Kopi TIMES

Web 3.0, NCE, dan Tantangan Ekonomi Konten Kreator

Selasa, 24 Januari 2023 - 08:42 | 24.11k
M. Theofany Aulia, mahasiswa Filkom UB Malang.
M. Theofany Aulia, mahasiswa Filkom UB Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – Dunia ekonomi digital, khususnya konten kreator, kembali mengalami revolusi setelah hadirnya berbagai platform berbasis AI dan Web 3.0. Era Web 2.0 sepertinya sudah mulai mengalami penurunan peminat setelah teknologi web generasi ketiga lahir berupa metaverse.

Web 3.0 adalah singkatan dari generasi ketiga World Wide Web. Istilah Web 3.0 diciptakan oleh Tim Berners-Lee.

Advertisement

Web 3.0 menggambarkan internet lebih interaktif, lebih cerdas. Web 3.0 akan menjadi tempat di mana setiap orang dapat berbagi informasi tanpa perlu khawatir akan adanya sensor atau batasan. Web di mana orang dapat membuat konten tanpa perlu khawatir akan mendapatkan teguran.

Dengan teknologi Web 3.0, masa depan pembuatan konten pun akan terdesentralisasi. Konten akan dengan mudah dibagikan oleh dan ke semua orang.

Kita tidak perlu lagi bergantung pada perusahaan besar atau perusahaan media untuk membuatkan konten, lalu mempublishnya. Sebaliknya, kita dapat membuat konten sendiri lalu membagikannya kepada semua orang.

Hal itu akan bertumpu pada keterlibatan serta perhatian pengguna. Bukan pada model pendapatan iklan, yang selama ini digunakan mendanai pembuatan serta distribusi konten.

Kreator Ekonomi Baru (NCE)

Kreator Ekonomi Baru (New Creator Economy/NCE) telah ada selama 10 tahun terakhir. Tetapi dalam 12 bulan terakhir, NCE telah terjadi beberapa perubahan signifikan. Perubahan ini terutama didorong oleh teknologi blockchain, serta terjadi pada kecepatan lebih cepat daripada sebelumnya.

NFT atau Non-Fungible Token, adalah salah satu perkembangan paling signifikan dalam NCE. NFT memungkinkan para kreator untuk mendapatkan imbalan atas karya mereka pada tingkat lebih terperinci daripada hanya melalui penayangan atau suka.

Di masa lalu, para kreator dihargai atas karya mereka dengan uang dan ketenaran. Namun di masa depan, mereka akan dihargai dengan token kripto.

Jenis ekonomi baru ini sudah terjadi. Para kreator dibayar untuk pekerjaan mereka dengan token kripto. Bukan dengan mata uang fiat. Ini adalah cara untuk memberikan lebih banyak kekuatan kepada para kreator dan memastikan bahwa mereka tidak dieksploitasi oleh perusahaan atau pengiklan yang ingin mengambil keuntungan dari mereka.

Ekonomi token kripto juga dapat digunakan sebagai cara untuk memberikan insentif kepada orang-orang untuk membuat lebih banyak konten dan tetap terlibat dengan audiens mereka.

Blockchain, Web 3.0, dan Bisnis Media

Bitcoin dan Ethereum adalah dua mata uang kripto paling populer di dunia. Keduanya dibangun di atas teknologi blockchain. Keduanya juga terdesentralisasi. Itu berarti tidak ada yang bisa mengendalikannya.

Blockchain sendiri merupakan sebuah buku besar yang tidak dapat diubah. Buku tersebut mencatat transaksi tanpa memerlukan otoritas pusat memperbaruinya.

Dalam ekonomi baru, para kreator dihargai atas karyanya. Kreator diberi kompensasi atas kontribusi mereka kepada dunia. Teknologi blockchain memungkinkan hal ini terjadi.

Para kreator dalam ekonomi baru dapat menghasilkan uang dari karyanya dan mencari nafkah dengan melakukan apa yang mereka sukai. Web 3.0 kreator dapat menghasilkan uang dari kreasinya. Bahkan juga memiliki kepemilikan atas kreasi tersebut.

Para web kreator juga dapat membagikannya kepada dunia tanpa perlu khawatir ditipu atau orang lain yang mengambil pujian itu.

Ekonomi berbasis blockchain merupakan sebuah keuntungan bagi semua orang yang terlibat. Di mana pencipta dihargai atas karyanya, konsumen dapat membeli produk dengan harga lebih rendah serta memiliki akses ke lebih banyak variasi, serta masyarakat mendapat manfaat dari peningkatan inovasi sebagai hasil dari lebih banyak orang diberi insentif dalam berkreasi.

Untuk mengimbanginya, Web 3.0 menjadi medianya  Web 3.0 akan membawa ekonomi kreativitas baru di mana para web kreator konten dan audiens terhubung. Ekosistem ini dapat diberdayakan dalam melakukan lebih banyak hal bersama-sama daripada sebelumnya.

Ada setidaknya empat pilar penerapan Web 3.0 untuk konten kreator web. Pertama, asisten penulisan dengan kecerdasan buatan (AI); kedua, teknologi blockchain; ketiga, creative commons; lalu keempat demokrasi data.

Ekonomi kreator yang baru didukung oleh kebangkitan wirausahawan kreatif. Ini adalah sistem ekonomi pendukung para web konten kreator, yang mendefinisikan ulang cara kita bekerja, belajar, hidup.

Ini adalah ekonomi yang menghargai kontribusi semua jenis web konten kreator, mulai dari desainer, ilmuwan, jurnalis, hingga musisi. Selain itu, ini adalah ekonomi baru di mana setiap orang memiliki kesempatan sukses. (*)

 

* Penulis adalah M. Theofany Aulia, mahasiswa Filkom UB Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES