Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Momentum Meraih Kesuksesan Selama Ramadhan

Rabu, 29 April 2020 - 10:45 | 56.20k
Muhammad Yunus. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unisma. Kepala BAKAK UNISMA. Anggota Pengrus PW LP Maarif PWNU Jawa Timur. Alumni PP Nurul Jadid, Probolinggo.
Muhammad Yunus. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unisma. Kepala BAKAK UNISMA. Anggota Pengrus PW LP Maarif PWNU Jawa Timur. Alumni PP Nurul Jadid, Probolinggo.
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Amal kebaikan yang dikerjakan pada bulan ini akan mendapat imbalan yang lebih bahkan berlipat ganda. Sungguh anjuran memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi kemaksiatan adalah anjuran yang sangat tepat. Sehingga wajar jika bulan ini disebut bulan penuh berkah, penuh ampunan.

Keberkahan yang ada dibulan ini rasanya rugi jika dilewatkan begitu saja. Oleh karenanya menjadikan bulan ini sebagai momentum meraih kesuksesan dunia dan akhirat adalah langkah cerdas yang bisa diambil. Seperti diketahui banyak literatur mengurai tentang rahasia meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Seperti Prof. Muhammad Nuh, Mendikbud era Presiden SBY, menyampaikan setidaknya ada empat rahasia sukses (1) birrul walidain, (2) madrasah qiyamul lail, (3) bersholawat kepada Nabi, dan (4) banyak bersedekah.

Advertisement

Pertama, birrul walidain. Hormat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci sukses yang utama. Do'a ibu dan bapak kita sungguh mampu mengantarkan putra-putrinya meraih kebahagiaan. Allah sendiri memerintahkan untuk birrul walidain setelah Allah perintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Hal ini bida dilihat dalam Al Quran surat Al Isra'(17) ayat 23-24 yang artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Bukti kebaikan kepada orang tua adalah dengan qoulan karima, perkataan yang mulia. Perkataan mulia sebagai tanda kebaktian kita yang juga harus dibuktikan dalam tingkah laku yang karima juga.

Kedua, madrasah qiyamul lail. Menghidupkan malam-malam kita dengan berdzikir kepada Allah. Sholat malam adalah wujud dari dzikir kepada Allah di malam hari ini. Sholat tahajud ini mempunyai banyak faidah, diantaranya Allah akan mengangkat derajad kita. Sebagaimana Allah firmankan dalam QS Al Isra' (17) ayat 79 yang artinya Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. Sholat tahajud juga menjaga tubuh kita senantiasa sehat wal afiah, diberi ketampanan wajah oleh Allah SWT, dan do'a yang diistijabah karena 1/3 malam terakhir adalah prime time untuk berdo'a. Selama Ramadhan ini shalat tahajud dapat kita lakukan dengan mudah karena kebutuhan kita untuk bersahur. Oleh karenanya kita perlu mengatur waktu jam berapa harus bangun untuk mengawali sholat tahajud dan kemudian dilanjutkan dengan makan sahur.

Ketiga, memperbanyak sholawat. Jika semua ibadah wajib Allah perintahkan kepada kita, Allah tidak menjadi pelopor dalam ibadah itu. Sholat misalnya, Allah tidak sholat atas perintah sholat ini kepada hamba-Nya. Berbeda dengan sholawat, Allah perintahkan kita membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW setelah Allah dan para Malaikatnya menjadi pelopor pembacaan sholawat ini. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Ahzab ayat 56 yang artinya Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Selama Ramadhan ini kita membaca shalawat biasa kita baca ketika pergantian antar sholat taraweh. Selain itu menjelang berbuka puasa waktu-waktu lainnya juga kita perbanyak dengan shalawat. Seperti kita ketahui ramhat Allah swt diturunkan kemuka bumi ini karena kehadiran Nabi Muhammad SAW. Maka sudah sepantasnya kita mengucap shalawat atas Nabi Muhammad SAW.

Keempat, memperbanyak shodaqoh. Shodaqoh atau sedekah adalah pemberian kebaikan kepada orang lain. Pahala sedekah ini sungguh besar dihadapan Allah SWT. Bersedekah tidak hanya ketika kita mempunyai uang banyak, tetapi dalam keadaan sempitpun kita diminta untuk bersedekah. Saking utamanya sedekah ini, Al Quran banyak sekali menyampaikan hal tentang sedekah. Misalnya "“Adapun orang-orang yang beriman dengan yang ghaib dan mendirikan sholat dan menginfakkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka” (QS Al Baqarah: 3)."Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. QS Al-Baqarah: 261." Terlebih di bulan Ramadhan ini dimana amal kebaikan dilipat gandakan maka bersedekah di bulan Ramadhan akan mendapatkan balasan yang berlipat-lipat.

Inilah empat rahasia sukses. Tentu yang wajib-wajib telah dilakukan dengan baik. Sebagai penunjang maka empat hal ini sebagai pemicu kesuksesan. Mari jadikan Ramadhan ini untuk memperbanyak empat ibadah tersebut diatas. Semoga Allah Ridha, aamiin yaa rab.

***

*)Oleh: Muhammad Yunus. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unisma. Kepala BAKAK UNISMA. Anggota Pengrus PW LP Maarif PWNU Jawa Timur. Alumni PP Nurul Jadid, Probolinggo.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES