Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Sosial Budaya Dalam Beragama

Kamis, 06 Oktober 2022 - 11:14 | 32.70k
Sosial Budaya Dalam Beragama
Kukuh Santoso, M.Pd.I, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Definisi Sosial Budaya menurut seorang ahli yakni Andreas Eppink adalah segala sesuatu atau tata nilai yang yang berlaku dalam sebuah masyarakat yang menjadi ciri khas dari masyarakat itu sendiri. Segala tatanan nilai-nilai yang telah menjadi aturan atau kebiasaan dikalangan masyarakat yang diharuskan untuk mengikuti dan menjadi ciri tersendiri bagi kalangan masyarakat tersebut, itulah sosial budaya. Seiring berjalannya waktu, bagaimana perkembangan sosial budaya itu sendiri pada masyarakat? Semakin kesini atau di era revolusi ini problematika kehidupan sosial semakin kompleks. Dimana kehidupan sosial dengan budaya yang berkembang dilingkungan itu tidak dapat dipisahkan, ketika ada manusia-manusia yang hidup (atau disebut dengan masyarakat) disitu pula terdapat budaya atau tatanan nilai-nilai yang digunakan untuk hidup bermasayarakat di situ. Namun kembali lagi dimana problematika kehidupan sosial yang semakin kompleks maka nilai-nilai yang sudah terbentuk pada masyarakat ikut terseret arus dari masalah-masalah yang ada.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Semakin modern kehidupan saat ini, tentunya juga ada pengaruh dari globalisasi yang tidak lagi menampakkan batasan-batasan Negara (bukan secara geografis), misalnya saja teknologi yang semakin canggih di Indonesia ini juga mendapat dorongan dari produsen teknologi di luar negeri. Karena indonesia sudah bisa menunjukkan keunggulannya dibidang teknologi, maka indonesia juga ingin menunjukkan keunggunlannya dibidang yang lain seperti budayanya dari berfashion, music, dance/tari, makanan bahkan pemikiran dan beragama. Disugesti dari keunggulan pertama yang ditunjukkan, maka masyarakat juga berfikir bahwasanya keunggulan-keunggulan dibidang yang lain itu adalah hal yang keren, yang luar biasa dan pantas untuk ditiru. Padahal..... tidak semuanya harus diserap oleh masyarakat. Ketika hal-hal seperti itu sudah merasuki masyarakat, akan terjadi kekacauan tatanan nilai-nilai dan kebudayaan yang ada pada masyakat dan menjadi ciri khas aslinya.

Jika terjadi seperti itu tidaklah merasa nyaman bagi masyarakat karena kita telah memakai sebuah budaya dan nilai-nilai yang tidak seharusnya diterapkan dilingkungan kita. Jangankan dilihat dari segi sosial, sebagai umat beragama, agama selalu mengajarkan untuk memakai sesuatu yang memang milik kita, bukan memakai sesuatu yang memang bukan untuk kita, salah satunya seperti problematika tersebut. Dengan adanya agama merupakan sebuah dasar untuk manusia melakukan segala perbuatan saat hidup di bumi. Dengan beragama manusia akan memiliki adab dan akan melahirkan manusia-manusia yang memiliki pedoman hidup atau peradaban, dengan demikian manusia-manusia yang hidup berdampingan atau disebut masyarakat akan paham hakikat kehidupan makhluk sosial itu seperti apa sehingga melahirkan keadaan yang disebut sejahtera.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Semua agama memiliki nilai-nilai yang sama yaitu bertujuan untuk melahirkan umat-umatnya yang mampu untuk menjalani hidup berdampingan dengan orang banyak karena kembali lagi manusia adalah makhluk sosial saling membutuhkan, hanya saja terdapat perbedaan dalam meyakini agamanya dan budayanya atau seni-seni yang ada di dalamnya. Sosial budaya sangat didukung oleh agama buktinya saja di Indonesia masyarakatnya beragama dan berbeda-beda tetapi budaya tata karma yang sangat luar biasa itu berlaku untuk semuanya tanpa terkecuali.

            Agama Islam suka dengan perkembangan, peningkatan postif dan karya karena merupakan bukti dari memanfaatkan fungsi pikiran yang diberikan oleh Allah SWT. Sehingga tanpa disadari telah ada kebudayaan, tatanan norma, dan aturan-aturan hidup bersosial yang lahir sejak nenek moyang itu merupakan bukti dari menggunakan pikiran yang dikaruniai Tuhan. Dari sesuatu yang telah tersusun dan menjadi bagian dari masyarakat itu juga terdapat suatu point yang sangat dijunjung tinggi terutama di Indonesia yakni dalam kehidupan sosial budaya ada nilai toleransi sesama umat beragama, mengingat kita hidup berdampingan dengan masyarakat yang memiliki perbedaan agama. Sehingga sebagai makhluk sosial yang sama-sama memiliki kebutuhan dan kepentingan, haruslah memberikan ruang bagi yang lain untuk melakukan hal-hal yang diyakini baik oleh mereka. Jadi manusia yang beragama akan mengerti bagaimana seharusnya menjalankan sosial budaya dalam beragama itu. Sosial budayanya orang Islam tidak bisa dipaksakan untuk diikuti oleh orang Nasarani, Hindu, Budha dan Kon Hu Chu, jadi sosial budaya dalam beragama itu kita harus tahu apa yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sesama agama dan yang berbeda agama.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Dr. Kukuh Santoso,  M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES