Kopi TIMES

Jangan Menyerah Terhadap Covid 19

Sabtu, 18 April 2020 - 06:12 | 65.32k
Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif, NU Jatim Wakil Rektor 2 Unisma Malang (Grafis: TIMES Indonesia)
Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif, NU Jatim Wakil Rektor 2 Unisma Malang (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Satu kalimat dalam menghadapi bencana covid 19 adalah jangan pernah menyerah. Kalimat pendek ini punya makna besar untuk menumbuhkan semangat disaat masyarakat dilanda ketidakpastian. Khawatir, takut, bingung, dan sejenisnya saat ini banyak menghantui fikiran masyarakat akan datangnay bencana covid 19 yang tidak disangka sangka dan diduga duga. Datang dan kemudian menyebar dengan cepat di seantero dunia. Dimulai dari Propinsi Wuhan China dan kemudian menjalar sampai ke banyak Negara di lima benua, termasuk Negara kesatuan Republik Indonesia. Indonesia meskipun datangnya lebih belakang dari Negara lain, bukan berarti lebih aman. Pelan tapi pasti juga terus tumbuh, tanpa diketahui kapan bencana ini berakhir.

Kalimat pendek jangan menyerah, mengandung makna pentingnya usaha menghindari, dan menangani datangnya covid 19. Kalimat tersebut juga mengandung makna, akan selalu ada jalan bagi yang mau berusaha. Selalu ada pintu keberhasilan bagi yang mau berusaha. Ada pertanyaan pasti ada jawaban. Ada masalah, selalu juga ada solusi. Bahkan masyarakat muslim diberi keyakinan dalam ajaran agama diajarkan bahwa selalu ada obat atas semua penyakit.  Hal ini bias dibuktikan dengan berita dalam beberapa minggu ini bahwa  tidak semua yang terkena covid 19 meninggal dunia. Bahkan banyak juga yang kemudian bisa disembuhkan.

Advertisement

Islam mengajarkan, dalam menghadapi setiap keadaan harus dilakukan empat (4) hal dalam satu kesatuan. Pertama, adanya keyakinan yang kuat bahwa usaha yang dilakukan akan berhasil. Allah swt dalam sebuah hadits qudsi menyampaikan bahwa “aku dalam prasangka ummatku”. Ini menunjukkan bahwa keyakinan itu penting, dan dicatat oleh Allah swt sebagai sesuatu yang bias diwujudkan dikemudian hari.

Kedua, berusaha secara optimal agar yang dihasilkan bisa maksimal. Hakekat manusia adalah berusaha dan Allah jualah yang akan menentukan hasilnya. Oleh karena itu, dalam berusaha harus dilakukan dengan sungguh sungguh, agar ihtiar yang dilakukan betul betul optimal. Tidak boleh belum berusaha, tapi mendapatkan hasil yang baik.

Ketiga, Berdoa memohon kepada Allah swt agar diberikan hasil sebagaimana yang diihtiyarkan. Semua orang tentu ingin berhasil, dan tidak ada satupun yang ingin mengalami kegagalan. Kalaupun misalnya gagal, harus dianggap sebagai sukses yang tertunda.

Keempat, mengembalikan semua keputusan kepada Allah swt (tawakkal). Jika keyakinan dan usaha sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan, maka kata akhirnya adalah menerima segala keputusan Allah swt dan menerima sebagai ketentuan yang terbaik, Allah swt berjanji “barang siapa yang bertawakkal kepada Allah swt, maka Allah swt akan memenuhi segala kebutuhannya”.

Terkait dengan covid 19 maka hal yang dilakukan adalah yakinlah bahwa pasti ada jalan untuk penyelesaiannya. Setelah itu berusahalah dengan sungguh sungguh, misalnya dengan mengikuti anjuran pemerintah, menggunakan masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak, beraktivitas di rumah, dan melakukan segala upaya agar terhindar dari covid, atau agar sembuh dari serangan covid 19, Jangan lupa berdoalah selalu agar selamat dan sehat wal afiat. Jika ketentuan berbeda dengan yang diharapkan, maka harus kita yakini, bahwa itulah jalan terbaik untuk kita. Wallahu a’lam bishowab. Bagaimana dengan anda ??. (*)

***

*) Penulis Adalah Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim, Wakil Rektor 2 Unisma Malang dan Ketua Dewan Pembina DPW SAHI Jawa Timur

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES