Kopi TIMES

Siapa Cawapres Ganjar?

Sabtu, 16 September 2023 - 16:22 | 53.75k
Amirudin Mahmud, Pemerhati Sosial-Politik dan Keagamaan.
Amirudin Mahmud, Pemerhati Sosial-Politik dan Keagamaan.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pendaftaran pasangan Capres-Cawapres tersisa satu bulan lebih. Baru Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang telah mendeklarasikan diri. Bakal calon lain yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto masih melakukan pendekatan, penjajakan dan diskusi internal terkait siapa yang akan mendampinginya.

Seiring dengan mendekatnya masa pendaftaran. Bacawapres Ganjar dan Prabowo mulai mengerucut ke beberapa nama. Di koalisi Indonesia Maju yang dipimpin Prabowo tersisa hanya tiga nama yang santer dibicarakan yaitu Erik Tohir, Airlangga Hartarto dan Gibran. Sedangkan koalisi PDI-P juga ada tiga nama yang masih dipertimbangkan yakni Mahfud MD, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno.

Advertisement

Kedua poros nampaknya saling menunggu. Saling intip siapa yang akan menjadi lawan. Mereka memegang kartu truf masing-masing. Karenanya, kemungkinan mereka baru akan mengumumkan pasangan resmi Capres-Cawapres jelang penutupan pendaftaran. 

Dalam menentukan Cawapres, banyak pihak menetapkan beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Pertama cawapres mendongrak elektabilitas Capres. Kedua, keterwakilan unsur NU sebagai ormas Islam terbesar. Ketiga, penguasaan suara di pulau Jawa yang konon mencapai 60 persen lebih penduduk Indonesia. 

Dinamika politik Indonesia pun semakin menarik diikuti. Kejutan-kejutan bermunculan. Manuver politik bertebaran. Media ramai dengan isu politik jelang Pilpres 2024 mendatang. 

Terakhir, secara mengejutkan Anies Baswedan meninggalkan AHY berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Peta politk pun seketika berubah haluan. AHY dan partai Demokrat menjadi menjomblo, dihadapkan pada dua pilihan ke Ganjar atau ke Prabowo.

Menurut berbagai survei, Ganjar Pranowo belakangan rebound melewati Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Tim Ganjar dianggap sangat solid dalam bekerja politik mensosialisasikan Bacapres. 

Keyakinan mereka pun semakin menguat. Mereka mentargetkan menang dalam satu putaran. Karenanya dalam menentukan Cawapres mereka sangat berhati-hati. Jangan sampai salah pilih yang mengakibatkan suara Ganjar turun lagi.

Seperti disinggung sebelumnya, ada tiga nama yang ramai dibicarakan bakal  menjadi Cawapres Ganjar yakni Sandiaga Uno, Mahfud MD dan Ridwan Kamil. Ketiganya dipandang publik sedang di timang-timang oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Berbagai sumber menyebutkan ketiganya telah dipanggil atau menghadap Presiden kelima tersebut.

Bagi Mahfudz MD masuk bursa Cawapres bukanlah hal baru. Dalam Pilpres sebelumnya beliau hampir saja menjadi Cawapres Jokowi. Gerakan politik internal koalisi di penghujung masa pendaftaran memaksa Mahfudz MD balik arah dari lokasi deklarasi Jokowi-Makruf Amin. Seniornya di NU menggantikan posisinya.

Mahfudz MD merupakan tokoh politik yang kaya pengalaman. Dalam pemerintahan dia pernah di legislatif, yudikatif dan ekskutif. Legislatif menjabat sebagai wakil rakyat. Yudikatif pernah menduduki jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Ekskutif beberapa pos kementerian pun pernah dipimpinnya.

Secara elektabilitas, Mahfudz MD tergolong lumayan tinggi. Mahfudz MD selalu masuk dalam tiga atau lima besar Bacawapres yang diinginkan masyarkat luas pada survei-survei yang dilakukan lembaga survei kredibel. Kekuatan lainnya adalah bahwa Mahfudz MD tercatat sebagai tokoh NU yang disegani karena keilmuan, keberanian, kejujuran dan ketulusannya. 

Beda dengan Ridwan Kamil, mantan gubernur Jawa Barat yang kerap disapa Kang Emil itu sedang ramai dibicarakan publik terkait potensinya menjadi Cawapres bagi Ganjar Pranowo. Terlebih setelah SMRC mengeluarkan hasil survei terbaru yang menempatkan pasangan Ganjar-RK unggul atas pasangan Prabowo-Erik Tohir dan Anies-Muhaimin dalam sebuah simulasi.

Ridwan Kamil, secara elektabilitas dipandang unggul di atas Bacawapres lain. Dia dianggap sebagai representasi suara Jawa Barat. Ia mewakili masyarakat pasundan. Kang Emil dianggap mampu memecah suara Prabowo di Jawa Barat jika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo.

Kemudian, Sandiaga Uno salah satu menteri Jokowi tersebut sejak awal digadang-gadang oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai Bacawapres bagi Ganjar. Sejak mendeklarasikan mendukung Ganjar, PPP telah mengusulkan nama Sandiaga. 

Sandiaga Uno sendiri bukanlah nama baru dalam perpolitikan Indonesia. Sandiaga adalah pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Setelah kalah lawan Jokowi-Ma’ruf Amin. Gerindra dengan Prabowo menyambut baik ajakan Jokowi dan PDIP untuk bergabung dalam koalisi pemerintah. Setelah Prabowo lebih dulu masuk kabinet, Sandiaga Uno menyusul menggantikan Wishnutama Kusubandio sebagai menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Secara elektabilitas Sandiaga Uno pun cukup tinggi. Dalam berbagai survei,  yang bersangkutan selalu menempati tiga besar. Tak jarang nangkring pada posisi tertinggi. Sandiaga Uno dipandang sebagai tokoh yang mewakili luar Jawa. Dia dinilai lebih berpengalaman, menguasai lapangan sebab pernah ber kontestasi di Pilpres sebelumnya.

Dari ketiganya siapa yang akan mendapat restu Megawati? Berdasarkan pengalaman, Megawati menentukan Cawapres itu berdasarkan beberapa acuan. 

Pertama, memilih yang lebih senior seperti saat menentukan Cawapres bagi Presiden Jokowi. Baik Jusuf Kalla maupun Makruf Amin terpilih karena pertimbangan ini. Memilih yang senior itu mengurangi resiko lahirnya matahari kembar dalam pemerintahan juga tidak khawatir yang bersangkutan akan maju dalam Pilpres berikutnya. Konon, Mahfudz MD gagal di cawapreskan karena pertimbangan ini.

Kedua, memilih pasangan Nasionalis-Religius. Kalau presidennya dikategorikan sebagai tokoh nasionalis maka wapresnya dipilih yang religius. Demikian sebaliknya. 

Ketiga, Megawati juga kerap memilih yang menjadi representasi ormas NU. Megawati pernah berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi yang tak lain ketua NU saat itu. Pak JK dan KH Makruf Amin juga adalah tokoh besar dalam NU.

Keempat, pasangan terdiri Sipil-Militer atau sebaliknya. Kaitan hal ini, Megawati pernah berpasangan dengan Prabowo Subianto. Tak heran jika pada Pilpres sekarang disamping ketiga nama di atas ada nama Andika Prakarsa yaitu mantan panglima TNI yang digadang-gadang pula sebagai Bacawapres potensial Ganjar Pranowo.

Nah, sekarang apakah hal-hal di atas akan digunakan kembali oleh Megawati dan ketua-ketua partai lainnya dalam menentukan Cawapres bagi Ganjar Pranowo? Waktu akan menjawabnya. Kemudian di antara ketiga nama tersebut siapa yang lolos dalam pertimbangan-pertimbangan di atas? Saya dan anda bisa menduga dan menebaknya. 

***

*) Oleh: Amirudin Mahmud, Pemerhati Sosial-Politik dan Keagamaan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hainor Rahman
Publisher : Rochmat Shobirin

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES