Kopi TIMES

Membaca Kejutan Piala Dunia Qatar 2022

Senin, 16 Januari 2023 - 13:34 | 40.23k
Gerardus Kuma Apeutung, Alumni UNIKA St. Paulus – Ruteng, Flores.
Gerardus Kuma Apeutung, Alumni UNIKA St. Paulus – Ruteng, Flores.

TIMESINDONESIA, FLORES – Piala Dunia Qatar 2022 telah usai. Kompetisi yang digelar 18 November – 20 Desember 2022 ini berakhir dengan menahbiskan Argentina sebagai juara usai mengandaskan Perancis lewat drama adu pinalti. Walau telah usai dan sukses, Piala Dunia Qatar 2022 adalah turnamen penuh kritikan dan kejutan. 

Sejak awal, pelaksanaan piala dunia 2022 diwarnai kontroversi dan kritikan. Sebagai negara yang tidak ada tradisi sepak bola, penunjukaan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dipertanyakan. Penetapan Qatar sebagai tuan rumah pada Desember 2010 disinyalir ada penyuapan. Tidak heran, penyelenggaraan Piala Dunia Qatar 2022 dibayangi pesimisme.

Advertisement

Penetapan Qatar diselimuti keraguan akan keberhasilan menjadi tuan rumah. Ada tanda tanya besar yang membayangi pelaksanaan Piala Dunia Qatar 2022: bagaimana bisa sebuah negara kecil seperti Qatar dengan infrastruktur sepak bola yang terbatas mampu menyelenggarakan event sebesar piala dunia?

Kritikan terus menyertai Qatar dalam persiapan menyukseskan piala dunia. Perlakuan yang buruk terhadap pekerja imigran yang menjadi buruh dalam pembangunan infrastruktur sepak bola dan pelarangan homoseksual di Qatar juga tidak luput dari sorotan.

Walau dihujani kritikan, tetap konsisten mendukung Qatar. Dan dalam pelaksanaannya, Piala Dunia Qatar 2022 diadakan bulan November – Desember sebagai antisipasi atas cuaca musim panas di Qatar. Hal ini berbeda dengan edisi sebelumnya, di mana pertandingan diadakan pada bulan Juni – Juli saat jeda musim kompetisi liga di negara masing-masing.

Konstentan yang tampil dalam Piala Dunia Qatar 2022 berjumlah 32 negara yang merupakan perwakilan dari 5 konfederasi sepakbola. 32 negara yang berlaga di putaran final adalah timnas yang lolos babak kualifikasi di setiap zona. Zona Eropa terdiri atas 13 negara. Zona Asia meliputi 6 negara. Zona Conmebol (Amerika  Selatan) memiliki 4 negara. Zona Concacaf (Amerika Tengah dan Utara) terdiri atas 4 negara.  Zona Afrika diwakili 5 negara.

Sebagai olahraga terakbar di dunia, atmosfer Piala Dunia Qatar 2022 sungguh luar biasa. Euforia bola terasa di mana-mana. Qatar sebagai tuan rumah dibanjiri suporter dari seluruh dunia. Tempat – tempat disulap menjadi penginapan bagi suporter. Di berbagai tempat lain, mulai dari kota hingga pelosok, piala dunia menjadi tontonan yang menghibur. Layar lebar disediakan untuk nonton bareng. Piala dunia memang sugguh menggoda.

Nuansa bola tidak hanya terasa di dunia nyata. Dunia maya pun tidak kalah heboh. Dukungan terhadap timnas favorit disertai teror terhadap pendukung lawan berseliweran di dunia sosial. Narasi pujian bagi timnas kesayangan dan olokan terhadap timnas lawan tidak terhindarkan. Saling olok antarfans timnas menambah panas atmosfer piala dunia. Piala bisa membuat maniak bola bergairah.

Piala Dunia Qatar 2022: Turnamen Penuh Kejutan

Selain kritikan, Piala Dunia Qatar 2022 penuh dengan kejutan. Di mana hasil pertandingan menjungkir balikkan prediksi banyak orang. Tim-tim yang di atas kertas difavoritkan untuk menang, justru menelan kekalahan. Sebaliknya tim-tim yang diremehkan, malah meraih kemenangan.

Menurut Nielsen Gracenote, sebuah laga dikategorikan menjadi kejutan ketika tim yang punya kesempatan menang kurang dari 33,3 persen selama fase group, atau maksimal 47 persen mengeliminasi lawannya di fase gugur. Selama turnamen di Qatar, tercatat 15 laga dari 64 pertandingan yang dimainkan berakhir dengan kejutan. Itu berarti, ada 24 persen pertandingan yang berakhir dengan hasil kejutan, yang tertinggi sejak Piala Dunia 1958 di Swedia (Kompas.com, 20/12/2022).

Kejutan sudah terjadi sejak babak penyisihan grup. Di grup C, Argentina sebagai favorit juara ditumbangkan Arab dengan skor 2 – 1. Grup D, pada matchday terakhir, Tunisia secara mengejutkan menaklukkan Perancis dengan skor 1 – 0. 

Grup E yang menjadi grup neraka, Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol. Matchday pertama melawan Jerman, pasukan Samurai Biru sukses menaklukkan Der Panzer 1 – 2. Melawan Spanyol, Jepang lagi-lagi membuat kejutan. Menang 2 – 0 lewat gol Ritsu Doan dan Ao Tanaka. 

Grup F, Maroko menjadi tim yang tampil penuh kejutan dengan menggulung timnas Belgia dengan skor 2 – 0. Group G, Kamerun membuat kejutan dengan mengalahkan favorit juara Brazil lewat gol tunggal Vincent Aboubakar. Grup H, Korsel berhasil menumbangkan Portugal dengan skor 2 – 1 lewat gol Kim Young Gwon dan Hwang Hee.

Di babak 16 besar, Maroko terus membuat kejutan dengan menyingkirkan Spanyol lewat adu pinalti setelah kedua tim bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu. Di perempat final, favorit juara Brazil didepak Kroasia dalam adu pinalti setelah kedua tim bermain seri 1 – 1 sampai babak perpanjangan waktu. Maroko terus membuat kejutan dengan memulangkan Portugal lewat gol tunggal Youssef En-Nesyri.

Partai final menjadi penutup yang sempurna atas kejutan-kejutan piala dunia Qatar 2022. Pertandingan final berjalan seru, dramastis, dan menegangkan. Argentina yang sudah unggul 2 – 0 hingga menit ke-80 dikejutkan oleh dua gol cepat rising star Perancis, Klyan Mbape. 

Skor sama kuat ketika waktu normal usai dan pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di sini drama terjadi. Argentina berhasil mencetak gol di babak pertama. Lagi-lagi Perancis mampu membalas lewat Klyan Mbape di babak kedua. Pemenang harus ditentukan lewat adu pinalti. Argentina unggul 4 – 2 dan menjadi juara dunia.

Kejutan pada Piala Dunia Qatar 2022 memberi pesan, pertama, hasil pertandingan adalah suatu misteri. Hasil dan skor pertandingan merupakan sebuah teka-teki. Siapa yang menang dan kalah tidak bisa diprediksi. Hasil pertandingan adalah sebuah rahasia yang baru terbongkar usai laga.

Bahkan dalam urusan gol pun, tidak bisa kita tebak. Berapa jumlah gol yang tercipta, tidak bisa diramal. Cara meraih kemenangan pun sulit dianalisis. Kadang sebuah akan menang dengan mudah. Kadang harus berjuang setengah mati untuk sekedar mencetak sebiji gol.

Sebelum piala dunia, tidak ada yang menduga bahwa Maroko mampu menembus semifinal. Dengan menyingkirkan tim kuat seperti Belgia, Spanyol, Portugal. Pun tidak ada yang menyangka bahwa Belgia dan Jerman akan pulang lebih awal dari Qatar karena tidak lolos dari fase grup. Semua itu adalah misteri.

Kedua, semua tim adalah sama. Dalam sepak bola, label tim besar dan kecil tidak menentukan hasil pertandingan. Di atas lapangan, semua tim adalah setara. Tim kecil belum tentu lemah dan tim besar tidak selamanya kuat. Tim kuat dan tim lemah hanyalah label yang tidak menjamin kemenangan. 

Dalam pertandingan, tidak ada tim yang benar-benar diunggulkan; semua tim punya peluang yang sama untuk menang dan kalah. Baik tim kuat maupun tim lemah memiliki kans untuk menang dan atau kalah.

Karena itu jangan meremehkan tim lawan. Tim yang di atas kertas diunggulkan, di atas lapangan belum tentu menang. Sebaliknya tim underdog, jangan dipandang sebelah mata. Mereka bisa tampil heroik dan menyulitkan lawan. 

Kekalahan Argentina atas Arab, atau Brazil atas Kamerun adalah bukti bahwa nama besar bukanlah jaminan kemenangan. Atau kemenangan Korsel atas Portugal, atau Tunisia atas Perancis, adalah contoh tim underdog bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Ya, semua tim adalah sama.

Ketiga, kemenangan harus diperjuangkan. Dalam sepak bola, kemenangan hanya diraih lewat perjuangan yang melelahkan. Melalui pengorbanan. Lewat kerja keras. Dengan berlari sepanjang pertandingan. Kemenangan diperoleh lewat kucuran keringat. 

Dan perjuangan untuk menang menuntut konsentrasi tinggi. Tidak boleh lengah, apalagi menyerah. Selama masih ada waktu pertandingan, kesempatan selalu terbuka bagi tim yang berjuang untuk meraih kemenangan. Ketika waktu pertandingan belum usai, peluang menang selalu terbuka bagi tim yang tidak kenal lelah.

Keunggulan Argentina atas Arab; Jerman atas Jepang; Spanyol atas Jepang di babak pertama tidak lantas membuat mereka memenangi pertandingan. Justru sebaliknya, Arab dan Jepang yang tidak pernah menyerah berhasil membalikkan keadaan. Memanfaatkan kelengahan Argentina, Jerman, Spanyol, mereka mencetak dua gol dan menang.

Dalam perhelatan Piala Dunia Qatar 2022, ada polemik, kejutan, kekecewaan, sukacita yang tersaji. Semua itu adalah sensasi yang menjadikan sepak bola semakin mempesona. Pertandingan tanpa drama membuat sepak bola seperti monoton. Hasil dan skor akhir pertandingan yang bisa ditebak, membuat laga terasa hambar untuk ditonton. Tidak ada yang sensasional bila skor akhir bisa ditebak. 

Dari Piala Dunia Qatar 2022 kita belajar bahwa di atas lapangan sepak bola adalah laga penuh aroma rivalitas. Dalam arena pertandingan, sepak bola kadang menghadirkan kejutan. Analisis, prediksi dan asumsi terhadap hasil pertandingan kadang meleset. Demikian pun dalam panggung kehidupan, rivalitas kadang tidak terhindarkan. Dan lakon hidup manusia adakalanya diwarnai kejutan. Sebagaimana dalam sepak bola, lakon hidup yang penuh misteri harus terus diperjuangkan. Agar pada akhirnya kita dapat menikmati sensasi kejutan.

***

*) Oleh: Gerardus Kuma Apeutung, Alumni UNIKA St. Paulus – Ruteng, Flores.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES