kepala. Studi mereka menunjukkan bahwa risikonya meningkat dengan tiga cangkir kopi atau lebih sehari.

Migrain adalah kondisi kronis yang ditandai dengan rasa sakit hebat di beberapa area tempurung kepala, termasuk potensi mual, hipersensitif terhadap kebisingan dan/atau cahaya, dan yang dapat bertahan hingga 72 jam.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 'setengah hingga tiga perempat orang dewasa berusia 18-65 tahun di dunia menderita sakit kepala tahun lalu dan, di antara orang-orang itu, 30 persen atau lebih telah melaporkan migrain'.

Sementara migrain telah lama dipelajari, mereka tetap terselubung dalam misteri, bahkan ketika sejumlah faktor pemicu telah diidentifikasi, seperti kecenderungan genetik, perubahan lingkungan (kelelahan, stres, variasi cuaca) dan pilihan makanan tertentu.

Para peneliti di Universitas Harvard telah melakukan riset pada 98 orang dewasa dengan migrain episodik untuk menentukan apakah kebiasaan mereka minum kopi dapat diterjemahkan menjadi pemicu migrain.

"Dampak kafein tergantung pada dosis dan frekuensi, tetapi karena ada beberapa studi prospektif tentang risiko langsung sakit kepala migrain setelah asupan minuman berkafein, ada bukti terbatas untuk merumuskan rekomendasi diet untuk orang dengan migrain," kata direktur studi Elizabeth Mostofsky .

Peserta mengisi buku harian setiap pagi dan sore selama lebih dari enam minggu, mencatat frekuensi dan intensitas sakit kepala mereka, serta konsumsi kopi, teh atau minuman energi.

Para pasien juga memberikan informasi terperinci tentang pemicu migrain umum lainnya: obat-obatan, minuman beralkohol, tingkat aktivitas fisik, gejala depresi, stres psikologis, kebiasaan tidur, siklus menstruasi, dll.

Tim Mostofsky menggunakan data untuk secara individual membandingkan kejadian migrain yang dialami peserta pada hari-hari di mana mereka mengonsumsi minuman berkafein dan hari-hari di mana mereka tidak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Medicine, menunjukkan bahwa pasien migrain yang minum tiga atau lebih cangkir kopi sehari, lebih cenderung menderita migrain pada hari yang sama atau berikutnya.

Mostofsky menambahkan, "Menariknya, meskipun beberapa pasien dengan migrain episodik berpikir mereka perlu menghindari kafein, kami menemukan bahwa minum satu hingga dua porsi kopi per hari tidak terkait dengan risiko sakit kepala yang lebih tinggi. Dibutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mengonfirmasi temuan ini, tetapi ini merupakan langkah pertama yang penting." (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES