Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Ngaji Matematika (11): Fenomena Bilangan 19

Senin, 11 Mei 2020 - 14:42 | 116.72k
Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang
Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANGMELIHAT keajaiban bilangan 19 –sebagaimana yang telah terurai pada bagian-bagian sebelumnya- selanjutnya muncul pertanyaan sederhana. Mengapa 19? Kok bukan bilangan yang lain? Dari berbagai ulasan sebelumnya, bilangan 19 merupakan bilangan yang membawa ‘pesan’ akan kemahakuasaan Allah swt. Kode bilangan 19 telah menunjukkan salah satu bukti orisinalitas al-Qur’an.

Sebelumnya, sudah disajikan keajaiban bilangan 19 dalam kata ‘shalat’, kata waahid, Surat al-Alaq. Dalam kesempatan kali ini, akan diuraikan beberapa keajaiban bilangan 19 yang lainnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa desain al-Qur’an yang didasarkan bilangan 19 ini, dapat dibuktikan dari penghitungan yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat komplek.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Berikut ini disajikan (lagi) sebagian kecil dari keajaiban al-Quran (sistem bilangan 19) lainnya, antara lain:

Pertama, Kalimat Basmalah pada (QS. 1:1) terdiri dari 19 huruf arab.

Kedua, Al-Qur’an terdiri dari 114 surat, (114 = 19 × 6).

Ketiga, Surat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad saw adalah Surat al-Nashr atau Surat 110 yang terdiri dari 3 ayat. Surat terakhir yang turun terdiri dari 19 kata dan ayat pertama terdiri dari 19 huruf.

Keempat,  Kalimat Basmalah berjumlah 114 (19 × 6). Meskipun pada Surat 9 (al-Taubah) tidak ada Basmalah pada permulaan surat sehingga jumlah Basmalah kalau dilihat pada awal surat kelihatan hanya 113, tetapi pada Surat 27 ayat 30 terdapat ekstra Basmalah (dan juga 27 + 30 = 57, atau 19 x 3). Dengan demikian jumlah Basmalah tetap 114. 

Kelima, Jika dihitung jumlah surat dari surat al-Taubah (QS. 9) yang tidak memiliki Basmalah sampai dengan Surat yang memuat 2 Basmalah yaitu Surat 27, ditemukan 19 surat.  Dan total jumlah nomor surat dari Surat 9 sampai Surat 27 diperoleh (9 + 10 + 11 + … + 26 + 27 = 342) atau 19 × 18. Total jumlah ini (342) sama dengan jumlah kata antara dua kalimat basmalah dalam Surat 27.

Keenam, Berkaitan dengan inisial surat, misalnya ada dua Surat yang diawali dengan inisial “Qaaf” yaitu Surat 42 yang memiliki 53 ayat dan Surat 50 yang terdiri dari 45 ayat. Jumlah huruf “Qaaf” pada masing-masing dua surat tersebut adalah 57 atau 19 x 3. Jika kita tambahkan nomor surat dan jumlah ayatnya diperoleh masing-masing adalah (42 + 53 = 95, atau 19 x 5) dan (50 + 45 = 95, atau 19 x 5).

Ketujuh, inisial “Shaad” mengawali tiga surat yang berbeda yaitu Surat 7, 19, dan 38. Total jumlah huruf “Shaad” di ketiga surat tersebut adalah 152, atau 19 x 8. Hal yang sama berlaku untuk inisial yang lain.

Kedelapan, Frekuensi munculnya empat kata pada kalimat Basmalah dalam al- Qur’an pada ayat-ayat yang bernomor merupakan kelipatan 19.

Kesembilan, Ada 14 huruf arab yang berbeda yang membentuk 14 set inisial pada beberapa surat dalam al-Qur’an, dan ada 29 surat yang diawali dengan inisial (seperti Alif-Lam-Mim). Jumlah dari angka-angka tersebut diperoleh 14 + 14 + 2 9 = 57, atau 19×3.

Sajian keajaiban bilangan 19 di atas, semakin menunjukkan kemahakuasaan Allah swt, yang diharapkan akan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya. Sajian tersebut, kiranya dapat melengkapi sajiab keajaiban bilangan 19 pada bagian sebelumnya. Dan, tentu, tidak hanya itu saja. Masih banyak keajaiban bilangan 19 lainnya. [ahf]

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

 

*)Oleh: Abdul Halimm Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES