Kopi TIMES

Bersahabatlah dengan Keadaan

Kamis, 14 Mei 2020 - 12:01 | 78.76k
Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur dan Wakil Rektor 2 Universitas Islam Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)
Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur dan Wakil Rektor 2 Universitas Islam Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Terkadang kita ini sering terkaget kaget dengan keadaan yang berubah. Padahal sejatinya, keadaan itu akan terus berubah menyesuaikan dengan keadaan zaman. Terkait dengan musim misalnya. Dulu kota Malang ini udaranya sangat dingin hampir di sepanjang tahun. Sekarang sudah banyak berubah, karena sudah lebih banyak panasnya.

Dalam pola hubungan antar sesame manusia, dulu juga ditandai dengan penghormatan kepada yang lebih tua oleh siapapun juga. Bahasa saja harus menggunakan “jawa kromo inggil yang halus”. Kalau bersalaman, jika bisa membungkuk dan kemudian mencium tangan, meski terkadang tidak ada hubungan kekerabatan. Kini keadaan juga berbuah. Kita sudah jarang menemukan anak muda, berbahasa jawa halus. Juga sudah sulit mencari pemandangan dimana anak muda mesti membungkuk dan mencium tangan orang yang lebih sepuh. Terkadang kepada orang tuanya saja mereka sudah tidak lagi berbahasa jawa yang baik.

Advertisement

Tulisan diatas hanyalah sekelumit contoh. Masih sangat banyak yang bisa diberikan sebagai bahan kajian untuk melihat fenomena perubahan ini. Memakai jilbab kini juga bukan hanya persoalan menutup aurat. Akan tetapi sudah mengikuti trend mode, sehingga diharapkan bisa tampil dengan lebih cantik dan lebih baik.

Perubahan demi perubahan itu sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan baik. Bukan untuk dihindari. Sekali kita menghindari, maka akan datang problem yang lebih banyak. Dalam bahasa agama, perubahan itu sunnatullah. Sesuatu yang pasti terjadi kepada siapa saja. Seperti hujan yang turun, tidak akan memilih mesti turun di bagian mana. Seperti juga matahari, yang tidak pernah membatasi siapa saja yang akan mendapatkan sinarnya.

Karena pasti datangnya, maka hal yang paling mudah tentu terima dan hadapi keadaan ini dengan tenang, tanpa harus panik dan ketakutan yang berlebihan. Menurut Ibnu Sina, kepanikan dan ketakutan hanya akan mengakibatkan berkurangnya daya tahan tubuh. Dan ini akan menjadi peluang besar masuknya beragam penyakit ke tubuh manusia.

Selanjutnya usahakan untuk menyesuaikan dengan keadaan sebagai bagian dari solusi yang terbaik. Kepiawian manusia dalam menyesuaikan dengan keadaan, adalah kunci suksses agar dapat bertahan lebih panjang. Beruang kutub adalah hewan yang mampu menyesuaikan dengan keadaan, ketika yang lain sudah tidak tahan lagi dengan begitu dinginnya salju di kutub utara maupun selatan. Kemampuan ini menjadikan hewan tersebut mampu bertahan dan berkembang dengan baik.

Mohonlah pertolongan Allah swt agar pilihan cara untuk menyesuaikan ini menjadi jalan terbaik. Sebab, tanpa pertongan Allah swt, kita ini bukanlah apa apa dan bukan pula siapa siapa. Dengan ridlo Allah swt, kehidupan kita bisa menjadi lebih berarti di dunia ini. Berdoalah dan meminta pertolonganlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Begitulah janji Allah swt yang harus kita yakini kebenarannya.

Kata akhirnya, jika kita ingin bertahan lebih lama dalam situasi seperti apapun, kemampuan kita untuk menerima keadaan dan beradaptasi dengan setiap perubahan adalah jalan terbaik. Tak perlu kemudian menolak dan kemudian menyalahkan siapa saja. Yang ada ini jalani, nikmati, dan syukuri, agar terasa lebih indah hidup ini. Bagaimana dengan anda ??

***

*) Penulis Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES