Kopi TIMES

Semuanya Karena Covid 19

Selasa, 14 April 2020 - 08:41 | 63.39k
Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jatim – Wakil Rektor 2 Unisma Malang.
Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jatim – Wakil Rektor 2 Unisma Malang.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beberapa minggu terakhir atau bahkan dalam beberapa bulan terahir, dunia ini dipenuhi dengan informasi tentang Covid 19 atau yang sering disebut Corona oleh sebagian besar masyarakat. Mulai dari informasi yang benar, sampai informasi yang tidak jelas sumbernya. Mulai dari informasi tentang covid sampai dengan dampak yang ditimbulkan. Masa ini pula banyak orang yang tiba tiba jadi ahli, banyak orang yang tiba tiba jadi pintar, banyak yang berubah jadi pembela agama seakan tidak ada yang benar kecuali yang berangkutan. 

Sungguh kondisi ini telah merubah banyak tatanan kehiidupan social dan ekonomi. Hubungan antar masyarakat jadi berjarak, seakan ada sekat yang membatasi. Pola hubungan ekonomi juga jadi berubah. Bahkan yang lebih parah, kemudian muncul phobia Covid 19 dimana mana. Sampai sampai semua yang berbau covid 19 ditolak.

Advertisement

Kehati hatian memang penting, tapi paranoid jangan. Artinya terhadap situasi ini memang dibutuhkan kewaspadaan, akan tetapi tidak perlu takut yang berlebihan. Menurut Ibnu Sina, ketakutan dan panic berlebihan akan dapat mengurangi daya imun tubuh manusia. Padahal ini yang justru sangat dibutuhkan untuk menghadapi atau berusaha terhindar dari covid 19. Daya imun yang menurun akan rentan terhadap persebaran covid 19

Covid 19 sebagaimana alenia sebelumnya, juga telah menggoyang sendi sendi ekonomi yang berjalan. Masyarakat maupun pelaku ekonomi, sama sama terdampak sehinggan kemampuan ekonomi pelan tapi pasti akan mengalami penurunan yang berakibat bagi menurunnya kemampuan produksi di satu sisi dan daya beli di sisi yang lain. Dari sisi produksi, akan sulit optimal karena tenaga kerja yang tidak bisa dioptimalkan secara penuh karena memperhatikan physical distanting, hotel juga tidak beroperasi normal karena pengunjung yang menurun drastic, tempat wisata yang harus ditutup, dan lain sebagainya. Disisi lain masyarakat juga terkena dampaknya karena tidak lagi bisa bekerja dengan baik, bahkan bisa jadi berubah jadi pengangguran. Arah berikutnya penghasilan masyarakat menurun, bahkan bisa jadi hilang penghasilannya di masa berikutnya. Dampak yang muncul, daya beli bisa terus mengalami penurunan. Suplai barang seret, daya beli tidak sampai dan akhirnya yang namanya pasar (bertemunya penawaran dan permintaan) tidak akan terjadi lagi

Terhadap situasi ini, semua harus dapat arif melihatnya. Pemerintah, pengusaha, tokoh, dan masyarakat harus bahu membahu mencari jalan terbaik. Pemerintah harus jadi pengyom yang baik untuk melindungi rakyat dan mengusahakan keluar dari segala kesulitan. Pengusaha harus memutar otak agar barang yang ditawarkan sesuai dengan daya beli masyarakat. Para tokoh juga harus berlomba lomba menentramkan masyarakat dengan informasi yang baik dan benar. Terakhir, tidak kalah pentingnya masyarakat untuk menyadari bahwa ini semua adalah ujian yang tidak pernah diharapkan oleh semua.

Jika empat pilar ini saling mengisi dan menguatkan peran masing masing, insyaallah akan ada jalan terang untuk menumbuhkan semangat mencari solusi terbaik, agar semuanya dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan. Sinergi pasti akan menghasilkan nilai lebih dan bermanfaat bagi semua, tanpa ada ada yang merasa dikecilkan atau bahkan ditiadakan perannya. Saatnya kita bergandengan tangan saling bahu membahu menemukan jalan terbaik dan mampu menyelesaikan ujian ini dengan baik. Bagaimana dengan anda ?

***

*) Penulis: Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jatim – Wakil Rektor 2 Unisma Malang

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

________

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES